Ketua DPC PDIP Kendal Diduga Terima Uang Korupsi Bansos dari Bekas Mensos Juliari Bendera PDIP. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Kendal, Akhmat Suyuti diduga menerima uang dari bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Hal ini terungkap saat penyidik KPK memeriksa Akhmat Suyuti sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Jumat (19/2).

Baca Juga

Kasus Bansos, KPK Amankan Dokumen dan Rekening Koran Usai Geledah 2 Perusahaan

Dalam pemeriksaan ini, penyidik mencecar Akhmat Suyuti mengenai pengembalian sejumlah uang yang diterimanya dari Juliari. Namun, Ali tidak merinci kapan pemberian dan pengembalian uang itu.

"Akhmat Suyuti (Ketua DPC PDIP Kab. Kendal) didalami pengetahuannya terkait dengan adanya pengembalian sejumlah uang," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (19/2).

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ali juga tidak menjelaskan jumlah uang yang dikembalikan dan tujuan Juliari memberikan uang itu kepada Akhmat Suyuti. Ali hanya menyebutkan, pemberian uang itu tidak dilakukan langsung oleh Juliari, melainkan melalui perantara pihak lain.

"(Uang) diduga diterima (Akhmat Suyuti) dari tersangka Juliari P. Batubara melalui perantaraan pihak lain," ungkap Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan eks Mensos Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima suap.

KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Pon)

Baca Juga

MAKI Praperadilankan KPK Karena Lamban Usut Kasus Bansos

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Ditangkap Gegera Posting Guyonan Gus Dur, DPR Sebut Polisi Otoriter
Indonesia
Warga Ditangkap Gegera Posting Guyonan Gus Dur, DPR Sebut Polisi Otoriter

"Kok masih berani bilang negara demokrasi,” kritik Fadli

Iduladha 1441 Hijriah Jatuh Pada 31 Juli 2020
Indonesia
Iduladha 1441 Hijriah Jatuh Pada 31 Juli 2020

Sidang juga diikuti sejumlah unsur melalui aplikasi daring

Usulan Masa Jabatan Presiden 3 Periode Dinilai Rusak Demokrasi dan Irasional
Indonesia
Usulan Masa Jabatan Presiden 3 Periode Dinilai Rusak Demokrasi dan Irasional

Jerry pun mengatakan, usulan masa jabatan Presiden tiga periode itu Irasional.

Kuasa Hukum Klaim Temukan Luka Parah di Sekujur Tubuh Jenazah Laskar FPI
Indonesia
Kuasa Hukum Klaim Temukan Luka Parah di Sekujur Tubuh Jenazah Laskar FPI

Ia mengaku jenazah pengawal khusus Rizieq Shihab terdapat luka di kepala dan badan.

Polisi Bantah Ada Penjarahan di Thamrin City
Indonesia
Polisi Bantah Ada Penjarahan di Thamrin City

Kapolsek Tanah Abang AKBP Raden Muhammad Jauhari memastikan tak ada aksi penjarahan di Thamrin City.

PPKM Jilid 2, Pemkot Solo Bolehkan Acara Hajatan
Indonesia
PPKM Jilid 2, Pemkot Solo Bolehkan Acara Hajatan

"Kami juga mengizinkan masyarakat menggelar acara hajatan mulai hari ini (Selasa)," ujar Ahyani

Rencana 50 Ribu Buruh Demo di DPR Tengah Pandemi Corona Tidak Realisitis dan Berbahaya
Indonesia
Rencana 50 Ribu Buruh Demo di DPR Tengah Pandemi Corona Tidak Realisitis dan Berbahaya

"Rencana Said Iqbal menggelar aksi demo pada tanggal 30 April 2020 merupakan langkah yang tidak realistis di tengah kondisi pendemi COVID-19 dan pemberlakuan social distancing

Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Gunung Kidul
Indonesia
Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Gunung Kidul

Gempa bumi dengan magnitudo 5.0 mengguncang wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (20/1) dini hari.

3 Eks Manager PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK
Indonesia
3 Eks Manager PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK

KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka

Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra
Indonesia
Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra

"Kami dalami adanya dugaan tersebut, apakah nanti jadi peristiwa pidana atau bukan," tutur Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono