Wisata
Ketika Macet Malah Jadi Wisata Alam di Negeri Aing Para pedagang pun memanfaatkan waktu macet untuk berjualan. (Foto: Instagram/@sofyansyah0251)

KETIKA bepergian, pernah enggak sih kamu merasa muak dengan macet yang panjang dan akhirnya melakukan hal-hal aneh? Mulai dari gelar tikar di dekat mobil, memesan mi instan di pinggir jalan, bikin kopi, bahkan jalan kaki untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Kemacetan ini dijadikan sebagai “wisata alam” sambil menunggu giliran jalan.

Setiap kejadian, pasti ada hikmahnya. Ya, begitulah kira-kira gambaran macet yang ada di kota-kota besar Indonesia. Buat anak-anak muda yang sering pergi ke Puncak, Bogor, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya macet, entah karena sistem buka tutup atau memang sedang dalam kondisi padat.

Tak tanggung-tanggung, macetnya pun bisa berjam-jam dan membuat sebagian orang merasa resah karena terlalu lama berada di kendaraan. Buat yang naik motor, daripada capek menahan beban motor, lebih baik di standar satu dan duduk di pinggir jalan. Sedangkan bagi pengendara mobil, daripada akinya boros karena menggunakan AC terlalu lama, lebih baik dimatikan saja dan gelar tikar di samping mobil.

Baca juga:

Ketika Supir Truk Negeri Aing Curhat Lewat Lukisan

Ketika Macet Jadi Wisata Alam di Negeri Aing
Macet bikin frustrasi. (Foto: Instagram/@kuintaramanagement5)

Macet yang terlalu panjang juga bisa jadi kesempatan untuk berbincang dengan orang baru lho. Percakapan singkat mengenai tujuan dan penyebab macet bisa jadi topik yang menarik, seperti “Ini macetnya gara-gara apa ya, bro?” “Duh mbak, emangnya gak kepanasan apa macet-macet gini naik motor?” “Mbak, boleh kenalan enggak?”.

Bagi orang yang hidup di kawasan pedesaan dan merasakan macet di kota, macet itu adalah destinasi wisata bagi mereka. Maklum, tiap hari biasanya melihat kerumunan ayam dan area persawahan. Sekarang, mereka bisa melihat gedung-gedung tinggi dan deretan mobil sekelas Alphard, BMW, atau Mercedes-Benz.

Tidak bisa dipungkiri, macet sebagai “wisata alam” memberikan nilai kehangatan tersendiri. Kita jadi bisa makin dekat dengan teman satu tebengan dan menghilangkan stres. Duduk di atas kendaraan dalam jangka waktu panjang juga enggak enak lho.

Baca juga:

‘Jancuk’, Ketika Umpatan jadi Panggilan Akrab di Negeri Aing

Ketika Macet Jadi Wisata Alam di Negeri Aing
Memanfaatkan waktu macet dengan maksimal. (Foto: Instagram/@adth04)

Mengutip ANTARA, lembaga pemantau kemacetan lalu lintas dari Inggris, TomTom Index merilis hasil lalu lintas kota-kota termacet di dunia selama 2019. Mereka menyebutkan bahwa kemacetan di Jakarta berkurang setelah adanya perluasan kebijakan ganjil-genap di 25 ruas jalan.

Dalam indeks tersebut, TomTom Index menempatkan Jakarta di peringkat 10 dari 416 negara dengan tingkat kemacetan 53 persen. Pada 2018, Jakarta menduduki peringkat ketujuh dan 2017 di peringkat keempat. (and)

Baca juga:

Pelesiran Belum Lengkap Tanpa Obat Masuk Angin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wisata Batik di Kampung Laweyan
Travel
Wisata Batik di Kampung Laweyan

Salah satu sentra batik ternama di Jawa.

Mandeh JHL Solitaire Hotel Hadirkan Penawaran Menarik di Bulan Ramadan
Travel
Mandeh JHL Solitaire Hotel Hadirkan Penawaran Menarik di Bulan Ramadan

Restoran Mandeh yang berada di JHL Solitaire Hotel, memberikan penawaran menarik di Bulan Ramadan

Kampong Lorong Buangkok, Desa Terakhir yang Bertahan di Singapura
Travel
Kampong Lorong Buangkok, Desa Terakhir yang Bertahan di Singapura

Di tempat ini, sisa-sisa tahun 1960-an masih hidup dan terpampang nyata.

3 Curug Indah di Bogor yang Layak Dikunjungi
Travel
3 Curug Indah di Bogor yang Layak Dikunjungi

Banyak orang pergi ke wilayah yang masuk ke dalam provinsi Jawa Barat ini hanya untuk sekadar melepas penat

Melalui Konten Digital, Kemenparekraf Promosikan Lima Destinasi Wisata
Travel
Melalui Konten Digital, Kemenparekraf Promosikan Lima Destinasi Wisata

Program ini ditujukan untuk promosi lima destinasi super prioritas Indonesia.

Laksamana Mengamuk Pereda Dahaga saat Berbuka Puasa
Kuliner
Laksamana Mengamuk Pereda Dahaga saat Berbuka Puasa

Bagi warga Riau, salah satu sajian es favorit untuk berbuka puasa ialah es laksamana mengamuk.

Kerupuk Melarat, Camilan Bebas Minyak Khas Negeri Aing
Kuliner
Kerupuk Melarat, Camilan Bebas Minyak Khas Negeri Aing

Kerupuk warna-warni ini digoreng menggunakan pasir.

Tradisi Adat Malam Selikuran Ramadan, Keraton Surakarta Bagikan 1.000 Tumpeng
Tradisi
Tradisi Adat Malam Selikuran Ramadan, Keraton Surakarta Bagikan 1.000 Tumpeng

Malam slikuran untuk memperingati turunnya Al Quran.

Bikin Sendiri, Pangsit Le Gino yang lagi Viral
Kuliner
Bikin Sendiri, Pangsit Le Gino yang lagi Viral

Orang-orang rela antre berjam-jam untuk mencicipi sajian satu ini.

Lemang Aceh, Kuliner Khas Berbuka Puasa
Kuliner
Lemang Aceh, Kuliner Khas Berbuka Puasa

Lemang sudah jadi kuliner wajib di kalangan masyarakat Tanah Rencong, Aceh.