Kenali Penyebab Stroke Ringan yang Patut Kamu Waspadai Jangan anggap remeh stroke ringan, ketahuilah beberapa penyebabnya (foto: pixabay/geralt)

PENYEBAB stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) pada dasarnya serupa dengan stroke secara umum. Kondisi tersebut terjadi akibat berkurangnya suplai dara ke otak lantaran adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak.

Pada kasus stroke ringan, penyumbatan aliran darah hanya terjadi sebentar saja, lalu suplai darah akan kembali normal sebelum ada kerusakan di otak. Itu sebabnya, gejala stroke ringan yang muncul hanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Baca Juga:

Mengenal Sarah Gray, Dokter Paling Bertato di Dunia



Sumbatan itu biasanya disebabkan oleh gumpalan darah atau plak (aterosklerosis) yang menghambat aliran darah di otak. Selain itu, sumbatan aliran darah otak juga bisa terjadi lantaran adanya gelembung udara atau emboli udara pada pembuluh darah otak.

Kendati bisa membaik dengan sendirinya, stroke ringan tetap harus mendapat perawatan medis secepatnya. Karena jika tak ditangani lebih lanjut, stroke ringan bisa berpotensi menyebabkan stroke atau kerusakan otak permanen.

Untuk itu, seperti yang dilansir dari laman Alodokter, kamu harus mengetahui faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke ringan.



1. Gaya Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup tak sehat berisiko menyebabkan stroke ringan (foto: pixabay/myriam-fotos)



Seseorang yang gaya hidupnya tak sehat, maka akan lebih berisiko untuk mengalami stroke ringan atau TIA. Dalam hal ini kebiasaan hidup tak sehat antara lain yaitu merokok, kurang olahraga, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan asin, sering mengonsumsi alkohol, serta menggunakan narkoba.



2. Penyakit Tertentu

Seseorang yang punya penyakit tertentu lebih berisiko terkena stroke ringan (Foto: pixabay/rawpixel)



Penyebab yang kedua, stroke ringan berisiko terjadi pada orang yang memiliki kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, penyakit jantung, memiliki riwayat stroke sebelumnya, serta kelainan darah.



3. Usia

Usia lebih dari 55 tahun lebih rentan terkena serangan stroke ringan (foto: pixabay/jackmac34)



Beberapa penlitian menyebutkan, jika orang berusia lanjut atau lebih dari 55 tahun, lebih berisiko terkena serangan stroke ringan ketimbang orang yang lebih muda. Tetapi tak semua kasus stroke ringan terjadi pada usia tua, orang yang berusia muda juga berpotensi terkena kondisi tersebut.

Baca Juga:

Awas! Ini 5 Bahaya Makanan Siap Saji Bagi Tubuh Kamu



4. Keturunan

Stroke ringan bisa diakibatkan dari faktor genetik atau keturunan (foto: pixabay/free-photos)



Tak banyak yang tahu jika faktor genetik atau keturunan juga mempunyai peranan dalam menyebabkan stroke ringan. Itu artinya jika ada anggota keluarga sedarah kamu yang pernah mengalami stroke ringan, maka kamu juga berisiko terkena stroke ringan.

Nah untuk mencegah hal itu terjadi, kamu perlu melakukan upaya pencegahan sejak dini, yaitu dengan mencegah penyubatan pembuluh darah otak yang merupakan penyebab stroke ringan.

Caranya yakni dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain yaitu tidak merokok dan menghindari asap rokok, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula dan garam, ruti berolahraga, tak mengonsumsi obat-obatan terlarang dan membatasi konsumsi alkohol.

Apabila terdapat gejala stroke ringan yang muncul tiba-tiba, seperti kelemahan atau lumpuh di bagian tubuh tertentu, sulit bicara, kesemutan dan kehilangan kesimbangan tubuh, segeralah berobat ke dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut. (Ryn)

Baca Juga:

Mendengarkan Musik Sambil Berolahraga Baik Bagi Kesehatan, Ini Penjelasannya

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH