Kenali, Ini Tanda-Tanda Kamu dan Dia Siap Menikah Waktu yang tepat untuk menikah (Foto: Pixabay/pexels)

PERNIKAHAN merupakan dambaan setiap pasangan yang sedang menjalin hubungan asmara. Bisa menghabiskan waktu bersama pasangan hingga usia senja menjelang menjadi tujuan setiap pasangan. Namun, kita kerap kali dibuat bingung dalam menentukan waktu yang tepat untuk membahas pernikahan dengan pasangan.

1. Kamu merasa waktunya sudah tepat

Waktu yang tepat
Kamu merasa waktu yang tepat membahas pernikahan (Foto: Pixabay/StockSnap)

Idealnya, waktu yang tepat untuk membicarakan pernikahan minimal setelah satu tahun mengenal satu sama lain. Namun kamu juga bisa merasa lebih cepat atau lebih lambat. Ketika waktunya memang sudah tepat, hati kecilmu akan mengatakan bahwa inilah waktu yang tepat. Ingatlah bahwa ketika kamu menikahi seseorang, kamu bertanggungjawab untuk berhubungan dengan orang yang sama seumur hidupmu. Kamu akan menghabiskan begitu banyak tahun bersamanya. Untuk itu, pertimbangkan dengan benar sejak awal.

2. Kamu dan pasangan bisa terhubung secara emosional

Pasangan
Dia tahu bagaimana cara menghadapimu saat marah (Foto: Pixabay/Up-Free)

Ketika pertama kali menjalin hubungan dengannya, kamu akan merasa begitu kasmaran dan tergila-gila dengannya. Ingatkan dirimu bahwa sensasi kasmaran tersebut perlahan akan menghilang setelah kamu menikah dengannya. Mungkin saja kamu akan agak bosan dengannya. Kualitas hubungan emosional yang datar bisa menghancurkan hubungan jangka panjangmu. Untuk itu, perhatikan bagaimana koneksi emosional antara kalian. Amati bagaimana ia bereaksi saat kamu sedih atau senang. Jika reaksinya terlihat alami dan spontan, kamu siap hidup dengannya. Namun apabila ia tidak responsif terhadap emosi dan kehadiranmu, kelak kamu tidak akan merasa dicintai dan diperhatikan lagi.

3. Saling percaya

Saling Percaya
Kepercayaan adalah fondasi utama pernikahan (Sumber: Pixabay/Pexels)

Kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan jangka panjang. Kamu bisa mulai berbicara tentang pernikahan jika kamu dan dia bisa saling mempercayai satu sama lain. Jika kamu memiliki keraguan tentang kapasitas pasanganmu, urungkan niat untuk menikah dengannya. Pasangan yang menikah tanpa dasar kepercayaan yang kuat sering kali harus berjuang keras di tahun-tahun berikutnya pernikahan.

Mulailah terbuka tentang dirimu. Ungkapkan berbagai ketakutanmu akan hubungan. Misalnya kamu pernah merasakan perselingkuhan, kekerasan dalam hubungan dan berjuang sendirian. Bicaralah tentang hal-hal yang bisa memicu emosi supaya pasangan tahu harus bertindak seperti apa. Semua hal tersebut membantu pasangan mengetahui siapa dirimu sebenarnya dan membantu mencegah guncangan yang mungkin terjadi dalam rumah tangga

Setelah kamu merasakan ketiga hal di atas, kamu bisa mulai membicarakan pernikahan dengan pasangan tanpa ragu. Lakukan dengan penuh kesungguhan. Supaya hatimu lebih mantap, libatkan Tuhan dengan cara berdoa. Sejatinya cinta anugerah dari Tuhan ketika kamu melibatkanNya maka Dia akan membantumu memantapkan hati. Semoga berhasil! (avia)

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia