Penaikan Harga Tiket Pesawat Bikin Target Kunjungan Wisatawan Meleset Berbagai hal bisa terjadi kalau tiket pesawat tetap mahal. (foto: pixabay/StockSnap)

MerahPutih.Com - Gejolak harga tiket pesawat dalam beberapa waktu terakhir ini sempat membuat industri pariwisata di Tanah Air seakan ketar-ketir.

Bagaimana tidak, sektor pariwisata jelas sangat tergantung pada mobilitas udara alias pesawat terbang.

Bahkan tercatat mayoritas mobilisasi wisatawan hampir 80 persen di antaranya melalui jalur transportasi udara itu.

Kenaikan harga tiket pesawat kemudian dikhawatirkan akan mengganggu target mobilisasi, termasuk menjaring lebih banyak lagi wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air dan pergerakan mereka di berbagai wilayah di Indonesia selanjutnya.

Namun, keputusan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang pada akhirnya menurunkan tarif tiket penerbangan itu membuat dunia pariwisata boleh bernapas lega.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti menyambut baik akhir polemik terkait dengan harga tiket pesawat itu.

Tiket pesawat
Ilustrasi tiket pesawat. Foto: Ist

Menurut dia, penurunan harga tiket pesawat membawa angin segar bagi dunia pariwisata di Indonesia.

Terlebih tahun ini, Indonesia ditargetkan untuk bisa menjaring 20 juta wisman sampai tutup tahun.

Selama ini, kata dia, pergerakan wisatawan di Indonesia memang tidak bisa dipungkiri karena tergantung sangat kuat kepada transportasi jalur udara.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata semakin optimistis bahwa penurunan harga tiket pesawat udara akan mendukung terhadap pencapaian target tinggi kunjungan wisatawan mancanegara tersebut.

Selain itu, juga untuk kepentingan pemulihan sektor pariwisata daerah-daerah setelah terjadi bencana yang juga memerlukan mobilitas tinggi jalur udara.

Penurunan harga tiket pesawat juga dianggap angin segar yang semakin membuat industri pariwisata Tanah Air menjadi prospektif.

Koordinator Wilayah ASITA Jawa Edwin Ismedi Himna mengatakan bahwa para pelaku industri pariwisata sempat bereaksi cukup keras terhadap kenaikan harga tiket pesawat.

Awalnya, mereka amat keberatan dengan kenaikan harga tiket termasuk tarif bagasi dalam penerbangan domestik yang jelas akan mengganggu kinerja dan mobilitas turis di lingkup domestik.

Selain itu, industri pariwisata juga terancam lesu dengan fenomena kenaikan harga tiket pesawat tersebut.

Akan tetapi, keputusan INACA kemudian merupakan kabar baik yang membawa angin segar bagi para pelaku industri pariwisata.

Menurut Edwin, para pelaku biro perjalanan wisata kembali bersemangat untuk mematok target yang cukup tinggi pada tahun ini.

Ia bahkan meyakini bahwa penurunan harga tiket pesawat akan mendukung pergerakan pariwisata di Indonesia hingga semakin dinamis dan menjanjikan.

Pihaknya siap mengemas berbagai paket yang menarik untuk memobilisasi wisatawan ke berbagai wilayah dan destinasi di Tanah Air.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersyukur terhadap pulihnya optimisme tersebut lantaran penurunan harga tiket pesawat yang sempat menimbulkan polemik.

Pesawat Terbang
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Mandatory credit Kyodo/via REUTERS)

Arief mengatakan penurunan tersebut terjadi karena mendengarkan masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

Penurunan biaya tiket pesawat itu, menurut Arief Yahya sebagaimana dilansir Antara, sangat positif karena biaya transportasi itu sangat menentukan orang akan datang atau tidak ke berbagai destinasi wisata.

Ia pun semakin optimistis bahwa target 20 juta wisman akan lebih mudah untuk dikejar dan dicapai pada tahun ini.

Terkait Erat Pariwisata dan penerbangan merupakan dua sektor yang saling terkait dengan erat satu sama lain.

Kebersatuannya sulit untuk dipisahkan lantaran simbiosis mutualisme terjalin kuat sehingga satu sama lain sudah hampir pasti saling memengaruhi.

Pantas jika kemudian Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong sinergi berbagai pemangku kepentingan terkait untuk menyediakan lebih banyak akses jalur udara bagi berbagai destinasi potensial di Tanah Air.

Oleh karena itu, penurunan harga tiket pesawat jelas merupakan angin segar yang menjadi kabar baik bagi perkembangan secara optimistis atas sektor kepariwisataan di Indonesia.

Terlebih bisnis "Low Cost Carrier" merupakan bisnis penerbangan dengan dinamika pertumbuhan paling cepat dan prospektif.

Fenomena "backpaker" bagi generasi milenial mendorong bisnis penerbangan berbiaya murah menjadi semakin laju.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Perekaman KTP Elektronik Rendah, Ditjen Dukcapil Kirim Tim Jemput Bola



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH