Kenali Gejala Depresi ini Agar Tidak Tergoda Bunuh Diri Depresi dapat memicu hasrat bunuh diri. (Foto: Pixabay)

SEBUAH video yang beredar di grup WhatsApp memperlihatkan seorang perempuan terjatuh setelah loncat dari lantai lima apartemen di Bandung. Tak lama kemudian, muncul satu video lagi yang menayangkan adegan saat perempuan lainnya menyusul melompat dari unit yang sama. Keduanya ternyata kakak beradik.

Menurut kakak kandung kedua pelaku bunuh diri tersebut, Rionald Parubak, kedua adiknya itu telah delapan tahun mengalami gangguan psikis. Tepatnya, setelah ibu kandung mereka meninggal dunia. Sebelumnya, vokalis Linkin Park Chester Bennington dan juga meninggal akibat gantung diri. Chester dikabarkan telah lama mengalami depresi.

Ya, stres yang dinilai optimum adalah baik adanya, namun stres berkepanjangan bila tidak ditangani secara tepat memang bisa memicu depresi. "Kondisi depresi, dari gejala ringan sampai berat," ungkap Psikolog keluarga Pusat Konsultasi Psikologi Terapan (PKPT) Universitas Pancasila Arie Radyaswati kepada merahputih.com baru-baru ini.

Menurut Arie, stres berkepanjangan tak hanya berdampak terhadap fisik, tapi juga kondisi psikologis dan kognitif.

Indikator depresi

Ada beberapa indikator depresi yang dapat Anda kenali. Mulai dari perasaan selalu gagal, sulit konsentrasi, sulit tidur, rasa tidak berdaya dan selalu merasa tidak mampu mengatasi persoalan, rasa tidak dicintai dan tidak dihargai. Indikator lain yang juga bisa dikenali sebagai indikator depreasi ialah sikap pesimistis, lelah dan hilang minat untuk beraktivitas, rasa bersalah mendalam serta konsep diri rendah sampai timbulnya keinginan bunuh diri.

Arie menyarankan individu selayaknya mampu mengenali diri sendiri dengan baik agar terhindar dari stres berkepanjangan. Individu juga harus dapat mengetahui kekuatan, kelemahan serta kerapuhan diri dalam menyikapi persoalan hidup sehari-jari. "Kesadaran ini penting dalam situasi yang membuat diri merasa sudah tidak berdaya dan terbatas," ujarnya.

Ketika individu telah tersadar telah mengalami stres atau depresi, ia sebaiknya segera mencari bantuan. Bantuan awal dapat dimulai dari kemauan membuka diri pada orang-orang terdekat atau dengan meminta bantuan ahli seperti psikolog atau psikiater.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa beda psikolog dengan psikiater. Psikolog berlatar pendidikan psikologi, sedangkan psikiater berlatar pendidikan kedokteran dengan spesialisasi kejiwaan. Saat Anda stres dan konsultasi dengan para ahli ini, mereka akan memeriksa gejala, penyebab, tata laksana terapi serta cara-cara pencegahan lebih lanjut.

Jangan anggap sepele stres yang berkepanjangan. Sebelum terlambat hingga menumbuhkan hasrat bunuh diri, Anda sebaiknya segera konsultasikan dengan para ahli dalam bidangnya. (*)

Untuk menekan aksi bunuh diri, ada peringatan Hari Anti Bunuh Diri Sedunia. Anda bisa mendapatkan informasinya di sini: 10 September: Hari Anti Bunuh Diri Sedunia.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH