MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak pemerintah menjatuhkan sanksi tegas terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti menyebabkan keracunan massal.
Desakan ini muncul setelah dugaan keracunan MBG di Kota Cirebon dilaporkan menimpa 270 orang.
Charles menilai, kejadian yang terus berulang menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam memastikan keamanan makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.
Dapur MBG yang terbukti menyebabkan keracunan harus ditutup secara permanen, bukan sekadar dihentikan sementara lalu diizinkan beroperasi kembali.
kata Charles kepada wartawan, Kamis (22/10)
Menurut dia, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut.
Pemerintah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian target distribusi makanan tanpa memastikan seluruh proses penyediaannya memenuhi standar keamanan pangan.
Baca juga:
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Komisi IX DPR Nilai Kasus Keracunan MBG Masih Terus Terjadi
Charles mengingatkan, kelalaian dalam menyiapkan makanan dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran program MBG.
Ia pun mempertanyakan sampai kapan kasus dugaan keracunan dalam program tersebut akan terus berulang.
Menurut Charles, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Jangan sampai pemerintah hanya sibuk mengejar jumlah penerima manfaat, sementara persoalan mendasar terkait keamanan pangan terus terabaikan.
tambah Charles
Selain memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia makanan, Charles kembali mendorong agar pelaksanaan MBG berbasis sekolah.
Ia menegaskan, program tersebut semestinya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi anak, bukan justru menimbulkan persoalan kesehatan.
Baca juga:
“Tujuan MBG adalah memperbaiki gizi anak-anak kita, bukan justru membuat mereka masuk rumah sakit,” tegasnya.
Sebelumnya, jumlah korban dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG di Kota Cirebon dilaporkan mencapai 270 orang. Dari jumlah tersebut, 231 orang merupakan anak-anak dan 39 lainnya orang dewasa. (knu)