Kesaksian Pengunjung Cafe Ketakutan saat Oknum Polisi Tembak Mati Prajurit TNI Lokasi penembakan anggota TNI di kafe Jalan Cengkareng Raya, Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Aksi penembakan oleh oknum anggota polisi terhadap beberapa pegawai cafe dan anggota TNI di cafe RM, Cengkareng membuat pengunjung ketakutan.

Beberapa perempuan yang sempat ada di sana menangis sambil berjalan keluar dari kafe.

Hal itu terungkap dari kesaksian Panca, juru parkir yang berada di dekat kafe tersebut.

Baca Juga:

Buntut Prajurit TNI Tewas Ditembak, Perwira Diminta Lakukan Pengawasan ke Anggota

"Malam jam 2-an, pengunjung kafe, ada perempuan, keluar dari kafe ditemani tiga laki-laki," jelas Panca, saat diwawancarai awak media, Kamis (24/2).

Penasaran, Panca lantas bertanya kepada perempuan itu.

"Saya tanya, 'Kenapa, mbak?' Dia jawab, 'Ada pembunuhan, tembakan'. Jam 2-an dah," ucap Panca.

Tapi, Panca tak mendengar suara tembakan meski lokasinya berada tidak jauh dari lokasi.

"Perempuannya menangis, saat saya tanya lagi, kenapa? Dia jawab, 'Ada pembunuhan, penembakan'. Itu di depan kafe," tambahnya.

"Habis itu saya mandi, terus tidur lagi. Paginya benar saja, ramai di sini," lanjutnya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat pernah memberi denda kepada kafe yang menjadi tempat penembakan di wilayah Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat tersebut.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan, pihaknya memberikan denda kepada kafe tersebut lantaran melanggar protokol kesehatan perihal COVID-19.

"Sudah dua kali kami denda karena mereka pernah beroperasi di atas pukul 23.00 WIB saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)," kata Tamo.

"Mereka kami denda Rp5 juta saat melanggar," lanjutnya.

Namun, menurut Tamo, pengelola kafe tersebut nekat beroperasi kembali setelah diberikan denda.

"Bandel mereka itu, kan sudah ditutup dua kali," ujar dia.

 Lokasi penembakan anggota TNI di kafe Jalan Cengkareng Raya, Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari. (Foto: MP/Kanugrahan)
Lokasi penembakan anggota TNI di kafe Jalan Cengkareng Raya, Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari. (Foto: MP/Kanugrahan)

Dia pun menyayangkan insiden penembakan yang menewaskan tiga orang. Satu di antaranya diduga anggota TNI AD.

Diketahui, aksi penembakan menewaskan diduga anggota TNI, di sebuah kafe, Jalan Cengkareng Raya, Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari.

Pantauan di lokasi kafe tersebut, Kamis siang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kafe tersebut dipasang garis polisi atau police line.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan, jajarannya masih berupaya mencari duduk permasalahannya.

"Masih didalami oleh anggota. Dibantu dari Polda Metro Jaya," kata Ady, saat dikonfirmasi, Kamis (25/2).

Diketahui, kasus tersebut telah terungkap siapa pelakunya.

Pelaku penembakan adalah anggota kepolisian aktif yang berdinas di Polsek Kalideres, Bripka CS.

Diduga seorang prajurit TNI Angkatan Darat berinisial S tewas akibat insiden tersebut.

Dua pegawai kafe berinisial FSS dan M juga tewas.

Satu pegawai kafe lainnya mengalami luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, peristiwa ini bermula saat Bripka CS mengunjungi kafe pukul 02.00 WIB.

"Tersangka melakukan kegiatan minum-minum di sana," kata Yusri kepada wartawan.

Baca Juga:

3 Warga dan Prajurit TNI Ditembak, Polisi Dilarang Masuk Tempat Hiburan

Setelahnya, ketika Bripka CS hendak melakukan pembayaran, lalu terlibat cekcok dengan pegawai kafe.

"Pada saat akan bayar, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai. Dalam kondisi mabuk, Bripka CS mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang," jelas Yusri.

Polda Metro Jaya telah menangkap dan menetapkan Bripka CS sebagai tersangka dalam kasus ini.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa senjata api yang digunakan Bripka CS.

Tersangka dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga:

Kafe Tempat Anggota TNI AD Ditembak Segera Ditutup 3x24 Jam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Respons Bupati Alor atas Pencabutan Dukungan PDIP
Indonesia
Begini Respons Bupati Alor atas Pencabutan Dukungan PDIP

Amon Djobo menyatakan bahwa pencabutan dukungan PDI Perjuangan terhadap dirinya merupakan hak dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB Litiron Weya
Indonesia
Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB Litiron Weya

Satuan Tugas (satgas) Nemangkawi menangkap Litiron Weya (LW), salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). LW diduga penembak Letda Inf Amran Blegur, di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

PPKM Darurat Saat Hari Kerja, 73 Ribu Warga Tercatat Naik KRL di Pagi Hari
Indonesia
PPKM Darurat Saat Hari Kerja, 73 Ribu Warga Tercatat Naik KRL di Pagi Hari

Anne meminta para pengguna menahan diri untuk naik bila kereta yang tiba telah terisi sesuai kapasitas yang diizinkan.

1,2 Juta Dosis Sinovac Sudah di Tangan, Menlu Incar Vaksin Produksi COVAX WHO
Indonesia
1,2 Juta Dosis Sinovac Sudah di Tangan, Menlu Incar Vaksin Produksi COVAX WHO

Vaksin COVAX itu ditargetkan sudah masuk Indonesia tahun depan.

Bekas Mensos Juliari Batubara Bersaksi di Sidang Suap Bansos Hari Ini
Indonesia
Bekas Mensos Juliari Batubara Bersaksi di Sidang Suap Bansos Hari Ini

Sidang lanjutan pada hari ini bakal digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta

Tiba di Gedung KPK, Bupati Probolinggo dan Suaminya Membisu
Indonesia
Tiba di Gedung KPK, Bupati Probolinggo dan Suaminya Membisu

Tiba di Gedung KPK sekitar pukul 17.05 WIB, Puput dan sang suami, Hasan nampak membisu saat ditanya sejumlah awak media.

Kilang Balongan Terbakar, DPR Minta Pertamina Amankan Pasokan BBM
Indonesia
Kilang Balongan Terbakar, DPR Minta Pertamina Amankan Pasokan BBM

RU VI Balongan menghasilkan produk unggulan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah), LPG, dan Propylene

Kualitas Siswa SMK Melek Digital Marketing Masih Rendah
Indonesia
Kualitas Siswa SMK Melek Digital Marketing Masih Rendah

Guru disekolah kebanyakan hanya tau teori digital marketing saja. Tapi mereka sendiri kesulitan dan ketinggalan ilmu untuk mempraktekannya.

PKS Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Dilanjutkan, Orang Tua Tak Usah Khawatir
Indonesia
PKS Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Dilanjutkan, Orang Tua Tak Usah Khawatir

Sudah waktunya untuk memikirkan dibukanya kembali sekolah secara normal

Seribuan Puskesmas di Jabar Sudah Dilatih Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Seribuan Puskesmas di Jabar Sudah Dilatih Vaksinasi COVID-19

Mencegah lonjakan kasus positif COVID-19, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar menggelar rapid test antigen kepada pelaku perjalanan dan wisatawan pada 23-27 Desember 2020.