Kepala BNPT Turun Langsung Tanggulangi Radikalisme di Solo Kepala BNPT Boy Rafli Amar (tengah) melakukan pecegahan radikalisme- terorisme khusus di wilayah Solo, Jawa Tengah. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terosime (BNPT) Boy Rafli Amar melakukan penanggulangan radikalisme-terorisme khusus di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Boy dan jajaran pun mengunjungi beberapa pondok pesantren dan yayasan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah.

Kunjungan pada Sabtu (29/8) dimulai di Yayasan Gema Salam Surakarta yang dipimpin mantan narapidana terorisme Bom Bali 1 Joko Tri Harmanto alias Jack Harun.

Baca Juga:

72 Terduga Teroris Ditangkap Densus, Pelaku Sebar Konten Radikal dan Belajar Buat Bom

Yayasan Gema Salam merupakan wadah bagi mantan napiter di Jawa Tengah yang didukung oleh Bapas Surakarta dan Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), serta menjadi mitra peogram deradikalisasi BNPT.

Dalam rangkaian selanjutnya rombongan BNPT disambut hangat oleh jajaran pengurus Pondok Pesantren Al-Quraniy Azzayadiy Surakarta yang berada di bawah asuhan KH Abdul Karim.

Pengasuh Ponpes Al-Quraniy Azzayadiy yang akrab dipanggil Gus Karim menjelaskan, bagaimana harmoni dan toleransi begitu terasa dalam pondok pesantrennya.

Ia menjelaskan, toleransi antarsuku dan agama dapat berjalan harmonis, khususnya pada pembangunan pondok pesantrennya.

Hal ini menjadi motivasi baginya untuk menyebarkan Indonesia yang aman dan damai terlebih dengan adanya kunjungan dari BNPT.

“Kami pernah mendapatkan bantuan dari figur non-muslim dan Tionghoa, yang memberikan tanahnya kepada saya untuk dibangun pondok pesantren. Mudah-mudahan dengan kehadiran Kepala BNPT memberikan semangat bagi kami untuk ikut ciptakan Indonesia aman dari radikalisme dan terorisme,” ujar Gus Karim.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar melakukan pecegahan radikalisme- terorisme khusus di wilayah Solo, Jawa Tengah. (Foto: MP/Kanugrahan)
Kepala BNPT Boy Rafli Amar (kanan) melakukan pecegahan radikalisme- terorisme khusus di wilayah Solo, Jawa Tengah. (Foto: MP/Kanugrahan)

Boy meminta kepada ulama dan yayasan agar dapat terus bekerja sama untuk menguatkan generasi Indonesia dari ideologi yang mengancam persatuan Indonesia.

"Kerja sama yang dimaksud merujuk pada upaya untuk memoderasi pemikiran berlebihan yang bermuatan radikalisme intoleran agar masyarakat Indonesia dapat menghidupi nilai-nilai luhur bangsa untuk hidup rukun," sebut Boy.

Di akhir rangkaian, rombongan BNPT mengunjungi dan menggelar silaturahmi kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Kali ini, rombongan BNPT ditemani anggota Komisi III DPR Eva Yuliana sebagai alumnus santriwati yang telah menempuh 6 tahun pendidikan di Ponpes Al-Muayyad.

Mantan Kapolda Papua dan Banten ini menyebut, perkembangan aktivitas terorisme terkini termasuk WNI yang kini terjebak di pengungsian Suriah karena iming-iming kelompok radikal yang tidak bertanggung jawab.

"Keadaan yang sangat disayangkan tersebut agar dapat menjadi pembelajaran bagi ulama dan santri agar tidak terjerat dalam permasalahan yang sama," jelas Boy.

Baca Juga:

LPSK Minta Korban Terorisme Ajukan Permohonan Perlindungan

Jenderal bintang tiga ini mengingatkan kembali puluhan santri dan jajaran akan kedudukan Pancasila dalam berkehidupan serta pedoman dalam menghadapi radikalisme di dunia maya maupun secara langsung.

“Insan beragama namun melakukan kekerasan atas nama agama ini kontradiktif, perlu diiringi sikap dan semangat menghargai perbedaan dan keberagaman," ungkap Boy.

"Kita sebagai bangsa Indonesia memiliki falsafah negara Pancasila dan agama yang mengakomodir dan yang menyeimbangkan di tengah perpecahan," tambah pria asal Sumatera Barat ini.

Ia meyakini, Pancasila akan menjadi jalan tengah penyeimbang di tengah keberagaman untuk mereduksi radikal intoleran.

"Itulah Pancasila sebagi standardidasi moral untuk berkehidupan bersama, hidup bermasyarakat yang aman dan damai,” tutup Boy. (Knu)

Baca Juga:

LPSK Minta Korban Terorisme Ajukan Permohonan Perlindungan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH