Kenapa Orang Korea Makan Tahu Setelah Bebas dari Penjara? Ada filosofi dibalik makan tahu sebebas dari bui. (Foto: lankadesha.com)

BUAT penggemar K-Drama, apakah kamu sering melihat kalau karakter yang baru keluar dari penjara selalu diberikan tahu mentah oleh orang yang menjemputnya? Selain itu mereka langsung memakannya di depan penjara. Ternyata kebiasaan ini sudah muncul sekitar awal abad ke-20, ketika masa penjajahan Jepang.

Kenapa harus tahu? Kenapa tidak makanan yang berwarna putih, seperti susu, keju, lobak dan lain-lain? Dilansir dalam laman cultureguru.my, ketika kebiasaan ini muncul, kondisi penjara yang buruk, tahanan pun menjadi kekurangan gizi. Tahu merupakan sumber protein termurah, jadi seseorang yang baru keluar dari penjara dapat menerima nutrisi darurat dari tahu.

Selain mendapatkan nutrisi, ternyata dibalik makan tahu memiliki arti simbolis yang dilansir dari laman cultureguru.my

1. Dapat membantu terbebas dari infeksi saluran pernapasan

tahu
mengkonsumsi tahu dapat mencegah infeksi saluran pernapasan (Foto juiceonline.com)


Penjara itu berdebu dan memiliki ventilasi yang buruk. Siapapun yang tinggal di penjara lebih lama, akan menghirup udara yang tercemar. Hal itu menyebabkan perasaan tidak nyaman di leher dan tenggorokan. Orang korea percaya bahwa mengkonsumsi tahu dapat mencegah infeksi saluran pernapasan.

2. Tahu berwarna putih dan melambangkan kemurnian

tahu
melambangkan kemurnian dan kepolosan.(Foto: eatsomethingsexy.com)


Tahu itu berwarna putih, yang merupakan simbol kemurnian dan innocence, dengan adanya pembersihan jiwa dan awal yang baru. Ketika keluar dari penjara, mereka memulai untuk hidup baru. Itu sebabnya, keluarga atau teman akan membawa tahu kepada orang yang mereka cintai saat keluar dari penjara. Setidaknya mereka menggigit tahu sebelum pulang ke rumah.

3. Sebagai sebuah perumpamaan

tahu
Perumpamaan tentang penyesalan (Foto: nomealnohealth.com)


Kalau di Indonesia terkenal dengan perumpamaan, "nasi sudah menjadi bubur". Kalau di Korea berbeda, "kacang sudah menjadi tahu".

Walaupun berbeda, keduanya memiliki arti yang sama. Artinya, bahwa apapun yang sudah dilakukan, tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maka dari itu, hidup setelah keluar dari penjara akan tetap berjalan, dan harus memiliki tekad yang kuat untuk mengubahnya dan tidak kembali ke yang lama. (sel)


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH