Kenaikan UMP 2021, Pengamat: Anies Rintis Jalan Menuju Pilpres 2024 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA/jakarta.go.id/pri. (ANTARA/jakarta.go.id)

MerahPutih.com - Keputusan meningkatkan upah minimum provinsi (UMP) DKI tahun 2021 dinilai sebagai langkah Gubernur Anies Baswedan dalam menggaet kaum buruh di kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin, kebijakan Anies menaikan UMP sebesar Rp4.416.186,548 atau 3,27 persen dari UMP 2020 sebagai persiapan dirinya mencari dukungan di 2024 nanti.

"Secara politis kebijakan Anies tersebut (kenaikan UMP) bisa saja salah satunya untuk mendekati dan mendekati buruh guna persiapan 2024," ujar Ujang saat dikonfirmasi Merahputih.com, Selasa (3/11).

Baca Juga:

Anies Diminta Segera Keluarkan Juknis UMP DKI 2021

Menurut Ujang, keputusan Pemprov DKI menaikan UMP perlu didukung karena dapat membantu perekonomian warga meskipun naiknya hanyak kisaran Rp200 ribu.

Ia pun menilai, peningkatan UMP sangat dibutuhkan oleh buruh dan para pekerja.

"Dan kenaikan UMP menjadi kabar baik bagi buruh. Kebijakan yang pro buruh harus kita dukung," tuturnya.

Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DKI Jakarta menggelar aksi di depan Balaikota Jakarta, Rabu (22/10/2014). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Rei/Spt/aa)
Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DKI Jakarta menggelar aksi di depan Balaikota Jakarta, Rabu (22/10/2014). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Rei/Spt/aa)

Secara politik, ucap Ujang, boleh-boleh saja Anies menaikan UMP tahun depan meskipun Kementerkan Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyarankan kepala daerah seluruh Indonesia untuk tidak menaikan UMP 2021 akibat COVID-19. Paling penting dalam kebijakan ini buruh dan masyarakat senang.

"Mungkin saja Anies sedang bermain di dua jalan. Jalan meningkatkan UMP buruh, sekaligus merintis jalan menuju Pilpres 2024," tutupnya.

Baca Juga:

Anies Susun Usaha Terdampak COVID-19 Yang Tidak Naikkan UMP

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta menetapkan kenaikan UMP tahun 2021 sebesar Rp4.416.186,548 atau 3,27 persen dari UMP tahun 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, kenaikan UMP ini hanya berlaku bagi perusahaan yang tidak terkena dampak pandemi COVID-19.

Sedangkan bagi kegiatan usaha yang terkena wabah corona, tidak mengalami kenaikan UMP atau sama dengan UMP 2020 sebesar Rp4.276.349.

"Kebijakan yang diambil adalah kebijakan asimetris di mana UMP tahub 2021 ditetapkan sebesar Rp4.416.186,548 ini UMP 2021," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (2/11). (Asp)

Baca Juga:

Tok! Anies Tetapkan UMP DKI 2021

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebagian Kecil Warga Jakarta Takut Tes COVID-19
Indonesia
Sebagian Kecil Warga Jakarta Takut Tes COVID-19

Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD telah menyepakati adanya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penanggulangan COVID-19

Wagub DKI Belum Mau Laporkan Blessmiyanda ke Polisi Terkait Kasus Pelecehan Seksual
Indonesia
Wagub DKI Belum Mau Laporkan Blessmiyanda ke Polisi Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria belum mau melaporkan mantan Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) DKI, Blessmiyanda ke polisi atas kasus pelecehan seksual.

PPKM Diklaim Berhasil Turunkan Kasus COVID-19 di Cirebon
Indonesia
PPKM Diklaim Berhasil Turunkan Kasus COVID-19 di Cirebon

Walaupun dianggap berhasil, Imron tetap melakukan evaluasi dari pelaksanaan PPKM yang sudah berjalan selama satu minggu ini.

Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas
Indonesia
Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas

Aprizal diduga melanggar kode etik karena tidak melakukan koordinasi saat melakukan operasi tangkap tangan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Usut Penyerangan Polsek Ciracas, TNI Harus Jadi Teladan
Indonesia
Usut Penyerangan Polsek Ciracas, TNI Harus Jadi Teladan

"Oknum secara terang-terangan telah mempertontonkan kesewenang-wenangan di depan mata publik. Di era media sosial kini, hal itu dalam sekejap sudah menyebar ke seluruh penjuru," kata Usman.

[HOAKS atau FAKTA] Putri Presiden Vladimir Putin Tewas Seusai Dosis Kedua Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Putri Presiden Vladimir Putin Tewas Seusai Dosis Kedua Vaksin COVID-19

Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa putri Presiden Vladimir Putin menderita efek samping yang tak terduga pada vaksin COVID eksperimental Rusia dan meninggal di Moskow.

PKS Solo Ngotot Lawan Gibran, Purnomo: Peluangnya Maju Tipis
Indonesia
PKS Solo Ngotot Lawan Gibran, Purnomo: Peluangnya Maju Tipis

Peluang PKS atau partai lain untuk mengusungnya di Pilwakot Solo 2020 sangat tipis. Terlebih jika merujuk kursi PKS hanya punya 5 kursi.

Presentasi Kematian Akibat COVID-19 Dekati Rata-Rata Dunia
Indonesia
Presentasi Kematian Akibat COVID-19 Dekati Rata-Rata Dunia

Persentase kematian ini mulai turun pada Mei 2020

Dapat Usulan Tim Hukum Rizieq, Sidang Pemeriksaan Saksi Maju Hari Senin
Indonesia
Dapat Usulan Tim Hukum Rizieq, Sidang Pemeriksaan Saksi Maju Hari Senin

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) menjadwalkan lanjutan sidang terdakwa Rizieq Shihab pada Senin (12/4) pekan depan.

Polda Jatim Bongkar Kasus Prostitusi Online Bermodus Paket Wisata Doraemon
Indonesia
Polda Jatim Bongkar Kasus Prostitusi Online Bermodus Paket Wisata Doraemon

Subdit V Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar kasus prostitusi di sebuah rumah kos dengan modus paket wisata Doraemon.