Kenali Kesehatan Vagina di Usia 20-an dan 30-an Beda usia, beda juga cara menjaga vagina. (foto: pixabay/PublicDomainPictures)

SEIRING usia, kesehatan vagina perempuan juga berubah. Itulah mengapa cara menjaga kesehatan vagina akan berbeda di tiap usia. Untuk itu, penting buat kamu mengetahui cara menjaga kesehatan vagina sesuai dengan tahapan usia kamu.

Kondisi terbaik di usia 20-an

Di umur 20-an, vagina tengah berada di masa terbaik. (foto: Pixabay/stocksnap)

Inilah masa-masa terbaik bagi vagina kamu. Hormon seks estrogen, progesteron, dan testosteron sedang puncaknya. Estrogen bertanggung jawab untuk menjaga vagina terlumasi, lembap, elastis, dan asam.

Selain itu, di usia ini, lapisan luar vaginamu menipis dan mungkin tampak lebih kecil. Gairah seksual kamu juga mengalami peningkatan.

Jika kamu aktif secara seksual, terutama jika sering melakukan hubungan seks, kamu amat mungkin akan mengalami infeksi saluran kencing (ISK). hal itu disebabkan bakteri yang berpindah dari vagina ke saluran kencing.

Untuk membantu mencegah risiko infeksi saluran kencing, buang air kecil sesegera mungkin setelah berhubungan seksual. Hal itu akan membantu mengeluarkan bakteri dari vagina kamu. Meski begitu, vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya. Cairan keputihan yang dikeluarkan akan membantu membersihkan vagina agar tetap bersih dan sehat, serta menyediakan pelumas dan melindungi vagina dari infeksi dan iritasi.

Perubahan di usia 30-an

Perubahan hormon akan memengaruhi kesehatan vagina di usia 30-1n. (foto: Pixabay/rondellmelling)

Hormon yang berubah di usia 30-an akan amat memengaruhi vagina. Bagian labia kamu menjadi sedikit lebih gelap karena hormon. Jika tengah hamil, kamu mungkin akan mengalami keputihan. Warnanya putih seperti susu, tapi bukan berwarna hijau atau kuning. Selain itu, keputihan saat kehamilan mungkin sedikit berbau, tapi bukan bau menyengat ataupun amis.

Setelah melahirkan, vagina mungkin kehilangan sebagian elastisitasnya dan lebih meregang daripada biasanya. Namun seiring waktu, vagina akan kembali ke ukuran hampir sebelum melahirkan. Latihan kegel dapat membantu menguatkan otot dasar panggul dan mengembalikan bentuk vagina.

Selain itu, pilihan kontrasepsi oral juga dapat menyebabkan perubahan pada vagina, seperti peningkatan keputihan, kekeringan vagina, dan perdarahan. Gejala-gejala itu sering hilang dengan sendirinya.

Namun, jika gejala terus berlangsung, kamu harus berkonsultasi ke dokter. Amat mungkin kamu perlu mencoba beberapa kontrasepsi oral lain untuk menemukan yang benar-benar cocok.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH