Chrisye Kenal Musik Dari Piringan Hitam Papi Chrisye bersama Gipsy. (Foto: Denny Sakrie)

MENTARI masih bersembunyi ketika Laurens Rahadi menaruh piringan hitam di atas turn tablenya. Dia masih mengeker ujung stylus, mengecangkan pegangan, kemudian menudingnya tepat di atas piringan hitam. Kontan gelombang suara mengalir menuju pengeras suara lalu mengambul. “Come fly with me, let`s fly let`s fly away..,” dendang Frank Sinatra melagukan Come Fly With Me mewarnai pagi.

Suara Sinatra menelusup ke seluruh ruangan, termasuk kamar Chrisye. Pada keadaan setengah sadar bibirnya mulai mengikuti syair lagu, tentu dengan ucapan bahasa Inggris kocar-kacir. “Mata saya terpejam lagi, mengkhayalkan sayalah sang penyanyi itu. Menyanyi di atas panggung di depan ribuan penonton,” kenang Chrisye sebagaimana dikutip Alberthiene Endah pada Chrisye Sebuah Memoar Musikal.

Sinar mentari mulai mengintip di sela-sela jendela kamar ketika putra kedua Laurens Rahadi masih asyik menyenandungkan lagu Sinatra di atas kasur. Terkadang sampai ketiduran. “Khayalan macam itu mampu membuat saya terlambat mandi, dan terbirit-birit ke sekolah! Dan itu terjadi hampir tiap hari!”.

Selain suara Sinatra, piringan hitam sang papi terkadang memutar lagu Bing Crosby, James Dean, dan Nat King Cole saban pagi dan jelang petang. Dengan gaji pas-pasan, papinya berusaha menyisihkan uang bulanan untuk membeli seperangkat player dengan sistem pengeras suara canggih.

Chrisye mulai keranjingan musik. Dia tak tahan untuk tak menjelajah koleksi piringan hitam papinya dan memilah lagu-lagu gacoannya. Lewat Joris, kakaknya, makin hari dia makin mahir mengoperasikan piringan hitam. Lagu-lagu itu membuatnya terhanyut, sementara Joris tetap tekun belajar di sisinya.

Kegemaran baru Chrisye mendapat sambutan baik sang papi dengan semakin banyak limpahan piringan hitam di rumah. Tiap sepulang Sekolah Dasar GIKI, rumahnya langsung meriah lagu-lagu. “Sebenarnya saat itu cukup aneh, anak seusia saya sudah berteriak-teriak menyanyikan lagu-lagu Nat King Cole. Tapi itulah yang terjadi,” ungkap Chrisye.

Perubahan pada dirinya perlahan memasuki babak baru. “Keasyikan saya pada musik membuat satu perubahan besar di diri saya. Dari Chrisye anak jail suka melempari kereta dengan batu, menjadi Chrisye yang bisa dibuat terhanyut oleh lagu”. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH