Ketika Anak Tumbuh Gigi, Begini Cara Menanganinya Perhatikan beberapa gejala anak mulai tumbuh giginya. (Foto: Pixabay/tookapic)

JELANG tumbuh gigi pada anak-anak biasanya ada tanda-tanda dari anak-anak seperti perubahan perilaku ataupun kebiasaan sehari-harinya. Biasanya, pertumbuhan gigi pada anak ditandai kebiasaan menggigit yang ada di tangannya, produksi air liur lebih banyak, nafsu makan menurun, sering menangis, muncul ruam sekitar mulut, demam hingga gusi bengkak.

Untuk itu, orangtua harus memerhatikan setiap perubahan si kecil. Sehingga, tidak terjadi kebiasaan yang buruk selama masa pertumbuhan. Dilansir dari alodokter, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menangani si kecil yang giginya mulai tumbuh.

Baca Juga:

Bahaya Ponsel Pada Bayi yang Baru Lahir, Berisiko Terkena Tumor Hingga Kanker!

1. Mainan

anak
Beri mainan gigitan yang terjaminan keamanannya (Foto: mom loves best)


Ketika gigi si kecil giat menggigit-gigit, sebaiknya diberikan mainan khusus yang aman. Direkomendasikan mainan gigitan berbahan karet alami, lateks, kayu atau silikon. Perhatikan pula penggunaan cat pada mainan itu, harus aman bagi anak kamu, pastikan diwarnai dengan food paint atau food grade.


2. Es batu

anak
Kompres gusi yang bengkak dengan es batu. (Foto: Pexels/Pixabay)


Biasanya, es dimanfaat untuk meredakan rasa nyeri atau sakit. Biasanya es dijadikan kompres untuk mengurangi pembengkakan pada kaki yang terkilir. Sementara untuk si kecil, bunda bisa menggunakan kompres es batu untuk meredam bengkak pada gusi. Biarkan si kecil mengunyahnya, atau berikan dengan cara meneteskan air dari es batu yang mencair.

Kompres dingin ini akan mengalihkan perhatian si kecil dari rasa nyeri. Untuk sensasi yang lebih menyenangkan, bunda bisa mengganti es batu dengan makanan atau minuman yang menghadirkan rasa-rasa. Bisa dengan mendinginkan yohurt atau buah-buahan. Didinginkan dalam lemari es, bukan dibekukan. Cara semacam ini direkomendasikan bagi anak usia enam bulan ke atas.


Baca Juga:

Kenali Sebab Si Kecil 'Cengeng'


3. Tetap susui

anak
Tetap memberikan ASI meskipun si kecil tak mau menyusu. (Foto: Pixabay/Pexels)


Proses tumbuh gigi seringkali membuat si kecil enggan makan. Menurunnya nafsu makan si kecil biasanya disebabkan rasa nyeri sekitar bagian mulut. Bahkan, ada bayi yang mogok menyusu. Hal ini menunjukkan rasa sakit yang dirasakan bertambah buruk. Akibatnya, bayi hanya memainkan puting sang bunda sebagai mainan gigitan.

Meski begitu, pemberian ASI harus tetap dilakukan. Guna mencukupi kebutuhan gizi anak. Untuk mengurangi rasa sakitnya, bunda bisa coba memijat gusinya lebih dulu. Cucilah tangan terlebih dahulu, pijat gusi dengan tekanan lembut dan perlahan.

4. Beri obat pereda nyeri

anak
Konsultasikan ke dokter kalau sakit gigi semakin memburuk (Foto: Pixabay/jarmoluk)


Kalau memburuk, langkah terakhir yang harus dilakukan dengan mengonsultasikan ke dokter. Biasanya, si kecil akan diberikan rekomendasi obat atau resep. Jangan menjadi dokter, selalu konsultasikan dengan profesionalnya.

Obat anti nyeri gigi, seperti gel atau krim yang mengandung benzocaine membahayakan si kecil. Obat-obatan ini berpotensi menghambat oksigen dalam darah secara dratis. Baiknya, sesuai resep dokter. Kalau diperlukan, dokter akan berikan obat acetaminophen (anak berusia kurang dari tiga bulan) atau ibuprofen (anak usia kurang dari enam bulan). (Dys)


Baca Juga:

4 Cara Ampuh Stimulasi Bayi untuk Cepat Merangkak


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH