Kepala BNPT Sebut Tantangan Perangi Radikalisme Semakin Berat Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam kegiatan peringatan 19 tahun Bom Bali I di Legian Kuta, Bali, Selasa (12/10/2021). ANTARA/Ayu Khania Pranisitha.

MerahPutih.com - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) mendukung dan komitmen bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan tantangan memerangi radikalisme dan terorisme kian hari makin berat. Apalagi kelompok tersebut kerap menyasar generasi muda untuk direkrut dan dilibatkan dalam aksi kekerasan bahkan sampai kepada aksi bom bunuh diri atas nama agama.

Baca Juga

Persis Apresiasi Sikap 'Gentle' BNPT Soal Daftar Pesantren Terafiliasi Jaringan Teroris

"Yang terpenting adalah kita harus menyelamatkan anak bangsa jangan sampai masuk ke dalam ranah kekerasan mengatasnamakan agama, dan BNPT akan senantiasa berpegang teguh pada konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia," kata Boy dalam keteranganya, Rabu (9/3).

Ketua Umum LPOI dan LPOK KH Said Aqil Siradj pun memberikan dukungan dan komitmennya secara penuh untuk bersama-sama mewujudkan sinergi bersama BNPT.

Hal ini guna meningkatkan kewaspadaan serta mengambil sikap bersama menghadapi tantangan radikalisme dan terorisme yang mengancam agama dan keutuhan bangsa.

"Ini untuk menyikapi tantangan mencegah penyebaran radikalisme ini dan mewujudkan kerja sama serta gerakan konkret," kata Kiai Said Agil Siradj.

Baca Juga

PP Persis Sebut BNPT Bisa Digugat Pondok Pesantren

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini kembali menegaskan pada dasarnya tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan karena radikalisme terorisme ini muncul serta berkembang melalui ambisi dan tujuan politik tertentu.

"Terjadinya kekerasan itu bukan didasarkan agama, tetapi yang paling pokok adalah ambisi politik, sehingga agama yang tadinya berupa nilai universal menjadi komoditi politik demi meraih kepentingan tertentu," tegas Said.

Menurut dia, kelompok radikal ini kerap menyebarkan propaganda yang semata-mata hanya didasarkan pada pemahaman tekstual. Pemahaman yang demikian itu, menurutnya kerap digunakan untuk membungkus kepentingan politik yang hanya akan mejadi fitnah bagi agama itu sendiri.

"Yang demikian akan menjadi sesat. Agama dijadikan kamuflase politik, karena itu adalah suatu kesesatan agama. Itu menjadi tidak benar, itu fitnah," tuturnya.

Said Aqil Siradj kembali mengingatkan kepada khalayak untuk tidak mudah terjebak dan terprovokasi pada gerakan atau praktik politik yang dibalut atau dibungkus dengan membawa agama. Termasuk senantiasa merapatkan barisan serta menguatkan nilai-nilai moderat.

"Oleh karena itu, kita jangan sedikitpun terprovokasi gerakan politik yang dibalut agama. Mari kita rapatkan barisan, kita pertahankan NKRI, Pancasila, UUD 45 Bhinneka Tunggal Ika," imbau Komisaris Utama PT KAI ini. (Knu)

Baca Juga

Kemenag Koordinasi dengan BNPT Verifikasi Data 198 Pesantren

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jabatan Presiden Diusulkan Ditambah, Paloh: Cek Ombak, Tak Perlu Ditanggapi
Indonesia
Jabatan Presiden Diusulkan Ditambah, Paloh: Cek Ombak, Tak Perlu Ditanggapi

penambahan masa jabatan bisa dilaksanakan, tatkala negara dalam kondisi genting, seperti terjadi perang, atau bencana yang tidak bisa diatasi.

4 Petinggi ACT Ditahan
Indonesia
4 Petinggi ACT Ditahan

Penyidik Bareskrim Polri langsung menahan empat petinggi lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang juga menjadi tersangka kasus dugaan penyelewengan dana masyarakat.

Balita Meninggal Dunia akibat Terjatuh dari Lantai 11 Rusunawa Cakung
Indonesia
Balita Meninggal Dunia akibat Terjatuh dari Lantai 11 Rusunawa Cakung

Seorang balita berinisial FFP (5) ditemukan meninggal setelah terjatuh dari lantai 11 rusunawa tersebut.

Anies Bakal Komunikasi dengan Pusat Ihwal Kenaikan PPKM Jakarta Level 2
Indonesia
Anies Bakal Komunikasi dengan Pusat Ihwal Kenaikan PPKM Jakarta Level 2

Pemerintah DKI Jakarta tidak mau berkomentar banyak terkait peningkatan status PPKM dari Level 1 menjadi Level 2.

Prabowo Silaturahmi Idulfitri ke 3 Tokoh, Ada Khofifah di antara 2 Nama Presiden
Indonesia
Prabowo Silaturahmi Idulfitri ke 3 Tokoh, Ada Khofifah di antara 2 Nama Presiden

Jubir Prabowo enggan menjelaskan alasan Ketum Gerindra menemui Gubernur Jatim Khofifah

Kini, Bayar Pakai QR Code Bisa Sampai Rp 20 Juta Per Transaksi
Indonesia
Kini, Bayar Pakai QR Code Bisa Sampai Rp 20 Juta Per Transaksi

Transaksi QRIS kini juga bisa dilakukan antarnegara, seperti dengan Thailand, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.

Indonesia Jadikan SEA Games Sasaran Menuju Kualifikasi Olimpiade Paris 2024
Indonesia
Indonesia Jadikan SEA Games Sasaran Menuju Kualifikasi Olimpiade Paris 2024

Pesan Presiden Jokowi pada upacara pelepasan di Istana Merdeka, dapat memotivasi dan meningkatkan rasa nasionalisme para atlet untuk menorehkan prestasi pada SEA Games Vietnam.

Eks Menristek Sarankan Pemerintah Kendalikan Inflasi Pangan
Indonesia
Eks Menristek Sarankan Pemerintah Kendalikan Inflasi Pangan

Ekonom senior Bambang Brodjonegoro menyarankan agar pemerintah mengendalikan angka inflasi pangan, bukan sekadar menjaga harga, melainkan memastikan distribusi merata ke masyarakat terlaksana baik ketika menyikapi ancaman resesi global 2023.

Arkeolog Sebut Rel Trem di Proyek MRT Tertua di Indonesia
Indonesia
Arkeolog Sebut Rel Trem di Proyek MRT Tertua di Indonesia

Ia mengatakan, rel trem yang ditemukan merupakan rel trem tertua di Indonesia.

Investor Samtrade FX Asal Indonesia Tunggu Titik Terang Otoritas Singapura
Indonesia
Investor Samtrade FX Asal Indonesia Tunggu Titik Terang Otoritas Singapura

Pakar Hukum Universitas Gajah Mada Muhammad Fatahillah Akbar menilai, masyarakat sebaiknya sebelum melakukan investasi harus mempelajari dulu terkait izin dan hukum terkait.