Kenalan dengan Tarian Balet Sambal Matah Akulturasi Betawi, antara tari Betawi dengan balet barat. (MP/Iftinavia Pradinantia)

SEJARAH bangsa mengantarkan masyarakat Indonesia bersinggungan dengan masyarakat dari bangsa lain. Mulai dari Arab, Cina hingga masyarakat Eropa. Hal tersebut rupanya turut membawa pengaruh bagi perkembangan seni di Indonesia. Seni dan budaya kita tak lepas dari akulturasi. Beberapa musik dan tari Indonesia banyak mendapat sentuhan bangsa asing. Di Budaya Betawi sendiri, sejumlah seni yang berkembang
mendapat pengaruh dari Arab, Cina bahkan Portugis.

Berbeda dari ketiga negara tersebut, jejak seni Belanda di Indonesia nyaris tak teraba. Padahal, Belanda bermukim di Indonesia selama 3,5 abad. Perwakilan Dewan Kesenian Jakarta, Rusdy Rukmarata menuturkan bahwa itu terjadi karena di masa kedudukannya, Belanda menempatkan dirinya di strata atas.

Baca Juga:

Pengarak Ondel-Ondel Keliling 'Nyeker', Budayawan: Ini Hancurkan Pakem Budaya Betawi

tari
Balet akhirnya hanya berkembang di kelas masyarakat tertentu. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

"Di masa kependudukannya, Belanda melaksanakan sistem yang diskriminasi dan ada kelas di masyarakat. Seni tari yang dibawa dari Belanda, balet akhirnya hanya berkembang di kelas masyarakat tertentu. Itu menyebabkan proses akulturasi balet di Indonesia seperti malu-malu," tutur Rusdy ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

Eksistensi dan akulturasi balet tak hanya tersendat di masa kolonial Belanda. Di masa orde baru pun terjadi hal serupa. Pada masa itu, pemerintah menghendaki para seniman untuk patuh pada pakem-pakem seni tradisional. Sulit rasanya untuk mengembangkan balet bercita rasa Indonesia.

"Pada pemerintahan Orde Baru, terjadi proteksi luar biasa pada tradisi. Jangankan untuk mengkreasikan balet, untuk mengembangkan tari tradisional pada masa itu saja terasa sulit," ujarnya.

Baca Juga:

Kain Warisan Budaya Indonesia yang Sama Cantiknya dengan Kain Batik

tari
Dewan Kesenian Jakarta pun berusaha untuk kembali "menghidupkan" akulturasi balet Batavia. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Di masa sekarang, ia bersama rekan-rekannya dari Komite Tari, Dewan Kesenian Jakarta pun berusaha untuk kembali "menghidupkan" akulturasi balet Batavia. Pada tarian fusion tersebut, ia menggandeng koreografer balet Inggris, Andrew Greenwood dan koreografer tari Betawi, Atien Kisam.

Untuk akulturasi budaya Eropa dan Betawi tersebut, ia menamakannya Balet Sambal Matah. "Kenapa namanya demikian karena tarian yang kami racik akan menampilkan gestur balet yang lembut dan romantis serta sisi nusantara yang spicy dan menarik.

Sementara itu, Atien membocorkan salah satu koreografi yang akan ditampilkan pada Balet Batavia. "Akan ada sedikit gerakan silat dan menggunakan instrumen khas Betawi seperti tehyang," ujarnya memberi bocoran. (avia)

Baca Juga:

Inilah Pengaruh Tionghoa dalam Budaya Betawi

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH