Kemesraan Dirinya dengan PKS Munculkan Multitafsir, Paloh: Bangsa Model Apa Ini? Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Kongres II Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat malam (8/11) (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Merahputih.com - Ketua Umum Nasdem Surya Paloh kesal dengan polemik rangkulan dirinya dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang kini ditafsirkan macam-macam. Surya mengatakan, sindiran yang dilakukan sejumlah orang itu sebagai hal yang tak penting.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain hingga kita berkunjung ke kawan (PKS). Ini bangsa model apa seperti ini? Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini," kata Surya Paloh saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (9/11).

"Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," sambung dia.

Baca Juga:

Temui PKS, Surya Paloh Dianggap 'Ngambek' Politik

Belakangan, Indonesia dilihatnya ingin bergaya demokrasi liberal tapi praktiknya begitu ortodoks dan konservatif.

"Ada paradoks di sini. Kita bilang kita mau maju tapi kita melangkah ke belakang. Kita bilang, 'Mari kita bermusyawarah bergotong royong', tapi kita hanya bilang, 'Aku aja yang penting yang lain biar mati semuanya.' Semuanya penuh dengan kecurigaan, maka kita semakin menjauhi dengan nilai yang namanya Pancasila" kata Paloh.

Hal itu bertolak belakangan dengan kondisi yang ada. "Kita bilang kita mau maju tapi kita melangkah ke belakang. Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua," ujarnya.

Ia lantas menegaskan komitmen partainya mendukung pemerintahan Joko Widodo. Dia juga menyatakan tekad partai untuk mendapat kursi lebih tinggi, sambil menyindir pihak-pihak yang mengklaim paling setia di sisi presiden. "Bukan hanya janji segala janji, mengatakan 'aku paling setia mendampingi bapak presiden'," kata Paloh.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Surya Paloh juga menyatakan NasDem sebagai partai yang memperjuangkan persatuan dan keberagaman. Atas dasar itu, dia tegaskan NasDem menggunakan strategi komunikasi politik yang cair. Tidak ada sekat hambatan, baik kepada partai pengusung pemerintah maupun partai di luar pemerintah.

"Itulah manifesto kita, jadi bukan hanya dasar NasDem partai pengusung pemerintah," ujar Paloh.

Paloh menuturkan partai bersyukur berada di barisan pengusung pemerintah. NasDem, ditegaskan Paloh bangga berada di posisi tersebut dan ingin mempertebal komitmen agar pemerintah bisa sukses menjalankan tugasnya.

Dia menyatakan partainya siap berkorban meski didera sinisme dan kecurigaan dari pihak lain. "Kita berbesar hati. Kita memang berusia baru delapan tahun sebagai parpol," katanya.

Baca Juga:

Ketemu Isu Tertentu, PAN, PKS dan Demokrat Akan Bersatu

"Pepatah lama mengatakan, tidak ada salahnya kita belajar dari orang yang lebih muda. Yang lebih anak-anak dari kita," kata Paloh lagi.

Kongres II NasDem digelar di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, 8-11 November. Salah satu agenda penting kongres ini adalah pemilihan Ketua Umum NasDem. Surya Paloh disebut-sebut bakal secara aklamasi dipilih kembali sebagai Ketua NasDem. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH