Kesedihan Penggemar Tatkala Album Donald Bebek Berakhir Para penggemar Donal Bebek merasa sedih saat mengetahui album Donal Bebek tak akan berakhir (Foto: dutchnews)

ALBUM Donal Bebek pertama kali hadir di Indonesia pada tanggal 5 Juni 1976 yang diterbitkan oleh grup Gramedia. Namun sayang setelah 44 tahun menemani masa kecil anak-anak Indonesia, komik Donal Bebek tak akan terbit lagi.

Tepatnya Senin 29 Juni 2020, di nomor 2.019 akan jadi edisi pamungkas album Donal Bebek. Kabar tersebut tentunya menyisakan kesedihan bagi para penggemar Album Donal bebek Indonesia, salah satunya yakni Narpati Wisjnu Ari Pradana.

Baca Juga:

Kwak Kwik Kwek di Komik Donal Bebek Mengapa Identik Pramuka?

Narpati merasa sedih karena album Donal Bebek tak terbit lagi. Karena sejak kecil dirinya sudah menyukai Donal Bebek bahkan mengoleksi beberapa albumnya.

"Sejujurnya, saya sedih, saya sudah lama tak mengoleksi Album Donal Bebek, Tapi beberapa dekade lalu saat saya masih mengoleksi, mencari album Donal Bebek sudah sulit dicari di kios-kios. Beberapa kali saya curhat ke kios majalah, mereka mengatakan sudah jarang yang membelinya sehingga mereka tak menjualnya lagi," tutur Narpati saat dihubungi Merahputih.com.

Album Donal Bebek disukai banyak anak-anak Indonesia (Foto: k-bid)

Narpati sudah tahu tentang Album Donal Bebek sejak kecil. Lahir di tahun 1982, ia mengenal Album Donal Bebek sejak TK, bersamaan dengan mengenal majalah Bobo.

Ada beberapa hal berkesan dari Komik Donal Bebek bagi Narpati. Misalnya ia baru tahu dari Album Donal Bebek, jika dearah Turki dahulu dekat dengan budaya Yunani. Karena sempat ada komik karya Don Rosa membahas tentang harta karun Lydia.

Selain itu, semasa kecil Narpati juga ingin sekali memiliki buku panduan pramuka siaga yang selengkap versi milik Kwak, Kwik, Kwek. Saat itu Narpati agak kecewa karena buku panduan pramuka yang ada terlalu kecil. Adapun yang paling mendekati imajinasinya saat itu yakni Buku Pintar karya Iwan Gayo yang terbit di tahun 90-an.

Selain kesan yang tak terlupakan dari komik Donal Bebek, Narpati juga mendapat pelajaran berharga. Yakni pada salah satu cerita di mana Donal Bebek menjadi tukang pos yang mengantar pos ketika badai salju. Surat terakhir yang harus ia antara ialah surat untuk Untung Angsa dari kekasihnya, dan Donal sempat membuang surat itu karena marah.

Namun Donal tersedar bahwa ia salah, dan dia mencari surat itu kembali dan mengantarkan surat tersebut walau harus menempuh badai. "Cerita itu benar-benar membuatku menghargai Donal sebagai sosok yang memang belum dewasa tetapi belajar untuk menjadi dewasa," jelas Narpati.

Baca Juga:

Donald Bebek, Si Temperamen nan Jenaka

Selain itu ada pula kisah-kisah tentang etos kerja kapitalisme, biasanya terlihat di cerita-cerita Carl Barks atau Don Rosa.

Ada berbagai pesan positif yang bisa diambil dari kisah Donal Bebek (Foto: worthpoint)

Narpati menjelaskan ada salah satu kisah di mana Gober menanam buah dan berjualan di pinggir jalan. Pada saat bersamaan, terjadi insiden yang membuat hujan uang di mana-mana. Sementara Donal mengikuti tingkah warga yang lain memunguti uang berceceran, Gober tetap mencari uang dari berjualan.

Ternyata akhirnya semua uang itu kembali kepada Gober dan warga, termasuk Donal yang mengira menjadi kaya, namun cepat sekali membelanjakan uangnya.

Terkait soal koleksi album Donal bebek, Narpati mengaku jejaknya berserakan selama dua puluh tahun terakhir berkali-kali pindah kota tempat tinggal dari Yogyakarta, Brisbane, Miramar dan Bali. Tiap kali pindah kota, dia menyumbangkan komik-komik Donal Bebek pada kawan-kawan yang berminat.

Bahkan terakhir sejumlah komik edisi koleksi Carl Barks dan Don Rosa, dia sumbang untuk perpustakaan di salah satu pulau, lewat jalur teman istrinya.

Saat ini Narpati mengaku sangat merindukan komik-komik Donal Bebek, terutama Don Rosa dan Carl Barks. (Ryn)

Baca Juga:

Paman Gober Hanya Ada di Indonesia

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH