Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan beberapa ulama termuka di Banten, Rabu (22/7). Foto: Humas BNPT

MerahPutih.com - Tumbuh suburnya ideologi radikalisme dan terorisme salah satunya diakibatkan oleh merenggangnya kohesi sosial akibat intoleransi yang sedang terjadi di masyarakat saat ini.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan beberapa pemuka agama dan tokoh masyarakat. Yakni dengan mengunjungi sejumlah Pondok Pesantren di daerah tersebut.

Baca Juga

PP Korban Terorisme Sudah Diteken, LPSK Ambil Langkah Cepat

Beberapa Ulama yang disambangi antara lain K.H. Ahmad Badruddin, MH., pimpinan Pondok Pesantren Ta’dibul Ahkam, Ustad A. Rafiud dari Ponpes Nurul Falah, KH. Budin, pimpinan Majelis Dzikir Sansila dan Pondok Pesantren Al Ihya, KH. Abuya Muhtadi, KH. Abuya Murtadho, serta KH. Tubagus A. Syadzili Wasi’ dan Pimpinan Pesantren Al-Quraniyyah Maulana Hasanuddin, Kesultanan Banten.

Boy mengatakan, tujuan dari rangkaian silaturahmi ini adalah sebagai upaya pendekatan kemanusiaan yang menyentuh langsung seluruh komponen masyarakat berbagai latar belakang untuk bersinergi melawan radikalisme dan terorisme.

"Melalui pertemuan ini saya mengajak tokoh agama khususnya para Ulama yang diyakini memegang peranan yang sangat penting untuk memberikan kesejukan di tengah masyarakat yang kini sedang mengalami berbagai macam tantangan kebangsaan salah satunya ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme," jelas Boy dalam keterangan persnya, Rabu (22/7).

BNPT
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan beberapa ulama termuka di Banten, Rabu (22/7). Foto: Humas BNPT

Dalam pertemuan itu, Boy menyinggung soal keseimbangan bernegara dan beragama yang merupakan amalan dari nilai-nilai Pancasila.

"Keragaman suku, agama, etnis, dan budaya di Indonesia berpotensi menghasilkan gesekan sosial yang membuka peluang bagi kelompok-kelompok radikal terorisme yang ingin memecah belah persatuan Indonesia dengan membawa ideologi tersebut di ruang-ruang publik mempengaruhi masyarakat," jelas mantan Kapolda Papua itu.

Boy menekankan perlunya ulama memahami bahwa mencegah paham radikal terorisme yang sedang mewabah tidak hanya dapat dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme semata.

"Partisipasi aktif serta kesadaran dari masyarakat juga diperlukan," ungkap Lulusan AKPOL 1988 ini.

Ia menegaskan bahwa toleransi dan kerukunan beragama menjadi pengamalan nilai-nilai Pancasila yang menjadi kunci Indonesia damai.

“Pancasila dapat dikatakan menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada di antara umat, dengan adanya Pancasila kita bersatu, kemudian kita bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai. Dan tentu kita harapkan Indonesia semakin maju, makmur, adil, dan sejahtera," ungkap Boy yang pernah menjabat Kadiv Humas Polri ini.

Salah satu ulama berpengaruh di Banten, KH. Abuya Murtadho mengungkapkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila sebenarnya telah menjadi jawaban kehidupan bernegara sekaligus beragama yang harmonis.

“Karena kita hidup di Indonesia, saya titip untuk bernegara harus berpegang teguh kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Kehidupan kita tidak boleh lepas dari situ karena baik untuk bernegara maupun beragama sudah tertera komplit disitu," jelas Abuya.

Baca Juga

Segera Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fase Tiga, Pemerintah Prioritaskan 8 Provinsi

Ia harap pemerintah selalu mengamalkan Pancasila karena jati diri bangsa kita adalah Pancasila. Pemerintah yang mengamalkan Pancasila tidak ubahnya ulama dan para santrinya yang selalu mengaji dengan Al-Qur’an.

"Jika hanya disuruh ngaji tanpa mendidik tidak akan mampu, begitu pula Pancasila supaya tidak hanya dijadikan semboyan atau seremonial tatkala saat acara saja, namun harus diamalkan,” tambah Abuya Murtadho. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
83 Persen Pasien Sembuh, Klaster Secapa TNI AD Tersisa 215 Orang
Indonesia
83 Persen Pasien Sembuh, Klaster Secapa TNI AD Tersisa 215 Orang

Dari total 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD, sudah berkurang 1.093 orang atau 83,5 persen sudah menjadi negatif

Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra
Indonesia
Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra

Lebih baik merancang hukuman mati bagi koruptor di atas 1 miliar dan 500 juta

PPP Tetap Ingin Pilkada Serentak Digelar Nasional 2024
Indonesia
PPP Tetap Ingin Pilkada Serentak Digelar Nasional 2024

Pilkada serentak nasional pada bulan November 2024 diatur dalam Pasal 201 ayat 8 UU Pilkada.

KLB Demokrat Digelar di Sumut Bakal Jadikan Moeldoko Ketum Partai
Indonesia
KLB Demokrat Digelar di Sumut Bakal Jadikan Moeldoko Ketum Partai

KLB PD akan memilih dan menetapkan Ketua Umum baru. Dia meyakini pemilihan Ketum baru akan membawa PD menang di Pemilu 2024.

Mulai 1 Juli Pemprov DKI Larang Penggunaan Kantong Plastik
Indonesia
Mulai 1 Juli Pemprov DKI Larang Penggunaan Kantong Plastik

Pengelola wajib memberitahukan aturan itu kepada seluruh pelaku usaha

Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap
Indonesia
Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap

Suharno mengatakan putusan itu diambil setelah majelis hakim mempertimbangkan surat permohonan dan surat jawaban yang diajukan kedua belah pihak

[HOAKS atau FAKTA]: Masker yang Digunakan Selama 20 Menit Bisa Tumbuhkan Bakteri Jamur
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masker yang Digunakan Selama 20 Menit Bisa Tumbuhkan Bakteri Jamur

Akun Facebook Cassie Koutras mengunggah foto yang di dalamnya terdapat narasi bahwa ada bakteri yang tumbuh di dalam masker setelah 20 menit digunakan.

 Belum Sahkan Prolegnas 2021, Kredibilitas DPR Dipertanyakan
Indonesia
Belum Sahkan Prolegnas 2021, Kredibilitas DPR Dipertanyakan

Hingga Rapat Paripurna DPR pada Rabu (10/2) dengan agenda Penutupan Masa Sidang III Tahun Sidang 2020-2021, Prolegnas belum bisa diambil keputusan.

Hati-Hati, Ini 5 Pasar Tradisional di Jakarta yang Pedagangnya Positif COVID-19
Indonesia
Hati-Hati, Ini 5 Pasar Tradisional di Jakarta yang Pedagangnya Positif COVID-19

Hasil sementara tes swab pedagang di 19 pasar ditemukan 52 pedagang positif COVID-19.

Berikut Perkembangan Holding BUMN Farmasi dalam Produksi Obat COVID-19
Indonesia
Berikut Perkembangan Holding BUMN Farmasi dalam Produksi Obat COVID-19

Holding BUMN Farmasi terdiri dari PT Bio Farma, PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indofarma.