Kepala BNPT Turun Langsung Pantau Program Deradikalisasi di Nusakambangan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar memantau pelaksanaan program deradikalisasi LP Wilayah Nusakambangan (Humas BNPT)

Merahputih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar memantau pelaksanaan program deradikalisasi di Lembaga Pemasyarakatan di Wilayah Nusakambangan.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya monitoring proses pelaksanaan program Deradikalisasi BNPT di Lapas Wilayah Nusakambangan.

Baca Juga:

Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Pospol Tugu Tani tidak Terkait Jaringan Teroris

Diadakan di tengah pandemi, kunjungan kerja pada program Deradikalisasi di Lembaga Pemasyarakatan wilayah Nusakambangan tahun 2020 ini dilaksanakan dengan mengutamakan protokol kesehatan sesuai prosedur pencegahan penyebaran COVID-19 di setiap lapas.

Boy melakukan dialog dengan empat narapidana teroris yang telah dijatuhi hukuman mati dan hukuman seumur hidup. Melalui dialog ini aspirasi, pengalaman dan pengembangan diri yang kian melekat dengan 4 pilar kebangsaan dapat dirasakan secara langsung oleh Kepala BNPT.

"Saya sempat menguji pengetahuan kebangsaan para napiter dengan arahan untuk melafalkan Pancasila, serta meninjau para napiter berlatih ketrampilan mem-batik," jelas Boy dalam keteranganya, Rabu (29/7).

Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan tergolong dalam tingkat keamanan super maximum security yang menjadi salah satu tempat pelaksanaan program Deradikalisasi BNPT.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar memantau pelaksanaan program deradikalisasi LP Wilayah Nusakambangan (Humas BNPT)

Lapas ini didukung oleh teknologi keamanan canggih dan mutakhir dilengkapi oleh pintu otomatis dan ratusan CCTV di tiap sudut blok dan sel. Penghuni lapas yang hanya diisi narapidana teroris ini diawasi penuh selama 24 jam.

"Kami melihat langsung fasilitas dan keadan lapas dengan berkeliling lapas, serta menyaksikan para napiter Ikrar NKRI," jelas Boy.

Mantan Kapolda Papua dan Banten ini sempat mengunjungi Lapas Klas IIA Besi, di mana para napiter yang sudah terhitung sangat kooperatif dan bersedia menerima 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam sanubarinya.

"Para napiter menyampaikan kesiapan diri untuk bersinergi, menerima pembinaan dan evaluasi binaan dalam postur tahapan program Deradikalisasi," jelas Boy.

Baca Juga:

Pemerintah Disarankan Tunjuk Juru Bicara Khusus Radikalisme-Terorisme

Sebelumnya, BNPT melalui Direktorat Deradikalisasi Subdit Bina Dalam Lapas di bawah Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi baru saja menyelesaikan tahapan identifikasi dan penilaian. Tahapan Identifikasi penting dilaksanakan sebagai kegiatan awal yang mendasari program pembinaan ke depannya.

Boy yakin, melalui tahapan ini, pelaksana program deradikalisasi dapat diketahui tingkat radikalisme dari narapidana tindak pidana terorisme, memberikan informasi spesifik mengenai faktor yang perlu direhabilitasi serta pengukuran secara berkala. "Ini sebagai bahan evaluasi keberhasilan kerja program Deradikalisasi," tutup Boy. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH