Ketua Bawaslu Ungkap Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye Ketua Bawaslu Abhan saat menjadi narasumber dalam diskusi daring bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) di Jakarta, Kamis (17/9/2020) sore/Foto: Reyn Gloria (Huma

MerahPutih.com - Ketua Bawaslu, Abhan menyatakan, seluruh pihak harus mewaspadai pelibatan anak dalam kampanye Pilkada Serentak 2020. Pasalnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada 55 kasus yang melibatkan anak dalam kampanye politik pada Pemilu 2019.

Berdasarkan pengalaman Pemilu 2019, Abhan menyebutkan modus-modus pelanggaran kampanye pelibatan anak seperti menggunakan tempat bermain anak, tempat penitipan anak atau tempat pendidikan anak untuk kegiatan kampanye terbuka.

Baca Juga

KPU Izinkan Konser Musik, DPR: Jangan Korbankan Rakyat Demi Pilkada

Lebih parah lagi, tambahnya, partai politik atau pasangan calon (paslon) ada yang memobilisasi massa anak, bahkan menggunakan anak seperti juru kampanye untuk memilih calon tertentu.

"Kan sudah tidak benar. Ada juga modus yang menampilkan anak sebagai bintang utama dari suatu iklan politik," tuturnya dalam keterangan, Jumat (18/9).

Dia menerangkan, pelanggaran lain pelibatan anak untuk pilkada atau pemilu seperti memanipulasi data anak yang belum berusia 17 tahun dan belum menikah agar bisa terdaftar sebagai pemilih.

Menurutnya, hal ini jika ditindaklanjuti ke pihak kepolisian bisa menjadi kerugian besar bagi paslon, karena dapat ditindak pidana.

Bawaslu
Foto: Bawaslu

Abhan menyatakan beberapa modus tersebut memang kebanyakan terjadi saat kampanye langsung, namun dikarenakan pilkada tahun ini diiringi oleh pandemi COVID-19 maka kampanye akan lebih banyak melalui media sosial.

Hal ini menurutnya menjadi tambahan tugas pengawasan dari Bawaslu guna memerhatikan isi konten, ramah anak atau tidak sebab anak-anak saat ini lebih familiar dengan teknologi utamanya media sosial (medsos).

"Ketika banyak (kampanye) di medsos kita harus mengawasi konten apakah merusak atau meracuni anak atau tidak berkaitan dengan anak atau tidak, karena saat ini anak-anak lebih familiar dengan gadget ini harus kita awasi betul," terangnya.

Abhan melihat kerja sama dari Bawaslu, KemenPPPA, KPAI, dan KPU menjadi penting ke depan untuk bersama-sama bahu membahu mengawasi Pilkada Serentak 2020 agar bisa ramah terhadap anak.

Baca Juga

Ketua KPU Arief Budiman Positif COVID-19

Dia berharap pengawasan tidak hanya dalam kampanye langsung namun juga isi konten media sosial, dengan pencegahan dan pengawasan harapannya angka pelanggaran akan semakin kecil.

"Ini jadi tantangan kita bagaimana harapan kita juga kepada peserta pemilihan tim kampanye terkait dengan konten kampanyenya tidak yang merusak hak anak dalam kehidupan sehari-harinya," tuturnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BTN Mudahkan Pegawai Outsourcing Miliki Rumah
KPR
BTN Mudahkan Pegawai Outsourcing Miliki Rumah

Sekitar satu juta pekerja kontrak dapat memiliki rumah dengan skema kredit yang murah dan mudah.

Kebun Binatang Bandung: Tidak Mungkin Semua Satwa Dibiarkan Mati Pelan-pelan
Indonesia
Kebun Binatang Bandung: Tidak Mungkin Semua Satwa Dibiarkan Mati Pelan-pelan

Bencana nasional COVID-19 memicu krisis di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden.

Hadiri Pelantikan, Riza Minta PII Bantu Bangun Jakarta
Indonesia
Hadiri Pelantikan, Riza Minta PII Bantu Bangun Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menghadiri acara Pelantikan Pengurus Besar Periode 2021-2023 dan Refleksi Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (PII) Ke-74.

Sambangi Komnas HAM, Eks Pimpinan KPK Beberkan Aturan Pemecatan Pegawai
Indonesia
Sambangi Komnas HAM, Eks Pimpinan KPK Beberkan Aturan Pemecatan Pegawai

Sejumlah eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memberikan keterangan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ogah Bayar, Akses Obligor BLBI Ke Lembaga Keuangan Bakal Diblokir
Indonesia
Ogah Bayar, Akses Obligor BLBI Ke Lembaga Keuangan Bakal Diblokir

"Kalau terjadi pembangkangan meskipun ini perdata, supaya ini diingat kalau disengaja, melanggar keperdataan, ini bisa saja nanti berbelok ke pidana," kata Mahfud.

DPRD Nilai Kesiapan DKI Hadapi Banjir Sudah Baik, tapi Gorong-gorong Harus Diwaspadai
Indonesia
DPRD Nilai Kesiapan DKI Hadapi Banjir Sudah Baik, tapi Gorong-gorong Harus Diwaspadai

Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk mewaspadai adanya ancaman banjir yang bersumber dari gorong-gorong atau saluran mikro akibat sumbatan sampah di musim hujan.

KRI Nanggala 402 Terbelah Menjadi Tiga
Indonesia
KRI Nanggala 402 Terbelah Menjadi Tiga

KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan Bali dan seluruh awak dinyatakan gugur.

Polisi Alihkan Kendaraan Hendak Keluar Pintu Tol Semanggi
Indonesia
Polisi Alihkan Kendaraan Hendak Keluar Pintu Tol Semanggi

Kepolisian mengalihkan puluhan kendaraan pribadi yang hendak keluar melalui pintu tol Semanggi, Sabtu (3/7) siang.

Kapolri Diminta Copot Anak Buahnya yang Gunakan UU ITE untuk Kriminalisasi
Indonesia
Kapolri Diminta Copot Anak Buahnya yang Gunakan UU ITE untuk Kriminalisasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta bersikap tegas untuk mengamankan dan menjalankan kebijakannya.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sibuk Makan Warteg Saat Jakarta Tenggelam Banjir
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sibuk Makan Warteg Saat Jakarta Tenggelam Banjir

Akun Twitter @CanNarida memposting sebuah gambar yang memperlihatkan Gubernur Anies Baswedan sedang makan di warung.