Kerugian Akibat Kebakaran Bioskop Grand Theater Senen Rp9,5 Miliar Bioskop Mulia Agung (Grand) di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, hangus terbakar pada Kamis (8/10) malam. (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com- Kebakaran di Gedung Bioskop Lama Grand Theater, Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/10) malam baru berhasil dipadamkan pada Jumat dini hari. Total kerugian diperkirakan Rp 9,5 Miliar.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Asril Rizal, mengatakan, kebakaran itu menghanguskan area seluas 3.280 meter persegi. Bangunan yang terbakar adalah satu gedung bioskop dan 20 ruko.

"Taksiran kerugian kurang lebih sekitar Rp. 9.480.000.000," kata Asril dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10).

Baca Juga:

Makin Meluas, Bentrokan Massa Demo Omnibus Law Terjadi di Semanggi dan Taman Sari

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat tersebut. Asril menjelaskan, pihaknya mendapat laporan kebakaran di sana pada Kamis pukul 22.00 WIB. Pihaknya pun mengerahkan 33 mobil pemadam dan 170 personil.

Tampak proses pemadaman berjalan sulit lantaran sejumlah ruko dalam keadaan terkunci. Kuatnnya hembusan angin juga semakin memperbesar kobaran api. Api pun menjelar ke sejumlah ruko di sederet gedung bioskop tersebut.

 Bioskop Mulia Agung (Grand) di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, hangus terbakar pada Kamis (8/10) malam. (Foto: MP/Kanugrahan)
Bioskop Mulia Agung (Grand) di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, hangus terbakar pada Kamis (8/10) malam. (Foto: MP/Kanugrahan)

Si Jago Merah baru berhasil dilokalisir, lanjut Asril, pada Jumat pukul 02.00 WIB. Pendinginan rampung pukul 02.30 WIB.

Asril mengatakan, penyebab kebakaran diduga karena ulah sejumlah massa aksi yang sebelumnya bentrok dengan polisi di sekitran gedung bioskop tersebut. "Dugaan terbakar dari bakar-bakaran aksi massa," katanya.

Sejak Kamis sekitar pukul 18.00 WIB, massa aksi memang terlibat bentrok dengan polisi kawasan Pasar Senen. Sejumlah oknum peserta aksi membakar Pos Polisi Lalu Lintas dan merusak Halte Transjakarta Senen.

Baca Juga:

Usai Demo Berujung Rusuh, Wali Kota Risma Marah-marah

Sebelum kericuhan di Pasar Senen terjadi, massa tersebut berkumpul di kawasan Monas sejak Kamis siang. Mereka berkumpul untuk menuntut pencabutan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja. UU yang disahkan DPR dan Pemerintah pada Senin (5/10) lalu itu dinilai sejumlah pihak merugikan buruh dan mempermudah perusakan lingkungan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Perpanjang Masa Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Depok
Indonesia
Polisi Perpanjang Masa Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Depok

Pengungkapan kasus berawal dari video yang viral di media sosial

Mantan Bupati Indramayu Yance Meninggal Dunia
Indonesia
Mantan Bupati Indramayu Yance Meninggal Dunia

Selama ini Yance tidak punya riwayat menderita penyakit kronis.

Gerakan Rakyat Pilih Aksi di Jalan untuk Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Gerakan Rakyat Pilih Aksi di Jalan untuk Tolak UU Cipta Kerja

Sejumlah kelompok massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat menolak secara tegas pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja

Kasus Dugaan LGBT Jenderal Polisi Jadi Evaluasi Pimpinan Polri
Indonesia
Kasus Dugaan LGBT Jenderal Polisi Jadi Evaluasi Pimpinan Polri

Kasus ini mulai menguak setelah ada kabar yang menyebut jika adanya kelompok LGBT dilingkup TNI-Polri

Menag: Ada Segelintir Kasus Berupaya Cederai Kerukunan Umat Beragama
Indonesia
Menag: Ada Segelintir Kasus Berupaya Cederai Kerukunan Umat Beragama

Potensi terulangnya kasus serupa di masa mendatang masih terbuka

Tanggapan Wagub DKI soal Rencana PSI Ajukan Hak Interpelasi soal Banjir
Indonesia
Tanggapan Wagub DKI soal Rencana PSI Ajukan Hak Interpelasi soal Banjir

“Semua punya hak masing-masing, termasuk legislatif punya hak interpelasi, lain-lain, hak angket, itu kami persilakan,” ucap Riza

DPRD DKI Kritik Alasan Disnakertrans Kekurangan Personel Awasi Perkantoran
Indonesia
DPRD DKI Kritik Alasan Disnakertrans Kekurangan Personel Awasi Perkantoran

"Ya kalau kurang personel ya tambah lah. Apa susahnya," tutur Baco

Serangan di Mabes Polri, DPR Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Intelijen
Indonesia
Serangan di Mabes Polri, DPR Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Intelijen

Maka, pesantren dari NU dan Muhammadiyah bisa dilibatkan sebagai jangkar deradikalisasi

Hanya untuk Pejabat Bareskrim, Djoko Tjandra Tak Berhak Dapat Surat Jalan
Indonesia
Hanya untuk Pejabat Bareskrim, Djoko Tjandra Tak Berhak Dapat Surat Jalan

Argo tak menjelaskan secara rinci prosedur pembuatan surat jalan itu.

Kapolri: Jiwa Korsa Tetap Ada
Indonesia
Kapolri: Jiwa Korsa Tetap Ada

Ada tantangan dan harapan di setiap pembentukan karakter