Kereta Cepat di Jalur Transportasi Massal Kereta cepat menjadikan mobilitas lebih baik. (Foto: Pixabay/Monica Volpin)

KEMAJUAN teknologi transportasi massal menjadi fokus beberapa negara. Mulai dari jenis transportasi laut, udara dan darat. Kemajuan teknologi transportasi darat dapat dibuktikan lewat lahirnya kereta-kereta cepat yang banyak bermunculan.

Jepang adalah negara pertama yang dikenal melahirkan generasi kereta cepat, akan bersaing dengan beberapa pendatang baru.

Baca Juga:

Simak Nih, Perubahan Jadwal Kereta Daop VI Yogyakarta - Solo


Terkenal super cepat, para penunpang juga dimanjakan dengan kenyamanan dan keamanan bintang limadari kereta-kereta cepat ini. Berikut beberapa kereta super cepat yang dirangkum dari berbagai media.

Shanghai Maglev

kereta
Kereta yang saat ini masih dianggap paling inovatif. (Foto: China Discovery)

Kereta cepat Shanghai Maglev dari Tiongkok mendapat gelar kereta tercepat di dunia. Kereta ini mampu berlari hingga kecepatan maksimal 430 kilometer per jam. Teknologi teranyar kereta ini adalah menggunakan levitasi magnetik. Levitasi magnetik memungkinkan kereta meluncur tanpa menggunakan roda. Penumpang tidak merasakan bunyi atau gesekan karena posisi kereta naik satu sentimeter di atas permukaan rel.

Kereta ini melayani trayek dari Bandara Internasional Pudong Shanghai ke Stasiun Metro Longyang di Shanghai. Shanghai Maglev hanya membutuhkan waktu 7 menit melahap jarak tempuh sekitar 30 kilometer.


Siemens Velaro

kereta
Mampu menerjang salju dan es. (Foto: Pixabay/hpgruesen)

Kereta super cepat ini berada di Spanyol yang mampu melaju dengan kecepatan maksimal 350 kilometer per jam. Beroperasi pada jalur Barcelona-Madrid dengan waktu jelajah hanya sektiar 2 jam 30 menit.

Siemens Valero dilengkapi beragam teknologi canggih. Salah satunya teknologi pengurangan kebisingan suara. Kehebatan lain kereta cepat adalah kemampuan menerjang hujan es dan salju. Walaupun dalam kondisi bersalju, masinis masih dapat melihat jalur trek dengan jelas. Kereta ini dioperasikan oleh Spanish National Railways Renfe.


Baca Juga:

Dukung Pariwisata, Kemenhub Rampungkan Jalur Kereta Api Bandara YIA- Borobudur

AGV Italo

kereta
Biaya pembuatan AGV Italo tergolong murah. (Foto: railwaypro)

Kereta cepat AGV Italo melayani perjalanan rute Napoli-Roma-Firenze-Bologna-Milano dengan kecepatan 360 kilometer per jam. AGV Italo juga dianggap sebagai kereta paling modern di benua Eropa yang beroperasi sejak April 2012 yang dibuat oleh Alstom.

Kereta ini bisa sepanjang 7 hingga 14 gerbong dengan kapasitas penumpang 446 orang. Hebatnya, 98 komponen kereta bisa didaur ulang. Selain itu, biaya pembuatannya juga jauh lebih murah bila dibandingkan dengan kereta sejenis. Memiliki fasilitasnya mewah seperti Wi-Fi, televisi sampai kursi yang bisa disesuaikan tinggi rendahnya.


ALFA-X

kereta
Kereta yang akan menjadi kereta tercepat di dunia (Foto; railjournal)


Setelah Shinkansen, Jepang sedang melakukan uji coba kereta super cepat di dunia yang konon bisa berlari lebih dari 400 kilometer per jam. Kereta bernama ALFA-X rencananya akan dioperasikan oleh perusahaan JR East pada 2030 mendatang.

Jadwal uji coba ALFA-X ini bertepatan dengan persiapan Jepang dalam menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo. Debut kereta ini sama seperti event Olimpiade Tokyo 1964, yang kemudian menjadi simbol negara Sakura yang berfokus pada efisiensi dan realibilitas.

Bagaimana kabarnya dengan Indonesia yang akan mengoperasikan kereta cepat juga? Kita tunggu saja. (lgi)

Baca Juga:

Mengintip Beragam Jenis Kereta Wisata PT KAI, Penasaran?

Kredit : leonard


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH