Media Sosial
Ketika Influencer Produk Kecantikan Dapat Pelecehan Seksual di Media Sosial Pelecehan seksual kerap terjadi di media sosial. (Foto: Unsplash/dole777)

SALAH satu konten tiktok influencer Nigita Ulfa tentang review lip serum keluaran Jiera mendapatkan respon positif dari pengikutnya. Beberapa pengikutnya berkomentar mengenai sosok Nigita yang selalu berhasil memengaruhi para pencinta produk kecantikan.

"Aah ini yang aku cari sakit banget pecah pecah bibir," kata salah satu pengguna tiktok.

"Wishlist banget," timpal pengguna tiktok lainnya.

"aaw pengen... asli keracunan trs sama apa yang dipake kak @nigita," kata pengguna lainnya lagi.

Namun, Nigita merasa kecewa ketika membaca salah satu komentar dari netizen. Bukannya bertanya soal keunggulan produk tersebut, netizen tersebut mengomentari bibir Nagita dengan kata berbau seksual.

Baca Juga:

Edukasi Anak Laki-laki untuk Cegah Pelecehan Seksual

"Aku kalau melihat komentar begitu lumayan sedih sih. kalau lagi emosi aku balas," ujar Nigita saat ditemui merahputih.com di PIK Avenue, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Tak hanya Nigita, pengalaman mendapatkan pelecehan seksual di media sosial juga pernah dirasakan oleh influencer Maya Cristabelle. Ironisnya, influencer yang akrab dipanggil Bela tersebut justru mendapatkan pelecehan seksual ketika mengunggah konten tentang kuliner. Lagi-lagi ada netizen mengomentari konten Bela dengan nada yang mengarah ke ranah seksual.

Perempuan kerap mendapatkan pelecehan seksual verbal. (Foto: Unsplash/Dmitry Schemelev)

Meski begitu, Bela tidak terpengaruh dengan kehadiran orang-orang iseng tersebut. Selama konten yang dihasilkan bermanfaat untuk orang lain, Bela tidak mempedulikan komentar-komentar negatif yang ia terima. "Ini bagian dari risiko kita (sebagai influencer). Selagi kita gak merugikan orang lain yaudah keep doing aja," kata Bela yang berada di samping Nigita.

Fenomena pelecehan seksual kerap terjadi di Indonesia. Menurut data dari laman resmi Komnas Perempuan dalam catatan tahunan 2021, jumlah kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) sepanjang 2020 sebesar 299.911 kasus.

"KtP berikutnya adalah di Ranah Publik atau Komunitas sebesar 21 persen (1.731 kasus) dengan kasus paling menonjol adalah kekerasan seksual sebesar 962 kasus (55 persen) yang terdiri dari dari kekerasan seksual lain (atau tidak disebutkan secara spesifik) dengan 371 kasus, diikuti oleh perkosaan 229 kasus, pencabulan 166 kasus, pelecehan seksual 181 kasus, persetubuhan sebanyak lima kasus, dan sisanya adalah percobaan perkosaan 10 kasus," demikian menurut keterangan Komnas Perempuan.

Baca Juga:

Brand Skincare Lokal Buat Kampanye Peduli Korban Pelecehan Seksual

Memang belum ada data spesifik berapa jumlah kasus pelecehan seksual secara verbal seperti yang dialami Nigita dan Bela. Namun, menurut Psikolog Human Initiative Muhammad Hamdi, jumlah pelecehan seksual terbanyak ialah secara verbal, termasuk melalui media sosial.

Bahkan, Hamdi menyatakan pemuda yang iseng menggoda perempuan di tempat publik juga sudah melakukan pelecehan seksual verbal. "Misalnya di halte busway menggoda perempuan, itu sudah termasuk (pelecehan verbal)," papar Hamdi kepada merahputih.com.

Hamdi melanjutkan, sulit menghindari pelecehan seksual verbal di media sosial. Apapun konten yang dibuat, akan ada saja pihak tak bertanggung jawab yang melontarkan kalimat-kalimat berbau seksual pada kolom komentar.

Oleh karena itu, Hamdi memberikan beberapa tips bagi korban pelecehan seksual verbal di media sosial. Ia menyarankan agar korban 'memisahkan' diri dari komentar tersebut, tidak perlu dipikirkan. Daripada dimasukkan ke dalam hati, Hamdi mengatakan influencer perempuan sebaiknya menerima kejadian pelecehan seksual verbal sebagai bahan pembelajaran. "Kita harus bisa menerima itu sebagai proses pendewasaan," ujar Hamdi.

Jiera aktif mengangkat isu pelecehan seksual. (Foto: Istimewa)

Dukungan dari orang terdekat seperti keluarga dan teman kata Hamdi juga tidak kalah penting. Banyak korban pelecehan seksual mengalami depresi karena terlalu lama memendam masalah mereka karena malu.

Bahkan, ada beberapa korban yang tidak pernah menceritakan kejadian yang mereka alami selama puluhan tahun. Jika dukungan keluarga masih belum membantu, Hamdi juga menyarankan korban untuk mendapatkan penanganan dari profesional. "Masih banyak orang baik yang memberikan perhatian kepada orang terkena pelecehan seksual," papar Hamdi.

Berbagai pihak peduli terhadap perempuan Indonesia yang mengalami pelecehan seksual. Contohnya produk Lip Serum Jiera, yang aktif mengangkat isu pelecehan seksual melalui kampanye #Itsokay. Produk ini menggandeng Human Initiative beserta para influencer yang kerap mendapatkan perundungan melalui media sosial. (ikh)

Baca Juga:

3 Gaya Rambut Badai untuk Menyegarkan Penampilanmu Pada 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tips Aman Bermotor di Jalan Rusak dan Berlubang
Fun
Tips Aman Bermotor di Jalan Rusak dan Berlubang

Kenali tips aman mengendarai sepeda motor saat melewati jalan rusak dan berlubang.

Activision Rilis Game untuk di PlayStation Meski Telah Diakuisisi Microsoft
ShowBiz
Activision Rilis Game untuk di PlayStation Meski Telah Diakuisisi Microsoft

Sebelumnya Microsoft telah mengumumkan bahwa Activision Blizzard telah dibeli olehnya sebesar hampir Rp 100 triliun

Jelang Ramadan, Siapkan 3 Hal Berikut Ini
Fun
Jelang Ramadan, Siapkan 3 Hal Berikut Ini

Sejumlah hal yang harus disiapkan menjelang bulan suci Ramadan.

'Love on Tour' Kelar, Harry Styles Ucapkan Salam Perpisahan
ShowBiz
'Love on Tour' Kelar, Harry Styles Ucapkan Salam Perpisahan

Mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan penggemar.

Terungkap, Ini Alasan Ilmiah Hiu Menyerang Manusia
Fun
Terungkap, Ini Alasan Ilmiah Hiu Menyerang Manusia

Mengapa mereka selalu digambarkan sebagai makhluk buas yang siap menerkam siapa pun di air?

EVOS Bangun Integrated Training Facility Pertama di SEA
Fun
EVOS Bangun Integrated Training Facility Pertama di SEA

Fasilitas yang dibuat untuk menunjang perkembangan esport di Indonesia.

Piala Dunia Qatar 2022 Dikritik Masalah Jejak Karbon
Fun
Piala Dunia Qatar 2022 Dikritik Masalah Jejak Karbon

Piala Dunia Qatar 2022 dianggap gagal memenuhi janji mengurangi jejak karbon.

Demi Pacar, YouTuber Potong 115 Jam Adegan Tak Penting Anime Naruto
ShowBiz
Demi Pacar, YouTuber Potong 115 Jam Adegan Tak Penting Anime Naruto

Penghapusan adegan tersebut sudah termasuk sebagian arc yang dilakukan oleh komikus agar terlihat ramai.

Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis
Fun
Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis

Bingung biasa dan quarter-life crisis berbeda.

Berikan Dia Ruang untuk Sendiri
Fun
Berikan Dia Ruang untuk Sendiri

Jangan selalu tekan pasangan, dia butuh ruang.