Kenangan Penyair Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Masyarakat Indonesia, kehilangan Sapardi Djoko Damono seorang sastrawan nan sederhana yang menjadi panutan para penggiat seni tanah air.

Sapardi Djoko Damono menghembuskan nafas terakhirnya di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, pukul 09.17 WIB, di usia ke-80 tahun.

Di mata seniman, Sapardi merupakan sosok penyair yang selalu mengayomi generasi muda di bawah usianya.

Sapardi dikenal orang yang sangat baik, kritik dan sarannya pun selalu diterima oleh generasi di bawahnya.

Sapardi mengganggap generasi di bawah usianya sebagai sahabat yang selalu memberikan ilmu tentang puisi dan syair.

"Jadi ga ada jarak antara kita dan Pak Sapardi," Senimal Noorca Massardi saat dihubungi MerahPutih.com, Minggu (19/7).

Baca Juga:

Bangun Museum Nabi di Reklamasi Ancol, DKI Jakarta Bantah Mainkan Isu Agama

Almarhum yang dikenal dengan puisi 'Hujan Bulan Juni' ini orangnya sangat humoris dan bersahaja. Berbagai penghargaan di dalam negeri maupun luar negeri ia terima sejak debutnya di dunia sastra.

Sapardi selalu membuat rekan sebayanya dan generasi di bawahnya kerap terpingkal dengan candaan yang ia celotehkan.

Noorca menganggap Sapardi sosok yang langka di kalangan seniman Indonesia karena kesederhanaannya, dan sifat humorisnya saat berdiskusi.

"Dia orangnya selalu bercanda dan kami merasa dia sosok yang langka di banding dengan generasinya," kenangnya.

Sapardi Djoko
Sapardi Djoko Darmono

Puisi-puisi yang dibuat Sapardi, kata Noorca, sangat sederhana kata yang ia gunakan menggunakan bahasa Indonesia yang sangat sederhana dan mudah mengerti. Puisinya pun tidak mengandu banyak kiasan atau metafora.

Sapardi Djoko Damono yang lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940, merupakan pujangga bergelar profesor. Menulis sejak duduk di bangku SMP dan terus berkembang sampai akhir hayatnnya.

Waktu subuh adalah waktu Sapardi untuk menulis puisi- puisi yang bukan hanya membuat ia bahagia. Tetapi pembaca akan terhanyut dalam nafas puisi, essai, dan opininya. Puisinya, essai, atau kolomnya bukan selalu tentang romansa.

Tetapi, kritik sosial seperti Dongeng Marsinah, terkait kemarahan sang penyair pada pembunuhan buruh perempuan tersebut.

Puisinya sangat populer di antaranya adalah "Aku Ingin", "Hujan Bulan Juni", "Pada Suatu Hari Nanti", "Akulah si Telaga", dan "Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari".

"Bagi saya nulis ya nulis. Karya yang paling baik ya karya yang sering saya tulis. Maka saya tidak akan berhenti nulis, sampai mati," ujar Sapardi Dilansir dari Kantor Berita Antara.

Menulis, bagi ia, bukan untuk mengukir namanya dalam keabadian tetapi untuk mendapatkan kebahagia.

"Syukur-syukur kalau dibaca dan dapat honor," katannya.

Berikut 10 puisi Sapardi Djoko Damono yang terkenal di masyarakat:

- Hujan Bulan Juni- Aku Ingin- Pada Suatu Hari Nanti- Yang Fana Adalah Waktu- Sajak Kecil Tentang Cinta- Hatiku Selembar Daun- Menjenguk Wajah di Kolam- Kenangan- Sementara Kita Saling Berbisik- Sajak Tafsir (Asp)

Baca Juga:

Pemerintah DKI Janji Perpanjang dan Perlebar Jalur Sepeda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi: Datangkan 20 Juta Penumpang
Indonesia
Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi: Datangkan 20 Juta Penumpang

Bandara baru ini memiliki panjang lintasan runway 3.250 meter, atau lebih panjang dibandingkan bandara lama Adisutjipto Yogyakarta yang hanya 2.200 meter.

Eks Bos TransJakarta Donny Saragih Kini Buron
Indonesia
Eks Bos TransJakarta Donny Saragih Kini Buron

Donny masih berstatus tahanan kota

Penyuap Bupati Kutai Timur Digeladang ke Jakarta
Indonesia
Penyuap Bupati Kutai Timur Digeladang ke Jakarta

Ismunandar dan istrinya melalui Musyaffa, Aswandini dan Suriansyah diduga menerima suap dari Aditya Maharani dan Deky Arianto.

Operasional KRL Bakal Dibatasi Selama Idul Fitri
Indonesia
Operasional KRL Bakal Dibatasi Selama Idul Fitri

Pada waktu-waktu diluar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup

Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah, Muhammadiyah Minta Erick Thohir Bereskan Jiwasraya
Indonesia
Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah, Muhammadiyah Minta Erick Thohir Bereskan Jiwasraya

Menurutnya kasus itu harus diusut tuntas sekaligus menjadi bagian dari upaya keberlanjutan bersih-bersih di BUMN dibawah komando Erick Thohir.

Maju Dalam Pilkada, Putra Jokowi Diuntungkan sebagai Seorang Pengusaha
Indonesia
Maju Dalam Pilkada, Putra Jokowi Diuntungkan sebagai Seorang Pengusaha

Majunya Gibran putra sulung Presiden Jokowi dan Bobby sebagai menantu presiden dalam kontestasi pilkada memang menjadi perbincangan publik.

Dewan Kota Diminta Berpartisipasi Bantu Pemprov DKI Tangani COVID-19
Indonesia
Dewan Kota Diminta Berpartisipasi Bantu Pemprov DKI Tangani COVID-19

Riza Patria juga menerima laporan kinerja satu tahun Forum Komunikasi Dewan Kota

Hari Ini Bareskrim Serahkan Berkas Perkara Djoko Tjandra ke Kejagung
Indonesia
Hari Ini Bareskrim Serahkan Berkas Perkara Djoko Tjandra ke Kejagung

Polisi menangani dua kasus yang melibatkan Djoko Tjandra

Kena PHK dan Dikejar Kreditur di Tengah Pagebluk COVID-19? Curhat Saja ke GP Ansor
Indonesia
Kena PHK dan Dikejar Kreditur di Tengah Pagebluk COVID-19? Curhat Saja ke GP Ansor

Sampai saat ini, masyarakat ditekan dan didesak oleh perusahaan online untuk membayar

Buzzer Penikmat Duit Negara
Indonesia
Buzzer Penikmat Duit Negara

Kementerian Pariwisata menjadi kementerian yang paling banyak menerima anggaran. Sebanyak Rp77,66 miliar telah dihabiskan kementerian yang dinakhodai Wishnutama Kusubandio itu untuk pengadaan 22 paket.