Ketangguhan Eks Head Barista Bertahan Hidup di Masa Pandemi Kisah ketangguhan Eks Head Barista menjalani hidup setelah kehilangan pekerjaan di masa pandemi (Foto: dok. pribadi Daus)

PANDEMI COVID-19 menjadi momok menakutkan bagi sejumlah orang. Banyak orang kian sengsara lantaran kehilangan orang tercinta sampai pekerjaan.

Perusahaan terpaksa 'merumahkan' karyawan nya karena omsetnya 'tiarap' akibat pandemi. Akibatnya, lapangan pekerjaan semakin sedikit dan menjadi rebutan banyak orang.

Baca Juga:

Kopi Untuk Sesama Gaungkan Gerakan StopDramaBantuSesama

Hal itu dialami Rahmad Rijat Firdaus atau akrab disapa Daus. Di masa-masa awal pandemi pada 2020, Daus tadinya berprofesi sebagai Head Barista sekaligus Manager sebuah cafe di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, terpaksa kehilangan pekerjaan karena omsetnya kian menurun.

Daus sempat menjadi Head Barista sekaligus Manager Cafe sebelum pandemi melanda Tanah Air (Foto: dok. pribadi Daus)

Hilangnya pekerjaan tersebut membuat Daus sangat terpukul. Ia berpikir di masa pandemi sangat sulit untuk mencari pekerjaan. Terlebih Daus sangat membutuhkan uang lantaran harus membantu biaya pengobatan sang ibu.

Namun kondisi sulit tak membuat Daus lantas menyerah dengan keadaan. Berbagai upaya dilakukannya untuk mendapatkan pekerjaan demi bisa mendapat uang.

"Saat itu gue sempet ngelamar-ngelamar kerja, ke beberapa cafe atau coffee shop masih buka lowongan, cuma memang belum rezekinya, jadi enggak dapet. Agak susah sih, karena cafe juga lagi pada sulit pendapatannya," tutur Daus pada merahputih.com.

Daus sempat melamar ke sejumlah perusahaan, namun justru mengalami kejadian tidak mengenakan (Foto: pixabay/geralt)

Saat Daus berupaya keras mencari pekerjaan, ada sebuah kejadian tak mengenakan. Daus sempat mendapat panggilan interview di daerah Semanggi, untuk posisi sebagai Barista dengan penempatan di wilayah Bintaro.

Namun, saat memasuki kantor tempat akan berlangsung interview, Daus mulai merasa curiga karena kantor tersebut di sebuah ruko kecil dan hanya ada kursi-kursi. Meski begitu, Daus tetap positif thinking lantaran kantor tersebut mengatasnamakan sebuah brand ternama.

Namun, alih-alih diinterview, ditest, dan diarahkan soal penempatan kerja, pihak kantor tersebut justru meminta sejumlah uang padanya.

"Pas dateng interview, disuruh bayar, dia nyebutin nominalnya Rp 400 ribu sekian. Langsung aja gue tinggal pas disuruh bayar, soalnya enggak meyakinkan juga kantornya," ujar Daus.

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan di Cafe maupun Coffee Shop, berbagai upaya daus lakoni demi mendapatkan banyak uang untuk sekadar bertahan hidup, serta membantu biaya pengobatan orangtuanya.

Ketika masa sulit itu terjadi, pria gemar dengan hal-hal berkait Jepang itu berupaya keras untuk mendapatkan uang. Pekerjaan-pekerjaan freelance pun dikerjakan, demi bisa mendapatkan uang.

"Gue sempat menjadi cosplayer di event-event, hingga menjadi kurir paket paruh waktu untuk meraih penghasilan," paparnya.

Selain itu, Daus juga meraih pendapatan dari membuka jasa foto dan video prewedding kecil-kecilan bersama rekan-rekannya.

Ketika pandemi mulai mereda, Daus terbesit keinginannya sejak lama untuk bisa memiliki usaha kopi atau kedai kopi sendiri. Alhasil dengan sedikit modal dan berbekal kemampuan di bidang kopi, Daus mencoba usaha kopi kecil-kecilan diberinama Sarkas Koffie.

Dengan modal kecil dan peralatan seadanya, Daus memberanikan diri untuk menjual brand kopi sendiri (Foto: dok. pribadi Daus)

Nama Sakras Koffie memiliki sebuah makna khusus. Kata Sarkas diambil dari majas sarkasme merupakan sindiran keras. Maksud Daus ingin agar Sarkas Koffie bisa blak-blakan tapi ke arah lebih positif.

Dalam artian, Daus ingin memberikan semangat secara jelas dan kuat seperti sarkasme. Sementara untuk kata Koffie diambil dari bahasa Turki, artinya Kopi.

Baca Juga:

Kopi Perempuan Tani, Tempat Ngopi dan Belanja Produk Petani Indonesia

"Di Sarkas Koffie, kita menonjolkan cita rasa kopi lebih bold, kuat dan nendang, cocok banget buat para penikmat kopi. Di sisi lain Sarkas Koffie lahir untuk mengembalikan budaya Indonesia, saat kopi jadi salah satu sarana untuk memperat tali persaudaraan," ungkap Daus.

Sejumlah menu minuman andalan dari Sarkas Koffie, antara lain Palm Sugar Coffee, Red Velvet, dan Lemon Grass. Harga minuman di Sarkas Koffie sangat terjangkau, dari mulai Rp 10 Ribu hingga Rp 17 ribu.

Sarkas Koffie menghadirkan sejumlah menu kopi dan non-kopi (Foto: dok.pribadi Daus)

Daus hanya berjualan dari mulut ke mulut, seperti mempromosikan ke teman-teman dan komunitas. Meski tak terlalu aktif di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya, namun omset diraih Daus cukup lumayan.

"Awalnya sih hanya 2-7 gelas/botol per hari, tapi sekarang-sekarang sih pernah sampai 200 gelas/botol kopi seharinya. Bisa juga buat pesanan event atau wedding," ujar pemilik kedai kopi dengan Instagram @sarkaskoffie.id,

Menurut Daus, perkembangan usaha kopinya cukup lumayan. Setidaknya bisa untuk bertahan hidup dan membantu orang tua. Rencana ke depannya, Daus akan fokus mengembangkan Sarkas Koffie, dan meraih mimpinya ingin memiliki kedai kopi lebih besar lagi.

Salah satu tujuan Daus mengembalikan jati diri kopi untuk mempererat hubungan manusia, bukan gaya hidup atau gengsi. (Ryn)

Baca Juga:

Mengapa Nama Kedai Kopi Made In Negeri Aing Puitis?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada Band Gunakan Teknologi Dolby Atmos di Single ‘Berharap Cinta’
ShowBiz
Ada Band Gunakan Teknologi Dolby Atmos di Single ‘Berharap Cinta’

Single Berharap Cinta menjadi penerus konsep album Love Hope Reality dari Ada Band.

Song Joong-ki Mengaku Emosional Selama Syuting ‘Vincenzo’
ShowBiz
Song Joong-ki Mengaku Emosional Selama Syuting ‘Vincenzo’

Sempat menangis saat hari terakhir syuting.

'Among Us Arena', Bentuk Kreatif Gim 'Among Us'
Fun
'Among Us Arena', Bentuk Kreatif Gim 'Among Us'

Among Us menjadi pertarungan ala gim 2D lawas, bertajuk Among Us Arena.

Ragam Ekspresi Maaf di Negeri Aing Enggak Sebatas Kepada Sesama Manusia
Hiburan & Gaya Hidup
Ragam Ekspresi Maaf di Negeri Aing Enggak Sebatas Kepada Sesama Manusia

Mengintip ragam ekspresi mitna maaf di Negeri aing yang sarat akan makna

Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing
Hiburan & Gaya Hidup
Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing

Banyak siswa di Negeri Aing yang kerap 'mengubah' pekerjaan rumah menjadi 'pekerjaan sekolah'

Ramalan Baba Vanga untuk Tahun 2021
Fun
Ramalan Baba Vanga untuk Tahun 2021

Vanga pernah menyampaikan bahwa di tahun 2021 merupakan tahun ditemukannya obat kanker.

Square Enix Rilis Trailer Terbaru 'Stranger of Paradise Final Fantasy Origin'
Fun
Square Enix Rilis Trailer Terbaru 'Stranger of Paradise Final Fantasy Origin'

Game Stranger of Paradise Final Fantasy Origin ini akan berorientasi menjadi game action layaknya Nioh.

Jagung dan Segudang Manfaatnya
Fun
Jagung dan Segudang Manfaatnya

Simak manfaat luar biasa dari jagung untuk kesehatan tubuh.

Rekap Lagu Terbaru Minggu ini, dari Kim Petras hingga Halsey
ShowBiz
Rekap Lagu Terbaru Minggu ini, dari Kim Petras hingga Halsey

Billboard merekomendasikan lagu-lagu baru dari artis kesayangan kamu seperti Kim Petras, Halsey, Rina Sawayama, Wrabel, dan A Great Big World.