Ketawa Kelewat Keras Picu Kematian Tertawa terlampau keras picu kematian. (Foto: Pixabay)

MUNGKIN kamu langsung protes saat membawa judul artikel ini. Masa sih ketawa bisa memicu kematian? Eits, tunggu dulu.

Coba baca perlahan-lahan judulnya. Ketawa yang menyebabkan kematian adalah ketika kamu melakukannya secara berlebihan. Fakta ini bukanlah hal baru.

Seorang filsuf Yunani, Chrysippus, tewas setelah tertawa hingga terpingkal-pingkal. Ia tertawa lantaran melihat keledainya mabuk sesudah diberi minuman anggur.

Menyedihkan, ya? Tertawa sejatinya menyehatkan otak dan memperpanjang usia. Akan tetapi, ia malah meninggal dunia.

Ahli Neurologi dari Brigham and Women’s Hospital, Martin Samuels, menjelaskan perasaan terlalu ekstrem dapat mengaktifkan bagian otak yang berdampak pada gangguan pernafasan. Itulah sebabnya mengapa orang yang tertawa terlampau keras bisa tewas.

Tawa
Tertawa. (Foto: Pixabay/Pexels)

Seperti dilansir npr.org, efek perasaan yang terlalu ekstrem bukan hanya terlihat pada orang yang tertawa tetapi juga sedih.

Saat kamu tertawa, otak melepas hormon kimia adrenalin. Ketika hormon yang dilepas terlampau banyak, jantung akan teracuni. Ketawa berlebihan juga bisa menyebabkan detak irama pada jantung menjadi abnormal. Inilah yang membuat seseorang tewas.

Penderita asma? Hindarilah tertawa berlebihan. Kamu bisa terkena serangan asma, kemudian pingsan.

Bukan cuma itu. Tertawa terlampau keras juga dapat memicu pneumotoraks. Ketika pneumotoraks terjadi, paru-paru mengempis. Lalu kamu bisa pingsan.

Penyakit lain yang berpotensi muncul adalah cataplexy, aneurisma pada otak, serta hernia. Sebenarnya, cataplexy jarang terjadi. Gejalanya, otot-otot wajah mengendur. Akibatnya, kamu lemas dan mungkin saja pingsan.

Gejala lain, rahangmu terkilir akibat otot-otot menjadi lemas saat kamu tertawa terbahak-bahak. Aneurisma otak juga bisa terjadi. Pemicunya adalah pelebaran pembuluh darah arteri serta tekanan pada tengkorak otak.

Satu lagi penyakit akibat ketawa kelewat keras mungkin tidak pernah kamu bayangkan. Hernia. Ya, hernia bisa kumat karena terjadi kontraksi otot yang menyebabkan tekanan pada dinding perut lebih kuat. Akibatnya usus tertekan serta menonjol.

Meski kelihatan ringan, hernia sebenarnya akan membuatmu sulit tertawa. Jadi mending mana, tertawa terlampau keras, lalu sakit? Atau, tertawa biasa-biasa saja, tetapi tetap sehat? (Rin)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH