Kerabat Prabowo yang Bobol Dana Nasabah Diduga Tak Bekerja sendirian Pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar (Foto: fh.trisakti.ac.id)

Merahputih.com - Ramyadjie Priambodo (RP) kerabat Capres Prabowo Subianto yang diciduk terkait kasus dugaan pencurian data nasabah atau skimming milik salah satu bank swasta diduga tak bekerja sendirian.

Ahli Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar menyebut kejahatan skimming tidak dilakukan sendirian tapi ada jaringan. Sebab, pelaku mendapatkan nomor ATM, password dan lain-lain diduga dari orang lain.

“Paling tidak bisa ada pengaman umpamanya kartu itu tidak bisa bekerja kalau bukan aslinya, misalnya. Bisa dicari sistem seperti itu, bisa dikembangkan ke arah sana,” kata Fickar di Jakarta, Rabu (21/3).

Maka dari itu, ia menilai polisi harus mengusut tuntas kasus skimming sampai ke jaringannya tanpa pandang bulu, semisal yang dilakukan RP baru-baru ini.

Pakar hukum pidana Trisakti
Pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar (Foto: fh.trisakti.ac.id)

Apalagi, lanjut Firckar, akibat kejahatan pembobolan ATM ini dapat mengganggu perbankan nasional.

“Itu jelas kejahatan, jelas kriminal ya harus diusut tuntas siapa pun pelakunya, siapa jaringannya. Diproses saja secara benar, tuntas dan dalam,” ucap pengajar dari Universitas Trisakti ini.

RP terancam hukuman penjara diatas lima tahun atas perbuatannya. Pasalnya, RP dikenakan Pasal 362 KUHP dan atau pasal 30 Jo pasal 46 UU No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau pasal 81 UU No. 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan atau Pasal 3,4,5 UU No.8 tahun 2010 tentang TPPU.

Dimana RP diduga melakukan tindak pidana pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain dan atau transfer dana dan atau tindak pidana pencucian uang. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH