Ketika Pohon “Bersarung” Jadi Topik Debat Pilgub Jabar Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (kiri) dan Dedi Mulyadi menyampaikan visi dan misi dalam debat Pilgub Jabar (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MerahPutih.Com - Debat Pilgub Jabar yang berlangsung di Gedung Sabuga, Bandung, Senin (12/3) menjadi ajang kampanye televisi pertama para pasangan calon.

Dalam debat tersebut sempat terjadi adu pendapat antara paslon Nomor 3 Sudrajat/Ahmad Syaikhu dan paslon Nomor 4 Deddy Mizwar/Dedi Mulyadi. Debat tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemkab Purwakarta yang menyarungi pohon-pohon di jalan protokol dengan kain.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Ahmad Syaikhu diberikan kesempatan oleh moderator Rosiana Silalahi untuk bertanya kepada Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat.

"Dalam kaitan membangun perekonomian tidak semata ekonomi tapi ada dampak dan kaitan lingkungan. Di Purwakrata banyak pohon ditutup kain, ini kan kenapa seperti itu," ujar Ahmad Syaikhu.

Pertanyaan Ahmad Syaikhu tersebut dibalas oleh Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Kenapa di Purwakarta pohon di kasih kain dan tidak dipaku. Menurut saya itu lebih baik pohon dipakai kain daripada dipasang dipaku pengumumnan iklan sedot tinja," kata dia.

Menurut Dedi Mulyadi sebagaimana dilansir Antara, ilmu pengetahuan mengajaran manusia untuk memuliakan pohon karena pohon bisa menghasilkan hal-hal positif.

"Jadi menyarungi pohon itu merupakan bagian darin memulai pohon yang derajatnya lebih tinggi daripada menebang pohon," kata dia.

Pernyataan Dedi Mulyadi tersebut kemudian disanggah Ahmad Syaikhu, menurut dia, jika memulia pohon dengan cara menyarungi pohon dengan kain lebih baik daripada menebang pohon mengapa masih dijumpai anak yang kekurangan kain.

"Memulian manusia jauh lebih terhormat daripada memulia pohon, menurut kami. Kami menlai kurang tepat apalagi kalau di Jabar semuanya pohon diberi kain," kata Syaikhu.

Dedi Mulyadi pun membantah pernyataan Ahmad Syaikhu tersebut karena selama ini tidak ada anak di Purwakarta yang kekurangan kain saat hendak sekolah.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH