Ketat, Perjalanan Bisnis ke Singapura Harus Penuhi Persyaratan Ini Persyaratan yang harus disiapkan untuk lakukan kunjungan ke Singapura (Foto: Unsplash/Joshua Ang)

SINGAPURA menerapkan uji coba pengaturan jalur cepat (Fast Lane arrangement) bersama beberapa negara lain untuk membuka kembali perbatasan secara bertahap.

Dilansir dari Antara, Senin (30/11), Indonesia bersama Singapura, Malaysia, Tiongkok, Brunei Darussalam, Jepang, dan Republik Korea yang tergabung dalam Reciprocal Green Lane (RGL), memungkinkan mulainya kembali perjalanan pendek guna keperluan bisnis dan perjalanan resmi penting.

Baca juga:

Perbatasan Dibuka, Berikut Aturan bagi Pelancong Masuk ke Singapura

Pembukaan perbatasan secara bertahap ini memungkinkan warganya untuk melakukan aktivitas penting di luar negeri dan begitu juga sebaliknya. Namun, untuk masuk ke Singapura, ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan.

Keberangkatan

Untuk masuk ke Singapura, setiap calon pengunjung dari negara lain wajib terdaftar dalam SafeTravel Pass (STP) (Foto: Unsplash/Artur Tumasjan)

Untuk masuk ke Singapura, setiap calon pengunjung dari negara lain wajib terdaftar dalam SafeTravel Pass (STP) melalui badan pemerintah atau perusahaan yang menjadi sponsor. Bisa juga melalui perusahaan yang memberikan undangan untuk datang ke Singapura. Artinya kunjungan tidak memungkinkan atas nama pribadi atau wisata.

Perusahaan atau badan pemerintahan yang menjadi sponsor tersebut akan mengajukan STP atas nama calon pengunjung. Persetujuan atau penolakan STP akan diberikan kepada sponsor perjalanan dan selanjutnya diteruskan kepada calon pengunjung.

Selain itu, pengunjung juga harus memiliki SG Arrival Card (SGAC) yang terdiri dari surat keterangan sehat berupa hasil tes PCR negatif 72 jam sebelum keberangkatan. Pengunjung wajib melaporkan akomodasi dan rencana perjalanan melalui aplikasi Safe Travel Concierge (STC).

Dalam rencana perjalanan, pengunjung hanya bisa singgah di tempat-tempat bisnis, hotel, dan melakukan kontak terbatas dengan warga setempat. Pengunjung tidak diperkenankan mengunjungi tempat rekreasi, shopping, ataupun melakukan pertemuan pribadi. Kecuali jika masuk dalam pengajuan rencana perjalanan.

RGL membatasi rencana perjalanan paling lama hanya 10 hari dan tidak mengizinkan untuk memperpanjang durasi kunjungan. Pengunjung tidak diperkenankan untuk membawa anggota keluarga dari Indonesia. Jika didapati melanggar, akan diberikan sanksi yang berdampak pada kunjungan di kemudian hari.

"Pengundang wajib membuat itinerary bagi pengunjung dan sebagai organization agency guarantee yang akan stick to the itinerary. Pemerintah Indonesia sudah sepakat ini adalah aturannya," ujar perwakilan Singapore Tourism Board Indonesia di Singapura, Mohamed Firhan Abdul Salam yang dikutip dari Antara.

Pengunjung juga harus memesan tes PCR untuk kedatangan di bandara Changi. Pemesanan tes tersebut dilakukan sebelum berangkat dan pendaftaran bisa dilakukan melalui aplikasi STC. Pengunjung cukup menunjukkan barcode pemesanan pada petugas imigrasi di Changi.

Tiba di Singapura

Semua pemeriksaan dokumen selesai, pengunjung diarahkan untuk menjalani tes PCR kedatangan di bandara (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)

Dokumen-dokumen seperti paspor, tiket, rencana perjalanan, surat persetujuan dari STP, dan hasil tes negatif PCR dari Indonesia, harus dicetak untuk ditunjukkan kepada petugas imigrasi di bandara Changi. Setelah semua pemeriksaan dokumen selesai, pengunjung diarahkan untuk menjalani tes PCR kedatangan di bandara.

Baca juga:

Harus Mampir, 5 Destinasi Wisata Singapura yang Hits di 2020

Selesai melakukan tes, pengunjung akan diarahkan untuk mengambil token TraceTogether. Pengunjung wajib menggunakan token dan mengaktifkannya agar memudahkan pelacakan jika terdeteksi ada yang terpapar COVID-19.

Kemudian pengunjung dapat menuju area penjemputan. Armada transportasi telah dipersiapkan sebelumnya dan akan langsung menuju hotel. Sesampainya di Hotel pengunjung diminta untuk mengisolasi diri, hingga hasil tes PCR di bandara keluar. Hasil tes diperkirakan akan memakan waktu 6-8 jam.

Jika hasil tes positif COVID-19, maka pengunjung akan langsung dijemput ambulans untuk melakukan tindakan medis. Biaya pengobatan ditanggung oleh pengunjung sendiri, kecuali diikutkan asuransi kesehatan oleh pihak sponsor.

Kepulangan

Sebelum kembali ke Indonesia, pengunjung diwajibkan untuk melakukan tes PCR (Foto: Unsplash/chuttersnap)

Sebelum kembali ke Indonesia, pengunjung diwajibkan untuk melakukan tes PCR. Setidaknya tes tersebut dilakukan 72 jam sebelum penerbangan pada klinik rujukan di Singapura. Hasil tes tersebut harus dibawa dan ditunjukkan pada petugas saat check-in di bandara Changi dan petugas imigrasi bandara Soekarno-Hatta.

Terakhir, pengunjung harus mengembalikan token TraceTogether di bandara Changi sebelum melakukan penerbangan pulang. (kna)

Baca juga:

4 Aktivitas Wisata Ini Kudu Masuk 'Bucket List' saat Mengunjungi Kepulauan Riau

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jangan Malas Rawat Ban Walau Mobil Jarang Digunakan
Fun
Jangan Malas Rawat Ban Walau Mobil Jarang Digunakan

Ban mobil bisa rusak jika tidak dirawat.

Budaya Literasi Penting! Bagaimana Cara Membangun Budaya Literasi?
Fun
Budaya Literasi Penting! Bagaimana Cara Membangun Budaya Literasi?

Budaya literasi masih minim di negeri kita.

Buka Puasa Ala Hotel Bintang 5, "Solitaire Foodism Delivery" Solusinya
Fun
Buka Puasa Ala Hotel Bintang 5, "Solitaire Foodism Delivery" Solusinya

Duduk manis saja, makanan ala hotel bintang 5 siap diantar ke rumahmu.

Billie Eilish Batalkan Tur Dunianya
ShowBiz
Billie Eilish Batalkan Tur Dunianya

Selama masa pandemi, Billie Eilish tetap merilis lagu.

Selama Pandemi Anak-anak Jarang Main Gim di Komputer
Fun
Selama Pandemi Anak-anak Jarang Main Gim di Komputer

Survei yang dilakukan Kaspersky Indonesia menemukan jika aktivitas anak bermain gim melalui perangkat komputer berkurang.

Terlihat Royal, Ini Barang yang Sering Dibawa Ratu Elizabeth II
Fashion
Terlihat Royal, Ini Barang yang Sering Dibawa Ratu Elizabeth II

Jean Wills, sepupu Ratu yang diundang makan malam di rumah Berkshire terkejut melihat Yang Mulia membawa barang itu.

Tak Banyak Yang Tahu, Film 'Parasite' Terinspirasi dari Kehidupan Pribadi Sutradaranya
ShowBiz
Tak Banyak Yang Tahu, Film 'Parasite' Terinspirasi dari Kehidupan Pribadi Sutradaranya

TAHUN lalu nasib baik berpihak pada Bong Joon-ho. Filmnya Parasite membawanya ke panggung-panggung internasional.

Akibat Virus Corona, Snapchat Minta Karyawannya Bekerja Dari Rumah
Fun
Akibat Virus Corona, Snapchat Minta Karyawannya Bekerja Dari Rumah

Akibat Virus Corona, Snapchat Minta Karyawannya Bekerja Dari Rumah

TinyTAN Datang dengan 'Magic Door'
ShowBiz
TinyTAN Datang dengan 'Magic Door'

TinyTAN versi kedua dari BTS.

Melanjutkan Debut di DCEU, Henry Cavill akan Kembali Sebagai Superman
ShowBiz
Melanjutkan Debut di DCEU, Henry Cavill akan Kembali Sebagai Superman

Cavill dikabarkan tengah dipertimbangkan Warner Bros untuk kembali memerankan Superman.