Kenali Dampak Berbahaya Sandal Jepit Untuk Kesehatan Kaki Sandal Jepit bisa memberikan dampak berbahaya bagi kesehatan (Foto: pixabay/mandredrichter)

MOTIF menarik, warna ceria serta bentuk yang tampak santai serta kesan modis. Kerap kali menjadi daya tarik sandal flip-flop atau biasa disebut sandal jepit. Namun dibalik desain yang simpel dan nyaman digunakan, sandal jepit tak kalah berbahaya dibandingkan dengan high hells lho.

Sandal jepit bisa berbahaya bagi kesehatan lantaran minimnya perlindungan terhadap kaki. Dimana bentuk alasan kaki jenis sandal jepit, cendrung rata dan tak memiliki bantalan pada tumit.Hal itu membuat kaki harus berusaha membuat gerakan mencengkram, agar tetap pada tempatnya.

Baca Juga:

Manfaat Tersembunyi Dibalik Nasi Putih Dingin, Cocok Untuk Penderita Diabetes

Jangan hanya tertarik dari warnanya saja (Foto: pixabay/capri23auto)

Selain itu, ketika menggunakan sandal jepit, bagian tumit pun akan terangkat bebas, serta ibu jari kaki bekerja keras untuk memegang sandal agar tak terlepas. Gerakan tersebut bisa membuat plantar fascia (jaringan ikat yang melapisi telapak kaki) meregang, begitu juga pada otot telapak kaki.

Apabila terjadi terus menerus, bisa menyebabkan kaki lelah dan nyeri kaki, termasuk pada bagian tumit. Hal itu bisa mengubah gaya berjalan kamu, dan menyebabkan gangguan pergelangan kaki yang serius.

Selain itu, pemakaian sandal jepit pun tak menunjang bentuk dan gerakan telapak kaki, serta gerakan telapak kaki bisa membuat seluruh kaki mengalami benturan berulang kali ketika berjalan.

Hal itu bisa menyebabkan robeknya lapisan pelindung tulang tumit, dan terbentuk tonjolan kalsium atau yang disebut heel spurs. Biasanya ditandai dengan adanya nyeri pada tumit.

Baca Juga:

Ingin Lebih Bahagia di Kantor? Lakukan Deretan Langkah Jitu Ini

Gerakan kaki yang mencengkeram ketika menggunakan sandal jepit, pun bisa mengakibatkan timbulnya cedera kaki atau tendinitis. Kondisi ini merupakan iritasi atau peradangan pada tendon, yang merupakan jaringan lentur penghubung otot ke tulang. Gejalanya ialah rasa perih atau panas di bagian tendon, rasa kaku dan juga nyeri.

Selain gangguan itu, penggunaan sandal jepit yang minim lengkungan pun bisa menyebabkan masalah punggung, lutut serta paradangan telapak kaki yang sangat nyeri (Fasciitis).

Lalu kurangnya dukungan bagi telapak kaki ketika berjalan, juga bisa membuat jaringan ikat di telapak kaki terus menerus meregang. Hingga akhirnya jaringan ikat itu melemah, membengkak hingga meradang.

Lantas alas kaki apa yang ideal? Guna menghindari beragam masalah kesehatan itu, sebaiknya kamu lebih hati-hati dalam memilih alas kaki.

Pilihlah sandal dengan bahan yang berkualitas bagus (Foto: pixabay/stevepb)

Jangan lantaran hanya melihat warnanya yang menarik, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dari mulai memiliki tali pada bagian belakang, terdapat bantal sol dan sol sepatu yang tebal, dapat meringankan benturan, serta sol tumit yang cukup dalam.

Selain itu, yang harus diperhatikan juga yakni hindari alas kaki yang sangat mudah menekuk ke belakang. Perhatikan juga bahan alas kaki agar terhindar dari iritasi. Untuk pilihan yang tepat, sandal jepit dengan bahan kecil lembut bisa jadi pilihanmu.

Selain itu, gantilah sandal jepit setiap 3-4 bulan sekali, khususnya jika telah muncul retakan pada bagian telapak. So, kamu jangan lantas tertarik dengan warna-warni yang ceria dan bisa menjadi pilihan saat santai. Karena penggunaan yang terlalu lama dan terlalu sering pun dapat menimbulkan ragam masalah.

Apabila timbul gangguan atau rasa sakit usai menggunakan sandal jepit, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter. Semoga bermanfaat yah guys. (ryn)

Baca Juga:

Tidur Terlalu Lama Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan, Jangan Anggap Sepele!

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH