Bisnis

Keterlibatan Penyedia TIK Dukung Penguatan Ekonomi Digital Syariah

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 30 Juni 2023
Keterlibatan Penyedia TIK Dukung Penguatan Ekonomi Digital Syariah
Indonesia sebagai negara ekonomi berbasis syariah terbesar keempat di dunia. (Foto: Pexels/Tima Miroshnichenko)

DATA State of the Global Islamic Economy Report 2022 menunjukkan Indonesia sebagai negara ekonomi berbasis syariah terbesar keempat di dunia. Posisi Indonesia masih bisa terus merangkak naik karena kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus meningkat.

Pencetakan tenaga cakap digital memerlukan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas masyarakat ekonomi syariah, dan penyedia TIK. Mengambil momen istimewa peringatan Idul Adha 1444 H, penyedia TIK Huawei Indonesia menunjukkan dukungannya terhadap penguatan ekonomi syariah di Indonesia.

Berlandas pada salah satu pilar komitmennya, ‘Huawei I DO Care’, Huawei Indonesia menggelar kegiatan berbagi hewan kurban untuk masyarakat yang tersebar di 15 kota di Indonesia: Jakarta, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Denpasar, Mataram, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Makassar, Sorong, dan Fak-Fak.

Director of ICT Strategy and Business, Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi mengungkapkan bahwa sinergi dan kerja sama dengan pemerintah bertujuan memberdayakan komunitas muslim yang berasal dari berbagai tingkatan, dari pelajar atau santri, generasi muda calon pemimpin masa depan, hingga technopreneur guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang lebih baik.

“Semangat berkolaborasi menjadi motor Huawei dalam berkontribusi di Indonesia. Di bidang TIK, Huawei telah berkomitmen mendukung keseriusan pemerintah dalam mencetak talenta-talenta cakap digital yang kelak menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi syariah yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas digitalisasi dan transformasi digital. " tutur Rosidi seperti tersua dalam rilis kepada Merahputih.com (23/6).

Baca juga:

Alibaba Cloud Siap Dukung Ekonomi Digital Indonesia

huawei kurban
Huawei Indonesia menggelar kegiatan berbagi hewan kurban untuk masyarakat yang tersebar di 15 kota di Indonesia (Foto: Dok. Huawei)

Rosidi mencatat, Huawei telah memberikan pelatihan, pembekalan dan sertifikasi kepada lebih dari 80.000 talenta digital yang tersebar dari seluruh wilayah Indonesia. "Hingga 2025, kami menargetkan mampu melahirkan 100 ribu talenta digital di Indonesia yang berkompetensi,” terang Rosidi.

K.H. Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengatakan bahwa pelibatan penyedia solusi TIK seperti Huawei sebagai mitra sangat diperlukan dalam membentuk ekosistem ekonomi syariah.

"Sebagai contoh, solusi digital yang memudahkan proses sertifikasi halal akan sangat membantu pelaku UMKM. Manfaat solusi teknologi seperti inilah yang dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis berbasis syariah yang berkelanjutan,” kata Tambunan.

H. Choirul Sholeh Rasyid, Ketua Tanfidziah PBNU, juga berpendapat serupa. “Indonesia membutuhkan aksi dan kolaborasi nyata seperti yang telah dilakukan oleh Huawei. Memberikan pelatihan dan pendampingan digital bagi pelaku UMKM sehingga bisa mengejar ketertinggalan. Ini merupakan fondasi pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis syariah di era digital yang dinamis ini,” terang Rasyid.

Dengan menerapkan TIK, wirausahawan Muslim dapat menumbuhkan bisnis mereka. "Implementasi TIK dapat meningkatkan kualitas serta menjadi bekal ketika mereka mulai mengalihkan orientasinya ke pasar ekspor. Sehingga Indonesia akan memiliki produk juara yang dapat bersaing di ranah global,” kata Dr. Mukhaer Pakkanna, Wakil Ketua Satu Majelis Ekonomi Bisnis Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pesan positif terhadap program kepedulian ‘Huawei I DO Care’.

“Kementerian Agama menilai kontribusi Huawei sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan prinsip Ukhuwah Islamiyah dalam mewujudkan kebaikan bagi sesama. Mari kita jadikan perayaan Idul Adha sebagai momentum menebar kebaikan melalui kolaborasi yang nyata bagi bangsa dan negara,” sebut Qoumas.

Baca juga:

Kota Bandung Dinyatakan Terbaik pada Indeks Literasi Ekonomi Digital

huawei berkurban

"Kita dapat mengoptimalkan berbagai potensi tersebut serta mendorong pemanfaatan ekonomi digital syariah yang lebih maju dan adaptif," kata Rudy Salauddin. (Foto: Dok. Huawei)

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, dengan populasi muslim terbesar di dunia dan penetrasi internet yang semakin meningkat, Indonesia memiliki potensi besar untuk ekonomi digital syariah.

“Melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, dunia usaha, komunitas masyarakat ekonomi syariah, serta penyedia TIK seperti Huawei, kita dapat mengoptimalkan berbagai potensi tersebut serta mendorong pemanfaatan ekonomi digital syariah yang lebih maju dan adaptif. Kami mengapresiasi komitmen Huawei I DO Care sebagai bentuk konsistensi dari Huawei dalam berkontribusi mendukung transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

Selain menyalurkan hewan kurban, Huawei juga menggelar ajang apresiasi bagi masyarakat yang telah menyebar kebaikan bagi sesama. Huawei memberikan “Anugerah Masyarakat Cerdas dan Insipratif 2023” kepada beberapa sosok inspiratif di tiga kategori.

Kategori Tokoh Penggerak Zakat jatuh pada Saidah Sakwan, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional. Kategori Tokoh Wanita Penggerak Literasi Bangsa diraih oleh Firan Tani, novelis. Kategori Kepemimpinan Perempuan Disabilitas dalam Membangun Masyarakat Inklusif tersemat kepada Revita Alwi, Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI). (dru)

Baca juga:

Zaman Marak Ekonomi Digital, Kepercayaan Konsumen Jangan Ditinggal

#Huawei #Idul Adha #Ekonomi Digital
Bagikan
Bagikan