Ketan Ireng Solusi Jalur Cepat Urus Surat Kelahiran dan Kematian di Malang Proses pemakaman pasien corona (Foto: IST/ANT))

MerahPutih.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang luncurkan program Ketan Ireng untuk mempermudah pengurusan akta kelahiran dan kematian.

Ketan Ireng merupakan akronim dari Kependudukan dan Kesehatan Mari Bareng ini hasil kerja sama Dispendukcapil dengan beberapa rumah sakit yang ditunjuk. Program ini diluncurkan untuk memfasilitasi hak sipil masyarakat harus dipenuhi dengan mudah dan cepat, terlebih pengurusan dokumen kependudukan.

Baca Juga:

Akta Kelahiran Anak Gratis di Jakarta Pusat

“Harapan Pemkab Malang agar layanan Dispendukcapil ini akan meningkat kualitasnya. Supaya masyarakat ini hak sipilnya terpenuhi dengan maksimal. Saya meminta agar bidang kesehatan bekerjasama dengan Dispendukcapil agar pencetakan akta kelahiran dan kematian bisa lebih cepat,” kata Bupati Malang, HM Sanusi, dikutip dari pernyataan resmi Pemkab, Jumat (28/8).

akta kelahiran
Dokumen Akta Kelahiran (ANTARA)

Bupati menambahkan sementara ini baru 8 rumah sakit di Kabupaten Malang sudah berkolaborasi dengan Dispendukcapil dalam program Ketan Ireng ini.

"Bertahap, nanti semua rumah sakit digandeng dan saat ini memang baru delapan. Kita pastikan nantinya akan kita layani sebaik mungkin. Sebab ini hak dasar bagi warga negara tentunya,” tandas Sanusi.

Menurut Bupati dengan program ini seyogiayanya pengurusan dokumen kematian dan kelahiran di Kabupaten Malang bisa diselesaikan hanya dalam hitungan jam bukan hitungan hari atau bulan seperti yang terjadi selama ini.

“Jika ada laporan kematian, hari itu juga harus dicetak dan diselesaikan total. Jika demikian program ini busa berjalan dengan baik, dan itu wajib kita dukung sepenuhnya,” tutup orang nomor satu di Pemkab Malang itu. (Andika L/Jawa Timur)

Baca Juga:

Pakar Mikroba UGM Pastikan Jenazah Pasien Corona Tak Sebarkan Penyakit

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Agus Martowardojo Bantah Diperiksa KPK Soal Cetak Uang Rupiah di Australia
Indonesia
Agus Martowardojo Bantah Diperiksa KPK Soal Cetak Uang Rupiah di Australia

Agus yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan enggan mengomentari kasus tersebut.

Ada Potensi 'Wabah Ganda', Anak-Anak Diminta Segera Imunisasi
Indonesia
Ada Potensi 'Wabah Ganda', Anak-Anak Diminta Segera Imunisasi

Dalam konteks saat ini, imunisasi secara lengkap pada anak dapat meningkatkan kekebalan tubuh

Demokrat Minta Pemerintah Cari Solusi Atasi Badai Ekonomi COVID-19
Indonesia
Demokrat Minta Pemerintah Cari Solusi Atasi Badai Ekonomi COVID-19

"Bangsa ini sedang uji oleh kerasnya situasi ini. Tidak ada jalan mudah, semoga Indonesia baik-baik saja," kata Sartono

RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.638 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.638 Pasien COVID-19

Kemudian pasien suspek 208 orang dengan rincian total pasien rawat inap sebanyak 221 orang

Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia
Indonesia
Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia

Pada generasi belasan tahun terakhir, sudah mulai berubah pola. Perekrutan dilakukan media sosial seperti facebook, instagram, telegram dan WhatsApp.

[HOAKS atau FAKTA]: Din Syamsuddin Berambisi Jadi Wapres Gantikan Maruf Amin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Din Syamsuddin Berambisi Jadi Wapres Gantikan Maruf Amin

pada 18 Agutus 2020 lalu, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

 Makin Ketat, Naik Pesawat dari Bandara Soetta Harus Lewati 4 Pos Pemeriksaan
Indonesia
Makin Ketat, Naik Pesawat dari Bandara Soetta Harus Lewati 4 Pos Pemeriksaan

Selain itu, lanjut Muhammad Awaluddin, saat ini juga sudah diterapkan kebijakan baru dalam memproses keberangkatan, dimana calon penumpang harus melalui 4 pos pemeriksaan (checkpoint) sebelum naik pesawat.

Tangis Haru Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac
Indonesia
Tangis Haru Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac

Uji klinis vaksin oleh Unpad sudah dilakukan sejak 2002. Hal ini berdampak pada terlaksananya semua jadwal imunisasi di Indonesia.

Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan
Indonesia
Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan

"Karena ia telah memberi contoh yang tidak baik dan merusak pondasi kebangsaan yang berdemokrasi serta persatuan bangsa," tutup Gurun.

 Polisi Belum Terima Laporan Ancaman Terhadap Panitia dan Pembicara Diskusi UGM
Indonesia
Polisi Belum Terima Laporan Ancaman Terhadap Panitia dan Pembicara Diskusi UGM

"Polisi melindungi semua warga negara. Jika ada yang merasa terancam silahkan melapor ke kepolisian terdekat," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Yulianto