Keterlibatan Rusia dalam Konflik Suriah Bikin AS Geram Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley (Foto: timesofisrael)

MerahPutih.Com - Upaya Amerika Serikat dan sekutunya dalam meredam konflik Suriah selalu kandas ketika Rusia terlibat. Akibat bantuan Rusia sejumlah serangan rudal AS bersama sekutu gagal mencapai target.

Rusia sebagaimana diketahui berada di belakang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley memperingatkan Presiden Assad bahwa Amerika akan kembali melancarkan serangan rudal jika ia masih menggunakan senjata kimia dalam membasmi pemberontak.

Kepada stasiun televisi Fox News, Haley mengatakan " terserah Assad sepenuhnya" apakah serangan rudal terhadap Suriah itu menjadi satu-satunya respon atas serangan kimia yang dicurigai dilakukan pasukan Suriah minggu lalu yang menewaskan lebih dari 40 orang atau bagian dari upaya aliansi militer berkelanjutan.

Haley menuding, penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad tidak terlepas dari peran Rusia. Tak heran, atas dasar itu, AS akan memberikan sanksi baru kepada Rusia.

Nikki Haley
Nikki Haley (Foto: Reuters)

Dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi CBS News, Haley mengatakan, sanksi baru terhadap Rusia, yang mengerahkan militer ke Suriah guna mendukung rezim Assad, akan diumumkan hari Senin dan akan "diterapkan langsung ke perusahaan yang menyediakan peralatan terkait Assad dan senjata kimia yang digunakan."

Gedung Putih pada Senin (16/4) mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia menyusul dugaan serangan senjata kimia di Suriah, namun belum membuat keputusan.

"Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan keputusannya akan dibuat dalam waktu dekat," demikian juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Dia tidak mengatakan mengapa sanksi akan diberlakukan, namun duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengatakan pada Minggu bahwa AS sedang mempersiapkan sanksi baru pada Rusia atas dukungannya terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) mendengarkan Kepala "Kurchatov Institute" Mikhail Kovalchuk (ANTARA FOTO/Sputnik/Alexei Nikolskyi/Kremlin via REUTERS)

Jika sanksi AS diberlakukan, mereka akan menjadi kelompok kedua semacam itu dalam waktu satu tahun lebih terhadap program penghancuran besar-besaran senjata Suriah. Assad adalah sekutu dekat Moskow.

AS juga memberlakukan sanksi terhadap 24 warga Rusia awal bulan ini, mengenai apa yang disebut badan intelijen AS sebagai campur tangan dalam pemilihan presiden AS. Moskow membantah melakukan kesalahan.

Washington telah mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa pasukan Suriah melakukan serangan senjata kimia mematikan pada 7 April, meski kunjungan oleh pengawas senjata kimia ke lokasi penyerangan yang dicurigai ditunda pada Senin.(*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Presiden Putin Peringatkan AS dan Sekutu Terkait Serangan ke Suriah



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH