Ketika Gempa Terjadi di Tempat Berlibur, Lakukan Ini Siapkan diri sebelum gempa terjadi. (foto: pixabay/marcello magliosi)

BENCANA alam merupakan hal yang tidak dikehendaki saat sedang berlibur. Kendati demikian, kita tak bisa memprediksi kapan bencana alam tejadi. Oleh karena itu, sebelum pergi, persiapan perjalanan yang matang membuat kamu terhindar dari marabahaya yang mungkin terjadi.

Berikut beberapa langkah sederhana untuk menghadapi bencana alam saat sedang berlibur.

1. Sebelum Pergi

P3K
Selalu bersiap membawa P3K. (foto: pixabay/hans)

Sebelum tiba di lokasi wisata, kabari kerabat dan sahabatmu. Berikan beberapa informasi penting mengenai perjalanan seperti destinasi yang akan dikunjungi, lokasi menginap dan nomor telepon darurat. Dengan demikian, keluarga dan sahabat lebih mudah mendeteksi keberadaan kamu ketika tak bisa dihubungi saat terjadi bencana alam. Mereka lebih mudah menemukan dan membantumu dalam keadaan darurat.

2. Ketika di Lokasi

hike
Caption

Bawa nomor telepon darurat di dompet. Saat tiba di hotel, identifikasi tempat-tempat aman untuk bersembunyi atau tangga darurat jika terjadi gempa bumi. Kita juga perlu memahami seluk beluk kamar hotel tempat menginap supaya kita bisa menghindar dari cermin atau perabotan berat yang mungkin bisa jatuh. Jauhkan diri dari pintu saat terjadi gempa karena mungkin bisa jatuh.

3. Saat Terjadi Gempa

Hapalkan lokasi evakuasi. (foto: pixabay/vicwag)

Jangan panik. Jika kamu berada di kamar hotel, segera pergi ke tempat aman yang telah kamu identifikasi sebelumnya. Apabila memungkinkan, turun ke tangga darurat dengan perlahan. Untuk kamar-kamar tanpa perabotan yang kokoh, berjongkok di sudut ruangan dan tutupi wajah dan kepala dengan tangan. Jika gempa terjadi saat kau di tempat tidur dan tidak ada lampu, tetap di tempat tidur dan lindungi kepala dengan bantal. Namun, jika berada di luar ruangan pergilah sejauh mungkin dari bangunan, pemanas, atau lampu jalan. Pengemudi harus menepi jauh dari jembatan, jalan layang atau tiang listrik. Tetap gunakan sabuk pengaman sampai guncangan berhenti.

4. Apabila Terperangkap

gempa bumi
Tutupi mulut dan hidung. (foto: pixabay/skeeze)

Jangan nyalakan korek karena gas dalam korek bisa bocor sewaktu-waktu. Tutup mulut dengan sapu tangan atau pakaian untuk menghindari diri kita menghirup debu yang berpotensi membahayakan kesehatan. Ketuk atau bunyikan barang-barang di sekitar untuk memberi tahu tim penyelamat. Jangan berteriak karena dapat menyebabkan terhirup gas beracun.

5. Pascagempa

tsunami
Saat guncangan berhenti, segera evakuasi diri. (foto: pixabay/scym)

Tunggu sampai guncangan benar-benar berhenti sebelum meninggalkan tempat aman. Jika bangunan tempat kamu berlindung tidak mengalami kerusakan parah, tetap bertahan di sana. Jika bangunan tersebut dirasa kurang aman, pergi ke luar melalui tangga darurat. Kenakan celana panjang, baju lengan panjang, dan sepatu yang kokoh untuk melindungi diri dari benda-benda yang rusak. Waspadai saluran listrik yang jatuh atau saluran gas yang rusak. Apabila berada di daerah pantai atau dataran rendah, dengarkan peringatan tsunami dan pindah ke tempat yang lebih tinggi.(avia)

Kredit : iftinavia


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH