Keraton Yogyakarta Tolak Muslim United Diselenggarakan di Masjid Kauman Penghageng Tepas Tandha Yekti (Bagian Humas, dan IT) Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Keraton Yogyakarta menolak meminjamkan Masjid Kauman dan Alun-alun Utara untuk penyelenggaraan acara Muslim United.

Penolakan tersebut ditegaskan langsung oleh putri-putri Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Baca Juga:

Polisi Ungkap Pelaku Penusukan Tahu Ada Wiranto di Pandeglang

Penghageng Tepas Tandha Yekti (Bagian Humas, dan IT) Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu menegaskan ada 2 surat yang sudah dikeluarkan oleh pihak Keraton sebagai bentuk penolakan resmi.

"Keraton ngayogyakarta Hadiningrat sampai sekarang masih berpegangan pada dua surat yang dikirim pada panitia acara. Tidak ada "katanya boleh" atau "sudah rembuk dengan Keraton"," tegas putri ke-4 Sri Sultan Hamengkubuwono ini di Yogyakarta, seperti ditulis Kamis (10/10).

Masjid Kauman Yogyakarta
Tenda dan baliho Muslim United terpasang di Masjid kauman, Yogyakarta (MP/Teresa Ika)

Ia menegaskan penolakan tersebut keluar karena tidak ingin menimbulkan konflik dan keributan di masyarakat. Pasalnya pihak Keraton banyak mendapatkan keberatan dari masyarakat.

"Ketika poster acara muncul banyak elemen masyarakat yang menyatakan keberatan atas acara tersebut. Sehingga kami nggak mau ada ribut-ribut berkepanjangan," terang GKR Hayu.

Ia menengaskan bahwa Masjid Kauman adalah milik Keraton Yogyakarta. Sehingga Keraton berwenang menolak izin penyelenggara acara apapun.

Senada Penghageng Kawedanan Hageng Panitra Putra GKR Condrokirono juga menegaskan agar panitia tidak menggunakan Masjid Kauman dan Alun-Alun utara.

Ia menjelaskan dalam surat permohonan, panitia meminta izin meminjam Ndalem Pangulon (bagian dalam sebelah barat) Masjid Kauman sebagai area tempat makan para Ustad dan VVIP pengisi acara Muslim United.

Pihaknya sudah mengeluarkan surat tidak mengizinkan acara pada 28 September 2019.

"Saya hanya menjaga keamanan saja. karena acaranya kan sifatnya pengerahan masa. Sekarang kan banyak demo-demo di mana-mana," kata Putri ke dua Sri Sultan Hamengku Buwono X ini.

Ia bahkan heran dengan kengototan panitia. Keheranan ini ia tuangkan dalam status twitter pribadinya @GKRCondrokirono.

"Kenapa susah sekali menghargai keputusan orang lain? Apakah ada unsur kesengajaan? Ada apa sebenarnya," Cuit Condrokirono.

Baca Juga:

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Tolak Dicalonkan Jadi Exco PSSI

Muslim United akan digelar mulai Jumat 11 Oktober hingga 13 Oktober 2019 dari pukul 04.00 -22.00 wib. Acara ini diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI). Serangkaian acara di dalam muslim United adalah Pameran Islam, tabligh akbar, Muslim gathering dan pameran makanan dan minuman.

Muslim United turut mengundang puluhan ustad yang akan memberikann ceramah. Sejumlah ustaz dan da'i yang diundang seperti Ustaz Hanan Attaki, Ustaz Luthfi Basori, Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Salim A. Fillah, hingga Ustaz Felix Siauw.

Pantauan merahputih.com pada Kamis 10 Oktober pagi, tenda kuncup putih terbentang di halamam Masjid Kauman sejak pintu masuk sisi selatan. Sementara di depan pintu masuk Masjid, sebuah baliho besar yang berisi poster acara terpasang dengan gagahnya.

Namun tak ada satupun panitia yang mau memberi komentar. Merahputih sudah berusaha menghubungi ketua panitia Nanang Syaifurozi namun belum mendapatkan respons.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:

Wacana Pembentukan Provinsi Soloraya, Ganjar Pertanyakan Urgensi Pemekaran

Kredit : patricia


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH