Ketika Anak-Anak Ikut Berperang Foto: News.com.au

MerahPutih Internasional- Peperangan di atas muka bumi ini tak kunjung usai. Banyak negara yang masih dalam masa penjajahan. Bukan hanya itu, kelompok ekstremis seperti ISIS dan Al-Qaeda pun turut memporak-porandakan banyak negara di dunia.

Keadaan seperti ini membuat banyak penderitaan di berbagai kalangan. Konflik yang tak berkesudahan akhirnya membuat para warga asli negara tersebut pindah ke negara tetangga dengan status pengungsi. Pengungsi Suriah misalnya. Karena konflik yang tak kunjung reda, kondisi mereka terkatung-katung di negara tetangga. Bahkan PBB sempat kehabisan dana untuk membantu para pengungsi dari negara konflik seperti Suriah.

Keadaan ini juga menyebabkan banyak penderitaan lainnya seperti kemiskinan dan kelaparan. Bahkan banyak negara terpaksa merektrut anak-anak sebagai pasukan militernya.

Sejak tahun 2011, telat tercatat sebanyak 19 negara merekrut anak-anak sebagai gerilyawan militernya. UNICEF memperkirakan bahwa ada sekitar 250.000 anak-anak yang diikutsertakan dalam kelompok bersenjata untuk ikut berperang, bom bunuh diri, mata-mata, dan bahkan turut melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti memasak.

Tidak jarang anak-anak ini mengalami pelecehan seksual. Beberapa dari mereka diperkosa oleh komandan pasukannya. Bahkan ada remaja perempuan yang dipaksa latihan bertarung sambil menggendong anak di punggungnya.

Seperti yang dikutip News.com.au, Human Rights Watch mengungkapkan bahwa alasan negara tersebut merekrut anak-anak karena mereka gampang dimanipulasi dan diintimidasi. Mereka dipaksa bergabung dan beberapa lainnya menawarkan diri karena menganggap itu adalah kesempatan baik untuk mereka agar lebih baik.

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bantuan 'Nasi Anjing' Hebohkan Warga Warakas
Indonesia
Bantuan 'Nasi Anjing' Hebohkan Warga Warakas

Polres Metro Jakarta Utara melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

Hadapi Resesi, Jokowi Perintahkan Penyaluran Bansos Dipercepat
Indonesia
Hadapi Resesi, Jokowi Perintahkan Penyaluran Bansos Dipercepat

Kuartal III 2020 merupakan momentum pemulihan ekonomi sekaligus kesempatan Indonesia untuk menghindari fase resesi ekonomi.

 Luar Biasa, Tingkat Kunjungan Wisatawan ke Surabaya Lampaui Target
Indonesia
Luar Biasa, Tingkat Kunjungan Wisatawan ke Surabaya Lampaui Target

Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Antiek Sugiarti mengatakan pada 2019 ini, target kunjungan wisatawan 21 juta, jumlah wisatawan yang berkunjung hingga Oktober 2019 sekitar 24 juta.

Jokowi Larang Mudik, Akses Darat, Laut dan Udara dari Jakarta Harus Ditutup
Indonesia
Jokowi Larang Mudik, Akses Darat, Laut dan Udara dari Jakarta Harus Ditutup

Kementerian Perhubungan akan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang mudik

Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga Korban Banjir
Foto
Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga Korban Banjir

Personil Brimob POLRI menggendong korban banjir lansia saat mengevakuasi warga di Perumahan Ciledug Indah 2, Ciledug, Kota Tangerang, Banten

Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik
Indonesia
Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik

Kemenag dinilai kurang terbuka kepada insan pers dan publik.

Pasutri Dokter di Rumah Sakit Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Pasutri Dokter di Rumah Sakit Solo Terpapar COVID-19

Hasil tracking keduanya, kata Juliyatmono, pasutri tenaga medis ini terpapar dari pasien yang dirawatnya di rumah sakit

Kolonel TNI Dibegal Saat Bersepeda di Bintaro
Indonesia
Kolonel TNI Dibegal Saat Bersepeda di Bintaro

Seorang anggota TNI kembali jadi korban begal saat bersepeda. Kali ini, kejadiannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Jelang New Normal, Masjid Istiqlal Masih Belum Gelar Salat Jumat
Indonesia
Setahun Jokowi-Ma'ruf, 5 Ribu Mahasiswa Bakal Kepung Istana
Indonesia
Setahun Jokowi-Ma'ruf, 5 Ribu Mahasiswa Bakal Kepung Istana

BEM SI menargetkan 5 ribu mahasiswa turun ke jalan dalam aksi yang berbarengan dengan momen satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.