Ketika Kartu Kamar Hotel Bisa Dipakai untuk Menguras Uang di ATM Kartu hotel yang digunakan pelaku untuk membobol ATM nasabah. (MKF)

MerahPutih.com - Tiga WNA asal Turki harus berurusan dengan Ditreskrimum Polda Bali setelah ditangkap karena diduga membobol ATM nasabah dengan teknik skimming, Jumat (9/3) lalu. Mereka adalah Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31), Tayfun Koc (36).

Selain menggunakan berbagai alat skimmer yang di pasang di mesin ATM, para tersangka juga memanfaatkan kartu kamar hotel di Bali sebagai kartu pengganti untuk menarik uang di mesin ATM.

Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan 55 kartu ATM kosong atau duplikat warna putih dan 23 kartu warna merah marun yang merupakan kartu kamar hotel. Menurut Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya, kartu kamar hotel itu didapatkan pelaku saat menginap di beberapa hotel di Bali. "Kepada pihak hotel, mereka beralasan kartu kunci kamarnya hilang," ucapnya. Senin (12/3).

Padahal, kartu itu mereka simpan untuk digunakan sebagai kartu ATM "aspal". Dengan kartu itu para pelaku bisa membobol rekening nasabah.

Menurut Mahendra, kartu apapun yang dilengkapi magnetik bisa digunakan untuk memindahkan data nasabah yang telah dibobol oleh para ketiga tersangka tersebut. "Data nasabah yang mereka miliki (dengan teknik skimming), diduplikasi ke kartu yang ada magnetiknya," ujar Mahendra.

Dari jumlah kartu duplikat yang cukup banyak, polisi menduga tiga WN Turki ini sudah berkali-kali beraksi membobol rekening nasabah. Kata Mahendra, satu kartu digunakan untuk satu data nasabah. Bahkan, di sejumlah kartu duplikat itu, pelaku sudah mencatatkan nomer pin. "Jadi mereka tinggal mengambil saja," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan ketiga WN Turki bermula dari informasi yang dilaporkan Bank Mandiri. Pihak Bank Mandiri melaporkan bahwa pada Rabu (7/3) lalu mesin ATM yang berlokasi di Minimarket Canggu Mart Jalan Batu Mejan Canggu, Kecamantan Kuta Utara Kabupaten Badung Bali, terpasang alat skimmer. Mendapatkan informasi, polisi langsung bergerak menyelidiki dan mendalami siapa yang memasang alat skimmer tersebut.

Hingga pada akhirnya korps baju cokelat itu membekuk tiga tersangka yang merupakan warga Turki pada Jumat (9/3) dini hari di TKP.

Kata Mahendra, modus para pelaku ini cukup rapi. Mereka menggunakan alat Router (alat perekam data) yang dipasang pada mesin ATM. Kemudian, melakukan perekaman nomor PIN nasabah mengunakan panel yang berisi kamera kecil di atas keypad mesin ATM. Jadi, setiap orang nasabah yang bertransaksi di ATM itu, data-datanya akan terekam.

Data tersebut lantas dikirim ke seseorang bernama Tuga Kemir yang masih (DPO) di Isntanbul Turki mengunakan link 'sendspace. com'.

Di Turki, data-data nasabah korban diolah oleh Tuga Kemir. Setelah selesai, data dikirim kembali ke Dogan Kimis untuk dimasukkan ke laptop guna dicocokan dengan nomor pin. Kemudian, data nasabah bank dimasukan kedalam kartu ATM duplikat menggunakan alat Writercorder. Setelah data masuk, maka kartu ATM "baru" sudah bisa digunakan untuk menarik uang nasabah di mesin ATM manapun.

"Mereka membeli alat-alat di Cina. Dan untuk kartu ATM dupilkat mereka menggunakan kartu kamar hotel, dengan beralasan kartu kamarnya hilang," ujar Mahendra.

Polisi pun mencurigai bahwa tiga WN Turki ini merupakan jaringan Internasional. Apalagi dari hasil pemeriksaan, para pelaku ini mengirimkan data-data nasabah yang menjadi korban ke Turki untuk diolah. "Masih kami telusuri lewat pemeriksaan forensik komputer," jelas Mahendra. (mkf)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH