Kendaraan Listrik dengan TKDN 40 Persen Rencananya akan Diberikan PPN DTP 10 Persen

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 16 Februari 2024
Kendaraan Listrik dengan TKDN 40 Persen Rencananya akan Diberikan PPN DTP 10 Persen

Presiden Jokowi membuka Indonesian International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kendaraan listrik berbasis baterai roda empat dan bus dengan TKDN lebih dari 40 persen rencananya akan diberikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 10 persen sehingga PPN yang harus dibayarkan hanya sebesar 1 persen.

“Pemerintah memberikan cukup insentif, yaitu PPN DTP. Sekarang sedang dalam proses PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya. Jadi kalau itu dilakukan, itu akan sangat membantu (meningkatkan pembelian kendaraan listrik),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip Antara, Kamis (16/2).

Baca juga:

Terinspirasi Skutik Eropa, ALVA Luncurkan Motor Listrik One XP di IIMS 2024

Ia mengakui bahwa penjualan kendaraan listrik pada Januari 2024 menurun karena menunggu peraturan tersebut selesai.

“Jadi, kita akan segera menyelesaikannya,” ujarnya.

Selanjutnya, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah juga telah menerima masukan dari para pelaku industri otomotif agar pemerintah memberikan pula insentif untuk mobil hybrid.

“Kalau kita lihat penjualan mobil hybrid sekarang lebih tinggi dari EV,” ucapnya.

Baca juga:

Aismoli Optimistis Capai Target Penjualan 50 Ribu Unit Motor Listrik

Menurut Gaikindo, mobil hybrid mampu terjual sebanyak 54.179 unit pada 2023, sementara mobil listrik hanya terjual 17.051 unit.

Hingga kini terdapat beberapa produsen mobil listrik dunia yang akan berinvestasi di Indonesia, yaitu Chery, BYD, dan VinFast.

Baca juga:

ALVA Rilis Motor Listrik Baru di IIMS 2024

“Jadi, kalau EV (kendaraan listrik) ini beberapa akan investasi, seperti Chery akan investasi di Indonesia dan kemudian termasuk BYD serta VinFast,” jelas Airlangga.

Namun, ia masih belum dapat menyebutkan besaran investasi perusahaan-perusahaan tersebut karena para produsen itu masih melakukan kajian bisnis.

#Kendaraan Listrik
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Hyundai dan Kia Patenkan Sistem 'NOS Listrik', Performa EV Siap-Siap Jadi Gila Tanpa Boros Baterai
Fokus pada jangkauan sering kali mengorbankan output performa, begitu pula sebaliknya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Hyundai dan Kia Patenkan Sistem 'NOS Listrik', Performa EV Siap-Siap Jadi Gila Tanpa Boros Baterai
Indonesia
Rantai Pasok EV Indonesia Bakal Makin 'Lokal Pride' Dengan Target TKDN Tembus 60 Persen Mulai Tahun 2027
Kebijakan pengetatan TKDN ini merupakan bagian dari roadmap besar pemerintah dalam membangun kedaulatan industri hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Rantai Pasok EV Indonesia Bakal Makin 'Lokal Pride' Dengan Target TKDN Tembus 60 Persen Mulai Tahun 2027
Indonesia
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Pemerintah merancang skema insentif yang lebih spesifik, mencakup segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, hingga persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Indonesia
Pasar Kendaraan Listrik Terancam Stagnasi, Perlu Insentif Baru
saat ini terjadi kekosongan regulasi setelah berakhirnya pembebasan bea masuk mobil listrik impor utuh (completely built up/CBU)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Pasar Kendaraan Listrik Terancam Stagnasi, Perlu Insentif Baru
Indonesia
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
VinFast berkomitmen memprioritaskan putra daerah Subang melalui pelatihan vokasi berstandar internasional
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
VinFast Indonesia Ungkap Visi  Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Lifestyle
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
2026 jadi tahun konsolidasi berat bagi pemain impor
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
Indonesia
Pendapatan Daerah Hilang Besar, Pemprov DKI Dorong Evaluasi Insentif Kendaraan Listrik
Pemprov DKI mengusulkan pencabutan insentif pajak kendaraan listrik 0 persen karena hilangkan potensi pendapatan daerah hingga Rp2 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 November 2025
Pendapatan Daerah Hilang Besar, Pemprov DKI Dorong Evaluasi Insentif Kendaraan Listrik
Indonesia
Insentif Pajak Kendaraan Listrik 0 Persen Bikin Pendapatan Jakarta Turun Rp 3 Triliun
Potensi pendapatan daerah dari dua sektor pajak kendaraan listrik seharusnya cukup besar.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Oktober 2025
 Insentif Pajak Kendaraan Listrik 0 Persen Bikin Pendapatan Jakarta Turun Rp 3 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI bakal Ubah Mal Pluit Junction Jadi EV Indonesia Center
EV Indonesia Center akan menghadirkan fasilitas terintegrasi mulai dari showroom kendaraan listrik, charging station, pusat layanan purnajual, hingga area edukatif untuk anak-anak dan keluarga.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Oktober 2025
Pemprov DKI bakal Ubah Mal Pluit Junction Jadi EV Indonesia Center
Indonesia
Kendaraan Listrik Makin Marak di Indonesia, DPR Dorong Pemerintah Optimalkan Potensi Bisnis Pergantian Baterai
Penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar mobil listrik, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam rantai pasok industri baterai.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Oktober 2025
Kendaraan Listrik Makin Marak di Indonesia, DPR Dorong Pemerintah Optimalkan Potensi Bisnis Pergantian Baterai
Bagikan