Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang

Kereta Panoamic KAI.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - LAYANAN Kereta Panoramic PT Kereta Api Indonesia (KAI) cukup tinggi selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kereta Panoramic tercatat melayani 11.819 pelanggan dan tingkat okupansi mencapai 120 persen dari total 9.576 tempat duduk yang disediakan.

Capaian ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), penguatan destinasi daerah, serta peningkatan konektivitas antardaerah sebagaimana tertuang dalam program pengembangan pariwisata nasional dan penguatan ekonomi kreatif.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan kereta Panoramic menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata. "Ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong pariwisata berkualitas dan pergerakan ekonomi daerah melalui konektivitas yang nyaman dan berkelanjutan," ujar Anne, Kamis (8/1).

Layanan Kereta Panoramic saat ini hadir pada rangkaian KA Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar (PP), KA Papandayan relasi Gambir–Garut (PP), serta KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung (PP).

Relasi-relasi ini menghubungkan kota besar dengan daerah tujuan wisata, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan penguatan destinasi di luar pusat-pusat metropolitan.

Baca juga:

Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur



Menurut Anne, tingginya minat pelanggan tidak lepas dari daya tarik jalur selatan Pulau Jawa yang dilalui sebagian besar layanan tersebut. Jalur ini dikenal memiliki lanskap alam yang beragam dan menjadi salah satu koridor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya. "Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati bentang perbukitan, hamparan persawahan, aliran sungai, jembatan-jembatan ikonis, terowongan bersejarah, hingga panorama alam terbuka melalui kaca lebar Kereta Panoramic. Pengalaman visual ini menjadikan perjalanan sebagai bagian dari destinasi itu sendiri," jelas Anne.

Kehadiran Kereta Panoramic juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah yang dilalui. Peningkatan minat perjalanan mendorong kunjungan wisatawan ke kota dan kabupaten tujuan, menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, serta industri kreatif lokal. Hal itu sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan ekonomi lokal, UMKM, dan desa wisata.

"Kami melihat Kereta Panoramic sebagai pengungkit baru bagi pariwisata daerah. Ketika akses semakin nyaman dan menarik, minat kunjungan meningkat, dan ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah bentuk nyata sinergi antara transportasi publik dan agenda pembangunan nasional," tambah Anne.

Dari sisi keberlanjutan, penggunaan kereta api sebagai moda wisata juga mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi dan pengembangan transportasi rendah karbon, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perjalanan yang lebih ramah lingkungan.

KAI terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan.

"Optimalisasi Kereta Panoramic pada relasi strategis merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan yang relevan dengan tren pariwisata, mendukung mobilitas antardaerah, serta sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.(Asp)


Baca juga:

KAI Sebut Antusiame Masyarakat dengan Kereta Panoramic Sangat Besar

#Kereta Api #PT KAI #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Stasiun Gambir Beroperasi Normal
penyampaian pendapat dilaksanakan hari ini mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kegiatan berada di sekitar kawasan Monas, Tugu Tani, gedung DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Stasiun Gambir Beroperasi Normal
Indonesia
LRT Jakarta Terhubung Sampai Manggarai, KAI Dukung Penyelesaian Akses Langsung ke Stasiun
Penyelesaian fasilitas penghubung langsung antarkeduanya masih dilakukan agar perpindahan pelanggan antarmoda di masa depan dapat semakin mudah.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
LRT Jakarta Terhubung Sampai Manggarai, KAI Dukung Penyelesaian Akses Langsung ke Stasiun
Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Bagikan