Kenang Perjalanan Aktor Kenamaan Indonesia, Mashud Pandji Anom Mashud Pandji Anom. (Screenshot Youtube)

SEBELUM berkecimpung dalam dunia perfilman, sang maestro Mashud Pandji Anom lebih dulu bergelut di dunia tarik suara dan sandiwara. Meski demikian, hal tersebut tak membuat lelaki kelahiran 3 April 1915 di Sambas, Kalimantan Barat itu minim prestasi di dunia perfilman. Sejak tahun 1941 sampai 1988, tak kurang dari 27 film telah dilakoninya.

Lelaki yang merupakan putra mahkota Kerajaan Sambas itu adalah anak dari pasangan Pangeran Cakra Pandji Anom (Sultan Kerajaan Sambas) dan Encik Zakiyah. Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS), kemudian melanjutkan ke Ambacht School (sekolah teknik) di Batavia (Jakarta) pada 1933. Dia juga pernah mengikuti kursus montir radio (1935).

Pada awal 1937, putra mahkota itu memulai kariernya sebagai penyanyi keroncong di Batavia. Empat tahun kemudian, Mashudi diberi kesempatan oleh perusahaan Java Industrial Film untuk main dalam film Elang Darat.

Setelah kolonial Jepang mulai menginjakkan kaki di Indonesia, ia bersama Andjar Asmara memimpin rombongan penari mendirikan sandiwara Matahari yang kemudian diganti nama menjadi Tjahaja Timur.

Setelah keluar dari sandiwara Tjahaja Timur, ia mendirikan sandiwara baru Pantja Warna (1943). Pada 1950 bersama Djamaluddin Malik dan yang lainnya mendirikan perusahaan Film PERSARI. Selang tiga tahun kemudian, ia mendirikan Borobudur Film sebagai produser bersama H Nawi Ismail dan istrinya, Komalasari.

Sampai detik ini, aktingnya masih bisa disaksikan di film komedi Warkop DKI bersama Dono, Kasino, Indro, yaitu film Mana Tahan (1980), Gengsi Dong (1980), GeEr - Gede Rasa (1980), Chips (1982), dan Malu-Malu Mau (1988).

Film Malu-Malu Mau (1988) sekaligus menutup filmografi Panji. Kesetiaannya pada dunia film membuatnya terpilih sebagai penerima piagam Kesetiaan Profesi pada 1989. Setahun kemudian, sang maestro Mashudi Pandji Anom wafat, persisnya 25 Februari 1990. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH