Ketimbang Anies, Sandi Uno Berpotensi Bikin Kejutan di Pilpres 2024 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Jakarta, Kamis (18/11). ANTARA/HO-Kemenparekraf

MerahPutih.com - Etalase politik menjelang Pilpres 2024 terkonsentrasi pada tiga nama besar, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, masih ada nama-nama lain yang berpotensi menjadi figur alternatif.

Dari ketiga nama tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menuturkan, sosok Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menjadi salah satu capres alternatif di Pilpres 2024.

Baca Juga

Elektablitas Capai 7 Persen, Sandiaga Dinilai Bisa Saingi Prabowo dan Ganjar

Ia menilai, kenaikan elektabilitas Sandiaga belakangan ini merupakan bentuk apresiasi publik terhadap kinerjanya sebagai Menparekraf. Contohnya, saat sosok yang kerap disapa Sandi Uno itu, melakukan kunjungan kerja sebagai menteri di beberapa tempat yang mendapatkan sambutan antusias.

"Karena akselerasi Sandi sebagai Menteri Pariwisata cukup berhasil. Itu yang ditangkap publik," kata Adi kepada wartawan yang dikutip, Senin (22/11).

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. ANTARA/Fathur Rochman.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. ANTARA/Fathur Rochman.

Menurutnya, sosok Sandi yang diterima semua golongan dan kedekatannya dengan basis pemilih muslim. Adi melihat, Sandi punya magnet politik yang cukup bagus. Bahkan pernah diasosiasikan dengan sejumlah partai ketika mereka mencari sosok ketua umum.

"Sandi relatif sosok yang diterima di hampir semua kalangan. Bahkan sempat dikaitkan sebagai ketua umum parpol tertentu, yang berbasis Islam. Artinya Sandi punya magnet politik kuat," kata Adi.

Dia menambahkan, eks Wagub DKI Jakarta itu juga dekat dengan semua komunitas. Bahkan dengan kaum muslim yang selama ini dikenal sebagi kelompok 212 juga dekat. "Bisa di cek, mereka banyak juga yang mendukung Sandi," tuturnya.

Baca Juga

Sandiaga Uno: Sektor Pariwisata Dapat Jadi Solusi Kebangkitan Ekonomi

Adi pernah membuat riset pada Desember 2020 dengan simulasi Prabowo tak maju Pilpres 2024. Mayoritas pemilih Prabowo berpindah ke Sandiaga ketimbang Anies Baswedan.

Sehingga, Adi tidak heran jika beberapa survei menyebut nama Sandi di posisi atas, disusul dengan kandidat lain, seperti Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Tri Rismaharini (Menteri Sosial).

Dia mengatakan Sandiaga Uno dinilai sebagai sosok fleksibel yang mudah diterima semua lapisan masyarakat. Berbeda dengan Anies yang hanya didukung oleh basis-basis tertentu saja. Ibarat mobil, Sandi lebih mudah didorong karena punya bekal popularitas dan elektabilitas yang baik versi survei.

Adi menegaskan, terlepas suara pengurus di Gerindra yang ingin Prabowo maju kembali, tapi suara publik mulai kembali bermunculan yang menilai Sandi layak masuk nominasi capres.

"Jika Sandi bisa jadi Capres 2024, rasanya perjuangannya tidak terlalu sulit karena dia sudah dikenal publik secara luas,” tutup Adi.

Sementara itu, Wasekjen Partai Gerindra Andy Wijaya menegaskan, Ketua Umum Prabowo Subianto masih tetap dijagokan sebagai calon presiden. Hasil keputusan Rakernas Gerindra sudah bulat. Mengusung Menteri Pertahanan itu sebagai Capres.

"Bagi masyarakat, Sandiaga dianggap alternatif. Dianggap muda, darah segar. Tapi perlu diingat, di Gerindra, keputusan Rakernas masih Prabowo untuk maju," imbuh Andy. (Knu)

Baca Juga

Sandiaga Uno Sebut Profesi Ilustrator di Indonesia Kian Menjanjikan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Sanksi Gedung Masih Bandel Pakai Air Tanah
Indonesia
Pemprov DKI Sanksi Gedung Masih Bandel Pakai Air Tanah

Pemprov DKI Jakarta mengaku, masih banyak gedung-gedung di ibu kota yang belum mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan air tanah.

Mentan Ingatkan Petani Tanam Varietas Tahan Perubahan Iklim
Indonesia
Mentan Ingatkan Petani Tanam Varietas Tahan Perubahan Iklim

Mentan mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam sektor pertanian harus siap menghadapi dampak pemanasan global. Ancaman tersebut, dikhawatirkan menganggu ketahanan pangan di Indonesia.

Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kemendagri Ingatkan Sanksi Pidana
Indonesia
Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kemendagri Ingatkan Sanksi Pidana

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan warga dunia maya soal sanksi pidana jika memakai nomor induk kependudukan (NIK) orang lain

Intimidasi Saksi Kasus Bansos, Penyidik KPK Dihukum Potong Gaji
Indonesia
Intimidasi Saksi Kasus Bansos, Penyidik KPK Dihukum Potong Gaji

Kedua penyidik KPK dinyatakan melakukan perundungan dan pelecehan terhadap pihak-pihak lain

Rumah Sakit di Perbatasan Kesulitan Dapat Pasokan Oksigen
Indonesia
Rumah Sakit di Perbatasan Kesulitan Dapat Pasokan Oksigen

Sejumlah rumah sakit di Tarakan, harus mengantre untuk mendapatkan pasokan oksigen di pabrik pengisian oksigen yang jaraknya 40 menit dari pusat kota.

Libur Imlek, Belasan Ribu Warga Tinggalkan Jakarta Gunakan Kereta Api
Indonesia
Libur Imlek, Belasan Ribu Warga Tinggalkan Jakarta Gunakan Kereta Api

Kahumas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menuturkan, angka keberangkatan tertinggi terjadi pada Kamis 11 Februari 2021 atau satu hari jelang moment libur keagamaan Imlek, tercatat untuk Kamis (11/2) terdapat sekitar 10.200.

Jakarta Diprakirakan Hujan Disertai Petir Hari Ini
Indonesia
Jakarta Diprakirakan Hujan Disertai Petir Hari Ini

BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara
Indonesia
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Gempa bumi dengan magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (12/8)dini hari.

Wakil Ketua KPK: Jika Pacar Anda Bupati, Pemberian Bisa Dianggap Suap
Indonesia
Wakil Ketua KPK: Jika Pacar Anda Bupati, Pemberian Bisa Dianggap Suap

"Anda dengan pacar Anda dengan mertua, itu tidak masalah, tetapi kalau kemudian ternyata pacar Anda adalah bupati, mertua Anda adalah Dirjen atau menteri, itu yang kemudian sudah diliputi aspek hukum gratifikasi," kata Ghufron saat memberi sambutan dalam webinar "Pengendalian Gratifikasi: Mancabut Akar Korupsi" disiarkan kanal Youtube KPK, Selasa (30/11).

Sidang Putusan Sengketa Pilkada di MK Dijaga Ketat Ribuan Aparat
Indonesia
Sidang Putusan Sengketa Pilkada di MK Dijaga Ketat Ribuan Aparat

MK akan menggelar sidang pengucapan putusan sela dari perkara perselisihan hasil Pilkada 2020 yang telah selesai pemeriksaannya, pada 15-17 Februari 2021.