Kena Ultimatum, Zumi Zola Akhirnya Patuhi Panggilan Tersangka KPK Tersangka Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola saat tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan, Senin (9/4). (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Zumi tiba di Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB. Dia enggan berkomentar saat dicecar awak media terkait pemeriksaan terhadap dirinya.

"Penjadwalan ulang dari pemeriksaan sebelumnya yang tidak hadir," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (9/4).

Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Pada senin (2/4) lalu, Zumi mangkir dari pemeriksaan kedua dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Zumi tak memenuhi panggilan penyidik dengan dalih belum menerima surat panggilan dari penyidik KPK.

KPK pun sempat mengultimatum agar Zumi memenuhi panggilan penyidik. "Kami ingatkan, datang memenuhi panggilan tersebut merupakan kewajiban hukum," kata Febri saat dikonfirmasi, Senin (2/4) lalu.

Febri meminta mantan Bupati Tanjung Jabung Timur itu bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan Penyidik. "Sikap koperatif akan lebih membantu dlm proses hukum ini," ujar Febri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Arfan sebagai tersangka, kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Dalam kasus tersebut, Zumi Zola dan Arfan diduga menerima gratifikasi Rp 6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu disinyalir diberikan sebagai "uang ketok palu" kepada anggota DPRD Jambi.

Kasus yang menjerat Zumi Zola ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengesahan APBD 2018. Dalam kasus pengesahan APBD Jambi ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka.

Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin. (Pon)

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH