Ketakutan Otak-atik Independensi BI di RUU Omnibus Law Sektor Keuangan

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Rakyat akan membahas Rancangan Undang-Undang sektor keuangan pada Agustus 2021. RUU Omnibus Law Sektor Keuangan ini, akan merevisi ulang tujuh undang-undang. Salah satunya adalah penataan ulang dari kewenangan kelembagaan yang dikhawatirkan mengurangi independensi Bank Indonesia.

RUU tentang Reformasi Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan terdiri dan 94 pasal yang merumuskan ulang tujuh undang-undang pendahulunya. UU yang akan dirumuskan ulang tersebut adalah UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.

Baca Juga:

Sambut Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia Solo Sediakan Uang Rp3,7 Triliun

Kemudian, UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang OJK, lalu UU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuanga serta UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pembuatan Omnibus Law sektor keuangan ini dipertanyakan urgensinya. Karena selama ini, sektor keuangan diyakini telah berjalan sesuai koridor dan sektor keuangan saat ini masih cukup baik.

“Secara penalaran saya mengatakan biasanya orang melakukan sesuatu untuk diubah mesti karena yang dilihat itu tidak memuaskan. Jadi motivasi dari keluarnya RUU ini sendiri apa? " ujar Mantan Gubernur Bank Indonesia Soedrajad Djiwandono di Jakarta, Senin (19/4).

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi menastikan, Omnibus Law sektor keuangan akan dibahas sekitar Agustus dan September. Sehingga, masih adawakru bagi pelaku di sektor keuangan, pengamat, dan stakeholder untuk berdiskusi memberikan input supaya naskah akademiknya lebih lengkap dan komprehensif.

DPR, kata ia, masih belum menerima draft resmi revisi RUU sektor keuangan dan bersama dengan pemerintah rutin melakukan focus group discussion (FGD) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kami sudah melakukan FGD untuk menerima masukan masukan dan solusi yang terbaik bagaimana penguatan sektor kelembagaan, kemudian format pengawasan, idealisme, supaya sektor ekonomi tumbuh dan tenaga kerja bisa tumbuh dan lain sebagainya,” ungkap dia.

Soedrajad Djiwandono mengkhawatirkan usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) sektor keuangan yang masuk Program Legislasi Nasional 2021 akan menjadikan Bank Indonesia kembali ke sistem sentralistik.

“Yang sepertinya ditunjukkan untuk menjadi sentralistik adalah pengawasan perbankan terpadu. Kenapa tidak pengawasan keuangannya saja yang dipadukan,” ujarnya.

Ia memaparkan, saat menjabat sebagai Gubernur BI tahun 1993-1998, Bank Indonesia tidak independen, bahkan diberi pangkat menteri.

“Kondisi yang tidak independen saat itu, sangat memberatkan tugas. Karena harus meyakinkan seluruh dewan moneter dan dewan moneter sendiri yang menentukan kebijakan moneter, bukan Bank Indonesia, harus tunduk kepada presiden karena ketuanya seorang menteri,” ungkap Drajad.

Bank Indonesia yang tidak lagi independen, dikhawatirkan kinerja bank sentral dan seluruh sistem keuangan yang sebenarnya ingin diselamatkan pemerintah justru membahayakan kinerja bank sentral.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, peran Bank Indonesia harus tetap independen dalam melaksanakan kebijakan moneter yang membutuhkan konsistensi dalam jangka panjang serta bebas dari intervensi.

"Intervensi dan independensi yang berkurang dari bank sentral tentunya bisa mempengaruhi kredibilitas. Kita mendukung bahwa kebijakan ataupun otoritas moneter yakni BI adalah lembaga yang independen," katanya dalam webinar yang dilaksanakan Infobank di Jakarta, Senin.

Josua menjelaskan, Bank Indonesia harus bersifat independen terutama dari tekanan politik yang bisa membuat kebijakan moneter tidak konsisten dan kredibel sulit tercapai.

"Pemerintahan itu kan tiap lima tahun berubah, sehingga arah kebijakannya pun bisa berubah. Kalau itu diintervensi, target jangka panjang tak fokus karena harus menyelesaikan target jangka pendek," jelasnya.

"Independensi akan menghasilkan kebijakan moneter yang terakselerasi dengan maksimal dan tentunya dapat menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung penguatan ekonomi nasional," katanya.

Rupiah. (Foto: Antara)
Rupiah. (Foto: Antara)

Fathan mengatakan, agar para pihak di sektor keuangan tak perlu khawatir jika nantinya RUU Sektor Keuangan akan mengurangi independensi Bank Indonesia karena pemerintah bertujuan untuk memperkuat sektor keuangan sebagai langkah penyempurnaan regulasi, penataan kewenangan kelembagaan penguatan koordinasi dan kebijakan mekanisme penanganan permasalahan perbankan.

“Kita masih bisa merumuskan dan kekhawatiran bahwa independensi akan kita kurangi akan mengganggu kebebasan Bank Indonesia, bisa dihilangkan. Sekali lagi, independensi harus dibarengi dengan akuntabilitas, independensi harus dibarengi dengan responsibility,” ungkap Politisi PKB ini.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan mengenai independensi Bank Indonesia (BI) dan otoritas terkait dengan hadirnya Omnibus Law.

"Presiden (Joko Widodo) dan saya sendiri akan selalu menjaga independensi Bank Indonesia yang aman dan tidak akan terdampak," jelas Sri Mulyani dalam Fitch Indonesia Conference 2021 secara virtual, Rabu, 24 Maret 2021. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Rp300 Triliun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP Motivasi Anak Muda Untuk Ikuti Teladan Bung Karno
Indonesia
PDIP Motivasi Anak Muda Untuk Ikuti Teladan Bung Karno

Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2000, yang merupakan Atlet pebulutangkis Indonesia, Greysia Polii mengaku bangga bisa mengibarkan merah putih dan mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga internasional.

Revitalisasi TIM Hampir Rampung, Ruang Terbuka Hijau Lebih Banyak
Indonesia
Revitalisasi TIM Hampir Rampung, Ruang Terbuka Hijau Lebih Banyak

Tahap kedua tahap ketiga sedang menyusul progresnya

Wagub DKI Persilakan Anggota DPRD Lanjutkan Interpelasi Formula E
Indonesia
Wagub DKI Persilakan Anggota DPRD Lanjutkan Interpelasi Formula E

"Prinsipnya kita negara demokrasi, interpelasi itu kan salah satu hak anggota dewan ya silahkan saja," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (8/4)

KPK Cecar Mantan Bupati Tabanan Terkait Persetujuan Pengurusan DID
Indonesia
KPK Cecar Mantan Bupati Tabanan Terkait Persetujuan Pengurusan DID

Pemeriksaan Eka Wiryastuti terkait kasus dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan, Bali Tahun Anggaran 2018.

Kadinkes DKI: 6,4 Juta Warga Sudah Divaksin
Indonesia
Kadinkes DKI: 6,4 Juta Warga Sudah Divaksin

"Sekarang DKI sudah bisa memvaksin 6,4 juta warga," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Widyastuti

Anies Diminta Redam Euforia Warga dan Persiapkan RS Jelang Nataru
Indonesia
Anies Diminta Redam Euforia Warga dan Persiapkan RS Jelang Nataru

Warga Ibu Kota Jakarta kini dihantui ancaman COVID-19 Omicron pasca-terdeteksi di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

DPD RI Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Wabah PMK Jelang Idul Adha
Indonesia
DPD RI Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Wabah PMK Jelang Idul Adha

Pemerintah diminta bergerak cepat memutus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) sebelum Idul Adha.

[Hoaks atau Fakta]: Anies Sebut Solusi Banjir Jakarta Tunggu Musim Kemarau
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Anies Sebut Solusi Banjir Jakarta Tunggu Musim Kemarau

Dalam artikel tersebut tidak ada pernyataan Gubernur Anies yang mengatakan “SOLUSI BANJIR ITU MUDAH TINGGAL TUNGGU MUSIM KEMARAU.”

Siang Ini Jakpus dan Jaktim Diperkirakan Diguyur Hujan Ringan
Indonesia
Siang Ini Jakpus dan Jaktim Diperkirakan Diguyur Hujan Ringan

BMKG mencatat suhu udara wilayah DKI Jakarta berkisar antara 25 derajat hingga 34 derajat

DPRD DKI Soroti Pembangunan FPSA Telan Biaya Rp 3 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Soroti Pembangunan FPSA Telan Biaya Rp 3 Triliun

Komisi D DPRD DKI Jakarta mengultimatum Pemprov dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah antara (FPSA) di wilayah selatan dan timur Jakarta.