Keterlibatan Perempuan dalam Aksi Teror di Medan sebagai Strategi ISIS Tim gabungan melakukan pengamanan di rumah SA, di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Medan Sumatera Utara, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MerahPutih.com - Keterlibatan DA, istri RMN (24), pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan disebut-sebut sebagai bagian dari strategi ISIS. Kelompok ekstremis asal Suriah itu memang kerap memakai sosok yang "tak terduga" dalam setiap serangan teror.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan, pelibatan perempuan dalam kelompok radikal adalah ciri gerakan ISIS.

Baca Juga:

Ikut Perang Bareng ISIS di Suriah, Empat Orang Terduga Teroris Diciduk Densus 88

"Bisa saja sebagai sarana mengelabui aparat dan mendoktrin pelaku pria dalam melakukan aksinya," kata Stanislaus kepada merahputih.com di Jakarta, Sabtu (16/11).

Anggota ISIS dan keluarga mereka berjalan saat mereka menyerah di desa Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Selasa (12/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Rodi Said/cfo
Anggota ISIS dan keluarga mereka berjalan saat mereka menyerah di desa Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Selasa (12/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Rodi Said/cfo

Stanislaus menambahkan, strategi ini berbeda dengan kelompok Jamaah Islamiyah di mana lebih menggunakan pria sebagai pelaku teror.

"Kalau kelompok JI tak melibatkan perempuan. Disebutkan bahwa syarat mengikuti jihad adalah laki-laki akil balig," jelas Stanislaus.

Keterlibatan perempuan dalam serangan teror dinilai sangat berbahaya. Karena, selain bisa memengaruhi suami, mereka juga dapat mempengaruhi anak-anaknya untuk berbuat teror.

"Seperti serangan teroris di gereja Surabaya dan percobaan bom panci di Istana Negara," jelas Stanislaus

Ia berharap, pemerintah ke depannya melakukan upaya deradikalisasi dengan melibatkan kelompok perempuan. Sebab, dengan pendekatan yang tepat, penyebaran paham radikalisme dapat dicegah.

Sebelumnya, polisi menduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan berinisial RMN terpapar radikalisme dari istrinya, DA. Sang istri juga diketahui memiliki jejak digital perencanaan bom di Bali.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, DA saat ini telah diamankan oleh Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri.

"Istri pelaku tersebut atas nama DA. DA yang diduga yang terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku," kata Dedi.

Baca Juga:

Pengamat Ingatkan Semua Pihak Soal Baiat ke Pemimpin Baru ISIS

Atas dasar itu, polisi menduga RMN lebih dulu terpapar paham radikalisme dari istrinya, baru kemudian terpapar dari media sosial.

Polisi berjaga di lokasi ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/pras.
Polisi berjaga di lokasi ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/pras.

Selain itu, DA disebut juga pernah berkomunikasi dengan seseorang berinisial I yang saat ini diketahui tengah mendekam di Lapas Kelas 2 Wanita di Medan.

"Si istri (DA) sering mendatangi, berkunjung ke lapas ataupun ke lokasi, itu yang masih kita dalami," ujar Dedi.

Polisi juga, kata dia, menemukan perencanaan aksi terorisme di Bali dalam jaringan komunikasi DA di media sosial. (Knu)

Baca Juga:

Akui Kematian Abu Bakr Al-Baghdadi, ISIS Bersumpah Balas AS


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH