Kerokan, Solusi Mujarab 'Masuk Angin' Orang Indonesia Sehabis Pelesiran Garis-garis bekas kerokan. (Foto: Instagram/tukang.kerokan)

KALAU kamu bertanya, kira-kira obat yang ampuh untuk menghilangkan masuk angin apa ya? Jawabannya tak lain tak bukan, kerokan. Sebagian orang mungkin sudah terbiasa dengan cara ini dan biasanya menggunakan uang logam sebagai senjata ampuh. Sungguh, memang unik negara tercinta kita ini.

Kerokan juga bisa dianggap sebuah kearifan lokal lantaran sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, terutama setelah masuk angin gara-gara pelesiran. Sebagai warga negara, kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan dan hampir menjadi sebuah tradisi. Bahkan, bule sampai terheran-heran mengapa warga Indonesia bisa melakukan hal itu padahal bagi mereka sangat asing.

Berdasarkan data yang diperoleh tim MerahPutih.com, 90 persen orang Indonesia berusia 40 tahun ke atas mengaku lebih menyukai kerokan saat masuk angin. Jadi, jangan heran ya kalau orang tua atau saudaramu meminta tolong untuk dikerok.

Baca juga:

Benar Enggak Sih Kamu Bisa Masuk Angin? Ini Penjelasannya Secara Medis

Kerokan, Pertolongan Pertama Ketika Masuk Angin
Beberapa koin yang sering digunakan untuk kerokan. (Foto: Pinterest/Carmen Witczak)

Starter pack bapak-bapak yang siap dikerok biasanya pakai kaus kutang dan sarung kotak-kotak. Level kerokan pun bergantung pada yang logam yang digunakan. Kalau uang logam Rp1000 rasanya geli-geli enak gimana gitu. Kalau uang Rp500, ya rasanya sedikit sakit tapi tetap nyaman. Dan yang terakhir adalah uang Rp100 yang sepertinya bisa bikin lecet deh.

Kerokan tukang pijit yang berpengalaman tidak perlu diragukan lagi. Garis-garis merah yang membentuk tulang punggung kita dijamin estetik dan siap difoto. Tapi paling enak sih kalo lagi dikerok sambil ngobrol ya, biar rasa sakitnya enggak terasa. Selain bikin lega, kamu juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal loh dibandingkan pergi ke tempat refleksi.

Baca juga:

Tubuh Berkeringat Enggak Boleh Mandi, Nanti Masuk Angin

Kerokan, Pertolongan Pertama Ketika Masuk Angin
Perbanyak minum air putih. (Foto: Unsplash/Nigel Msipa)

Selesai dikerok, lebih mantap lagi kalau dilengkapi dengah teh manis hangat. Angin-angin di dalam tubuh jadi lebih cepat keluar.

Setidaknya itu menjadi kebiasaan Dani Yudha Saputra sejak muda. Pria berusia 39 tahun itu mengaku kalau badannya mulai terasa tidak enak kerokan menjadi obat paling mujarab.

Dani bercerita ketika akhir Desember lalu sempat masuk angin setelah perjalanan darat menyetir pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi, Jawa Timur. Apalagi dia bersama keluarga sempat pelesiran di Pantai Plengkung sebelum ke rumah orangtuanya.

Ketika sampai rumah dan mengeluh ke ibunya, solusinya cuma satu: kerokan. Benar saja, Dani langsung merasa bugar kembali setelah beberapa kali buang angin ketika dikerok oleh sang ibu.

"Anginnya keluar semua. Sampai kentut-kentut," imbuh Dadung, sapaan akrab pegawai swasta yang tinggal di Bogor itu, saat berbincang dengan MerahPutih.com.

Terminologi Masuk Angin

Istilah “masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan pertu kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri. Mengutip laman Hellosehat, ada beberapa penyebab paling umum dari masuk angin, seperti telat makan, minum terlalu banyak kafein, alkohol atau soda, virus, dan sering keluar malam.

Kerokan, Pertolongan Pertama Ketika Masuk Angin
Kamu juga bisa mengonsumsi lemon hangat. (Foto: Alexa Soh)

Usahakan untuk cukup istirahat dan tidak terlalu aktif berkegiatan saat kamu masuk angin. Simpan tenagamu dan berikan tubuh kesempatan untuk memerangi infeksi virus di dalamnya. Dengan beristirahat, tubuh akan terbantu untuk memulihkan kondisinya.

Selain itu, konsumsi air putih dan jus agar tubuhmua memiliki cukup cairan. Kamu juga bisa mengonsumsi makanan atau minuman hangat seperti sup ayam atau air lemon hangat. (and)

Baca juga:

Transmisi Otomatis Masuk Angin, Ini Penyebabnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Likupang Punya Daya Tarik Potensial Bagi Para Wisatawan
Travel
Likupang Punya Daya Tarik Potensial Bagi Para Wisatawan

Likupang merupakan salah satu dari Destinasi Superprioritas yang ditetapkan pemerintah.

Eksplor Candi Prambanan di Era New Normal
Travel
Eksplor Candi Prambanan di Era New Normal

Candi Prambanan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Bubur Merah Putih Sambut Kelahiran Bayi
Kuliner
Bubur Merah Putih Sambut Kelahiran Bayi

Bubur merah putih juga disebut dengan bubur sengkolo.

4 Tempat Wisata Solo Ini Bikin Kamu Lupa Yogyakarta
Travel
4 Tempat Wisata Solo Ini Bikin Kamu Lupa Yogyakarta

Solo memiliki tempat wisata yang tak kalah keren dari Yogyakarta.

Bukannya Bikin Gemetar Pihak Inggris, Tank Arek Suroboyo Malah Ganggu Bung Karno
Indonesiaku
Bukannya Bikin Gemetar Pihak Inggris, Tank Arek Suroboyo Malah Ganggu Bung Karno

Mereka sebelumnya telah bersepakat menghentikan tembak-menembak

Misteri Situs Megalitikum dan Keindahan Alam di Desa Doda
Travel
Misteri Situs Megalitikum dan Keindahan Alam di Desa Doda

Di beberapa titik di desa ini, tersimpan misteri dalam bentuk batu-batu besar yang konon berasal dari zaman megalitikum.

Menjalankan 4 Brata di kala Nyepi
Tradisi
Menjalankan 4 Brata di kala Nyepi

Hari Raya Nyepi sebagai pergantian tahun baru Saka membuat pulau cantik itu 'tidur' total selama 24 jam.

Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata
Travel
Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata

Penutupan dilakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Manis, Gurih, Legit, Awali Buka Puasa dengan Serabi Khas Nusantara
Kuliner
Manis, Gurih, Legit, Awali Buka Puasa dengan Serabi Khas Nusantara

Serabi memiliki banyak jenis di beberapa wilayah Indonesia.