Kerennya Bakat Seni Anak-Anak Cerebral Palsy di Panggung Musikal Kreativitas anak-anak Cerebral Palsy (FOTO: ISTIMEWA)

TUBUH terbatas tetapi kreatifitas tak boleh terbatas. Ungkapan tersebut agaknya tepat disematkan kepada anak-anak penyandang disabilitas fisik, Cerebral Palsy (CP). Di hari kedua pementasan EKI Update 4.1 bertajuk “Ada Apa dengan Sinta”, Sabtu (20/7), mereka tetap bersemangat.

YPAC
Kreativitas anak-anak Cerebral Palsy (FOTO: ISTIMEWA)

Di segmen satu atau segmen “Aku Bisa”, anak-anak istimewa tersebut tampil berkolaborasi dengan EKI Sound Machine dalam konsep show choir. Delapan anak yang tergabung di YPAC, Intan Sunandar, Olivia Ersa, Annisa Dwi Permatasari, Bima Karunia, Carlos Vidias, Muhammad Wildan, Alwin Haris Alyajid, dan Affan Amru menunjukkan suara emas mereka.

YPAC
Kreativitas anak-anak Cerebral Palsy (FOTO: ISTIMEWA)

Di pembukaan mini musikal tersebut mereka menampilkan mash up lagu “Aku Bisa” dan “Best Day of My Life”. Kedua lagu tersebut menggambarkan semangat hidup dan optimisme mereka dalam mengejar impian. Keterbatasan dan rintangan akan mereka lewati dengan penuh keberanian. Optimisme tersebut seolah mereka tularkan kepada para penonton yang memadati Gedung Kesenian Jakarta.

Menurut Ketua Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Kumala Insiwi Suryo, seni khususnya tari dan musik memacu rasa percaya diri anak-anak tersebut. Penampilan mereka di teater musikal tersebut juga menjadi ajang pembuktian bahwa disabilitas bukanlah hal yang harus ditutupi melainkan justru digali untuk menemukan potensi terselubung anak-anak berbakat tersebut.

YPAC
Kreativitas anak-anak Cerebral Palsy (FOTO: ISTIMEWA)

Kumala mengungkapkan demi kesuksesan acara tersebut anak-anak tersebut begitu giat berlatih. “Dengan latihan intensif, mereka berusaha untuk memaksimalkan penampilan,” tutur Kumala.

Untuk kesuksesan pertunjukkan tersebut, sutradara EKI Update 4.1, Rusdy Rukmarata menjelaskan ada trik khusus yang perlu dilakukan. “Latihannya lebih susah. Kita harus lebih telaten,” ucap Rusdy. Teladen yang dimaksud oleh Rusdy yakni ketika metode A tidak berhasil, ia harus putar otak untuk mencari metode B. Apabila metode B juga belum berhasil, harus sabar mencari metode lain.

YPAC
Kreativitas anak-anak Cerebral Palsy (FOTO: ISTIMEWA)

“Kesulitan mungkin lebih dirasakan oleh aransemen musik. Untuk mendapatkan aransemen musik yang harmonis butuh banyak penyesuaian,” jelas Rusdy. Walau demikian, baik Rusdy atau timnya yang lain tidak melihat hal tersebut sebagai beban melainkan tantangan yang menarik.

Kesediaan anak-anak dari YPAC Jakarta untuk bergabung dalam pertunjukkan tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari Presiden Direktur EKI Dance Company, Aiko Senosoenoto. “Suatu kegembiraan bagi kami untuk dapat menampilkan insan istimewa YPAC Jakarta berkolaborasi dengan kami,” tuturnya. Aiko mengatakan bahwa seluruh keuntungan EKI Update 4.1 akan disumbangkan untuk keberlangsungan dan kemajuan YPAC Jakarta. (avia)

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH