Kenali Istilah dalam Pelek Pelek adalah bagian pada mobil yang kerap dimodifikasi. (Foto: Pexels/pixabay)

VELG atau lebih akrabnya pelek merupakan bagian terpenting dari sebuah kendaraan. Pelek pada satu kendaraan berbeda dengan kendaraan lainnya tergantung dari jenis yang dimilii oleh si empunya. Pelek menjadi bagian dari kendaraan yang kerap dimodifikasi. Semakin bagua desainnya akan membuat mobil tampil keren.

Pelek juga menjadi bagian yang paling awal jika dimodifikasi ketika baru keluar dari showroom. Nah, proses penggantian pelek ini harus diperhatikan. Jangan salah pilih dan sesuai dengan karakter mobil kamu.

Laman KabarOto membeberkan kode-kode yang ada dalam pelek.

Baca Juga: Penggemar F1 Harus Tahu Model Mobil Balap ini!

Ukuran lebar pelek

pelek
Kode yang ada pada pelek menunjukan berbagai ukuran. (Foto: KabarOto)


Kalau melihat angka kode, misalnya 8-JJx17 H2 4x114.3 ET35, maka berarti angka pertama menunjukan lebar pelek yang menggunakan inci sebagai pengukurnya. Semakin tinggi angkanya maka semakin lebar pelek itu. Umumnya lebar pelek yang ada di pasaran mulai dari 5 sampai 9,5 inci. Walaupun masih ada yang lebar lagi.


Apa itu Flens?

pelek
Pemilihan pelek yang tepat membuat band tidak mudah lepas. (Foto: Pexels/Clem Onojeghuo)


Dari kode angka di atas tersebut ada huruf ‘JJ’, ini sama dengan kode ‘J’, keduanya memiliki tinggi (flens) yang sama namun berbeda dalam dudukan bannya. Biasanya huruf ‘J’ menunjukan tinggi 17,5 mm, sementara ‘JJ’ adalah 18 mm. Pelek yang berdiameter 15 inci biasanya memiliki flens ‘J’. Sementara yang di atas itu berkode ‘JJ’, keuntungannya adalah ban tidak mudah lepas.

Diameter

pelek
Diameter yang umumnya dijual di pasaran adalah 14-22 inci. (Foto: pexels/Pixabay)


Diameter pelek ditunjukan dalam pengukuran inci, ini menunjukan pada kode tersebut setelah kode huru ‘JJ’ pada angka 17. Ini menunjukan kalau peleknya berdiameter 17 inci. Umumnya di pasaran pelek yang dijual memiliki diameter 14 sampai 22 inci. Diameter pada masing-masing mobil berbeda-beda.

Baca Juga: Tahu Fungsi dan Arti Spidometer, Tachometer dan Odometer?


Kode ‘H’

pelek
Banyak model pelek yang dijual di pasaran. (Foto: Pexels/Mike Bird)

Kode huruf ‘H’ menunjukan model dari pelek tersebut yakni Hump. Model ini saat ini sangat umum dipakai oleh mobil-mobil yang ada di jalanan. Model hump ini memiliki desain cekung pada pelek. Gunanya adalah untuk dudukan bead, mencegah ban bergeser ketika berjalan.

PCD

pelek
Posisi PCD pada pelek. (Foto: KabarOto)

PCD adalah kependekan dari pitch circle diameter atau diameter lingkaran antara jarak lubang baut dan jumlah lubang baut, biasanya ditunjukaan dalam milimeter. Dalam kode di atas tertera ‘4x114.3’, ini berarti memiliki 4 lubang dengan jarak 114,3 mm. Bila tertera angka 4x114.3 berarti pelek tersebut memiliki 4 buah lubang baut dan ukuran PCD-nya 114.3.

ET

pelek
Semakin celong pelek semakin lebar bibir peleknya. (Foto: Pexels/Markus Spiske temporausch.com)

ET bukanlah Extra-Terrestrial, namun diambil dari bahasa Jerman, Einpresstieffe. Kode tersebut menunjukan kedalaman sebuah pelek. Ini berhubungan dengan besar tekukan permukaan tengah pelek ke arah luar dan dalam. Kode ET35 berarti kedalaman peleknya adalah 35 mm, jadi semakin kecil angka ET maka semakin celong ke dalam permukaan peleknya. Jika demikian maka pelek memiliki bibir yang lebar dan ban akan keluar dari fender. Info, bila penampang atau palang tengah pelek ke arah dalam disebut offset atau minus (-) dan sebaliknya bila semakin keluar disebut inset atau positif (+). (psr)

Baca Juga: Cara Memilih Helm yang Baik, Jangan Sembarangan

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH