Depresi? Jangan Main-Main! Perhatikan gejala-gejala depresi yang terjadi. (Foto: Pixabay/duy_ittn)

DEPRESI berisiko menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti jantung dan juga demensia. Pada umumnya, jenis-jenis depresi ini sulit dibedakan.

Biasanya gejala yang muncul adalah perubahan suasana hati yang berkepanjangan. Pengidap biasanya tidak mengerti yang terjadi, namun lingkungan dapat membantunya. Segera konsultasikan dengan pakar kesehatan jiwa..

Seperti yang dilansir dari Journal Health Harvard, menurut Dr. Nancy Donovan, psikiater, di Harvad Medical School, gejala depresi dapat terjadi pada orang-orang karena beberapa alasan.

Berikut adalah empat jenis depresi yang paling umum ada dalam masyarakat.

1. Depresi Mayor

(Foto: Pixabay/anemone321)

Jenis depresi yang satu ini bisa dikatakan depresi berat. Kamu akan merasakan suasana hati yang kelam. Kamu juga kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Bahkan kamu tidak berminat untuk melakukan sesuatu yang membuatmu bahagia.

Selain itu, kamu kesulitan berisitrahat atau tidur. Kemudian perubahan nafsu makan yang akan memperngaruhi berat badanmu. Kamu kehilangan tenaga dan merasa tak berharga. Celakanya pikiran bunuh diri selalu menghinggapi pengidapnya.

Depresi ini biasanya diobati dengan psikoterapi serta obat-obatan antidepresan dan terapi elektrokonvulsif.


2. Depresi Persisten

(Foto: Pixabay/free-photos)

Depresi persisten atau Dysthymia, merupakan jenis depresi yang mengacu kepada suasana hati. Depresi ini bukan depresi berat.

Keseharian orang yang membawa depresi ini tampak normal. Hanya saja mereka biasanya merasa rendah diri atau gembira sepanjang waktu. Sementara itu gejala depresi ini termasuk nafsu makan, perubahan tidur, tak berenergi dan lemah, rendah diri atau munculnya rasa putus asa.


3. Bipolar

(Foto: Pixabay/anemone123)

Bipolar atau yang dikenal sebagai manik-depresif, memiliki letupan-letupan yang tak terduga. Biasanya pengidap memiliki energi berlebihan atau aktivitas yang luar biasa tinggi. Gejalanya memang berbeda dengan gangguan depresi lainnya. Bipolar cenderung memiliki gagasan yang muluk, harga diri tinggi, tidak realistis, tidak butuh tidur, selalu berpikir dan akitivitas yang tinggi. Sayangnya perasaan seperti itu kemudian langsung menurun dengan cepatnya. Mereka kemudian cenderung menunjukan perilaku merusak diri. Biasanya pengidapnya kerap mengambil risiko yang tidak perlu, kebutuhan seks yang meletup-letup dan boros dalam berbagai hal.

4. Afektif Musiman (SAD)

(Foto: Pixabay/mandyme27)

Gangguan afektif musiman merupakan salah satu jenis depresi yang muncul ketika hari semakin pendek di musim gugur dan musim dingin. Disini perubahan suasa hati dapat terjadi akibat perubahan dalam ritme harian alami tubuh. Mata biasanya menjadi sangat sensitif terhadap cahaya. Perubahan juga terjadi pada hormon serotonin dan melatonin. Biasanya perawatan utama dengan terapi cahaya. Pengidap biasanya diajak duduk dekat dengan sumber cahaya. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Suka Telur? Perhatikanlah Jumlah yang Kamu Konsumsi dalam Seminggu

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH