Kesaktian Suku Dayak Dibuktikan dengan Mandau Terbang Mandau terdiri atas dua bagian, yaitu bilah dan sarungnya. (correcto.id)

SUKU Dayak merupakan suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan. Kata Dayak berasal dari kata ‘Daya’ yang artinya hulu, yakni untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan.

Suku Dayak kini dapat ditemui di berbagai wilayah Kalimantan, termasuk di perkotaan. Meski zaman terus berganti, Suku Dayak masih memegang adat, budaya, dan tradisinya.

Baca Juga:

Kentrung, Seni Sastra Lisan Tuban dari Zaman Walisongo

mandau
Selain digunakan sebagai alat kehidupan sehari-hari, mandau juga berfungsi sebagai alat dalam peperangan ataupun perlengkapan tari. (Museum Nusantara)

Salah satu kebudayaan masyarakat Suku Dayak yang dikenal luas yakni mandau. Mandau merupakan senjata tradisional yang bentuknya seperti parang.

Mandau terdiri atas dua bagian, yaitu bilah dan sarungnya. Bilah mandau terbuat dari besi yang ditempa atau baja bermata tunggal yang berat dan di bagian ujungnya diukir. Umumnya mandau memiliki panjang sekitar 66,5 cm dan lebarnya 3,5 cm.

Pada bagian gagang yang terbuat dari kayu dan tanduk. Pada bagian kayu dilapisi dengan jalinan manik-manik berwarna hitam, putih, oranye, hijau, dan kuning.

Sementara pada bagian tanduk, selain diukir, dihiasi pula dengan bulu binatang berwarna merah, putih, dan hitam. Untuk sarungnya, biasanya terbuat dari kayu dan diberi tali penggantung dari anyaman kulit rotan.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Dayak, mandau digunakan untuk berburu, berladang, membuka hutan atau pekerjaan lain yang memerlukan bantuan senjata tajam. Mandau juga berfungsi untuk keperluan lainnya, seperti dalam peperangan ataupun perlengkapan tari.

Mandau yang memiliki kualitas terbaik disebut mandau batu. Kata “batu” di sini mengacu pada batu meteorit yang digunakan untuk menempa jenis mandau ini.

Baca Juga:

Adat Bundo Kanduang dalam Sistem Matrilineal Budaya Minangkabau

mandau
Sebagai senjata, mandau juga diyakini oleh masyarakat Dayak memiliki kekuatan gaib. (Pixabay/darwisalwan)

Sebagai senjata, mandau juga diyakini oleh masyarakat Dayak memiliki kekuatan gaib. Konon, bila terjadi kondisi tertentu, mandau ini bisa terbang untuk memenggal. Ilmu dan tradisi mandau terbang dari suku dayak kalimantan sudah tak diragukan lagi keampuhannya.

Meski ilmu tersebut tak bisa dibuktikan secara sains, namun faktanya suku Dayak masih menggunakan dalam budaya perburuan Suku Dayak untuk bagian kepala hewan buruan

Mandau Terbang berhubungan dengan teknik berburu Suku Dayak, sampai saat ini masih belum diketahui apakah praktik ini masih digunakan. Suku Dayak merupakan salah satu suku asli Kalimantan yang sangat dihormati sekaligus disegani. Hal ini karena mereka terkenal memiliki kemampuan gaib yang tinggi.

Menurut kepercayaan, senjata mandau suku Dayak hampir sama dengan boomerang suku Maori yang dapat terbang dan kembali ke pemiliknya. Namun Mandau terbang lebih berbahaya dari Boomerang.

Meskipun tidak bisa dibuktikan secara sains, pada kenyataannya mandau terbang kerap dikaitkan dengan teknik berburu yang diterapkan Suku Dayak. Mandau merupakan simbol persaudaraan, simbol ksatria, penjaga, tanggung jawab, dan kedewasaan.

Kesakralan Mandau mungkin sama dengan daerah daerah lain yang punya senjata seperti suku Jawa dengan kerisnya, Sunda dengan kujangnya, dan Aceh dengan rencong serta masih banyak daerah lainnya yang punya senjata seperti halnya badik. (DGS)

Baca Juga:

Arti Motif Batik Kawung yang Jadi Ornamen Gedung DPR/MPR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yogyakarta Siapkan Wisata Kesehatan Berbasis Seni dan Budaya
Travel
Yogyakarta Siapkan Wisata Kesehatan Berbasis Seni dan Budaya

Pemda dan Perkedwi akan mengangkat tema wisata bertajuk "Tracing the History of Jamu".

Mih Kocok Mang Dadeng, Legenda Kuliner di Kota Bandung
Kuliner
Mih Kocok Mang Dadeng, Legenda Kuliner di Kota Bandung

Mih Kocok Mang Dadeng ini terkenal dengan kelezatannya.

Tiga Fakta Sejarah dan Budaya pada Kuliner Gorontalo
Kuliner
Tiga Fakta Sejarah dan Budaya pada Kuliner Gorontalo

Kuliner Gorontalo memiliki sejarah yang menarik.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Rakyat
Tradisi
Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Rakyat

Meskipun dirinya berpendidikan barat, namun tetap sebagai orang Jawa.

Rekomendasi Gunung untuk Rayakan Agustusan
Travel
Rekomendasi Gunung untuk Rayakan Agustusan

Tidak semua gunung berstatus aman dan sudah dibuka untuk pendakian.

Kenangan Manis Gulali Jadul yang Dinikmati Sebelum Pandemi
Kuliner
Kenangan Manis Gulali Jadul yang Dinikmati Sebelum Pandemi

Pedagang gulali amat tangguh masih eksis di tengah hadirnya jajanan modern.

Kejadian Unik Penyelenggaran Festival Film Indonesia Masa Silam
Indonesiaku
Kejadian Unik Penyelenggaran Festival Film Indonesia Masa Silam

Namun, sebelum menantikan pemenang, berikut beberapa kejadian kontrovesial FFI sepanjang sejarah.

KGPAA Mangkunegoro X Bawa 3 Tarian ke Mancanegara
Tradisi
KGPAA Mangkunegoro X Bawa 3 Tarian ke Mancanegara

memboyong tari khas Pura Mangkunegara pentas ke luar negeri.

Berawal dari AADC, Selamat Ultah 'Ratu Soundtrack Indonesia'
Tradisi
Berawal dari AADC, Selamat Ultah 'Ratu Soundtrack Indonesia'

AADC membawa Melly Goeslaw menyabet penghargaan Penata Musik terbaik Festival Film Indonesia 2004

Prokes Tetap Ada pada Aktivitas Liburan di Bandung
Travel
Prokes Tetap Ada pada Aktivitas Liburan di Bandung

Bandung memang menjadi destinasi wisata favorit.